SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Virus Covid-19 yang melanda seluruh negara di dunia berdampak pada menurunnya aktivitas ekonomi khususnya ekspor dan impor.
Aktivitas ekspor-impor yang berkurang tersebut akhirnya berdampak pada kelangkaan kontainer di setiap terminal petikemas. Salah satu yang terimbas adalah terminal Petikemas Surabaya.
Corporate Communications PT. Petikemas Surabaya, Retno Utami saat dihubungi reporter Surabaya mengaku, pihaknya telah menyediakan program relaksasi guna meningkatkan aktivitas ekspor dan impor.
"Ada 7 program yang kita terapkan," kata Retno Utami melalui saluran telpon, Kamis (07/02/2021).
Program relaksasi yang pertama adalah dengan memberikan diskon 20 persen untuk layanan Verified Gross Mass (VGM) bagi petikemas ekspor yang diangkut muat di lingkungan terminal petikemas Surabaya.
"Selama ini VGM itu dikenakan biaya 125 ribu per box, kita diskon menjadi 100 ribu per box," katanya
Berikutnya ada perpanjangan open stack export dari 3 hari menjadi 5 hari. Selain itu, untuk kontainer-kontainer impor yang kosong (empty import) juga diperpanjang masa penumpukannya dari 3 hari menjadi 7 hari.
"Dan itu selama masa waktu tersebut semuanya gratis, tidak dipungut biaya," terangnya
Diskon-diskon yang lain juga diberikan kepada transshipement benoa dan tol laut. Untuk transhipement benoa, diskon diberikan agar dapat meningkatkan ekspor di Bali.
Adapun diskon yang diberikan adalah dengan memberi pembebasan biaya untuk gerakan ekstra terhadap petikemas transshipment. Selain itu juga, presentase headling charge transshipment dari semula 65 persen diubah menjadi 100 persen untuk kedua kapal.
"Ini kita sudah mulai berlakukan sejak 9 Maret 2020 lalu," akunya
Berikutnya yang menjadi program relaksasi ke-6 adalah dengan memberikan dispensasi perpanjangan batas waktu penumpukan petikemas import di lini I. Model dispensasi yang diberikan tersebut berupa pembebasam biaya untuk hari pertama penumpukan petikemas. Selanjutnya dihari ke-2 tidak diberlakukan diskon dan hari ke-3 hingga hari ke-4 diberi diskon 5 persen.
"Kalau hari kelima dan seterusnya diberi diskon 50 persen," katanya seraya menambahkan "Tapi yang ini sudah berakhir sejak 27 November kemarin,"
Program relaksasi terakhir adalah pemeberian term of payment (TOP) untuk perusahaan pelayaran baik nasional maupun internasional. Untuk internasional TOP diberikan selama 30 hari dan untuk nasional diberikan dengan skema 30 hari + 25 hari. Sehingga TOP untuk nasional adalah 55 hari.
"Program-program ini sebagian sudah berakhir dan sebagian masih tetap berlaku hingga saat ini," katanya
Diharapkan dengan program relaksasi ini, dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekspor dan impor di Indonesia khususnya di lingkungan terminal petikemas Surabaya. Sem
Editor :
Redaksi
Berita Terbaru
Selasa, 28 Jul 2026 13:17 WIB
Selasa, 28 Jul 2026 13:17 WIB
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral unggahan rekaman video di media sosial (medsos) berisikan seorang pemuda memotong bunga di jalur hijau Jalan…
Selasa, 28 Jul 2026 13:10 WIB
Selasa, 28 Jul 2026 13:10 WIB
SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Menindaklanjuti kelanjutan fenomena ribuan ikan di keramba danau Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah Kabupaten…
Selasa, 28 Jul 2026 12:51 WIB
Selasa, 28 Jul 2026 12:51 WIB
SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai salah satu langkah strategis dalam menjaga keamanan masing-masing dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait menu yang akan di…
Selasa, 28 Jul 2026 12:44 WIB
Selasa, 28 Jul 2026 12:44 WIB
SURABAYAPAGI.com, Malang - Seiring bertambahnya kasus HIV di wilayah Kota Malang, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) setempat tengah mengoptimalkan kesadaran…
Selasa, 28 Jul 2026 12:39 WIB
Selasa, 28 Jul 2026 12:39 WIB
SURABAYAPAGI.com, Madiun - Seiring pembangunan SDM, infrastruktur, serta lima sektor unggulan yang dilakukan pemda setempat, saat ini Pemerintah Kabupaten…
Selasa, 28 Jul 2026 12:29 WIB
Selasa, 28 Jul 2026 12:29 WIB
SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Usai Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 disetujui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang mempercepat…