14 Bangli di Simo Gunung Dirobohkan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 09 Feb 2021 21:25 WIB

14 Bangli di Simo Gunung Dirobohkan

i

Pemkot Surabaya melakukan penertiban bangunan liar di kawasan Simogunung, Selasa (9/2/2021).  Bangunan liar tersebut terdiri dari 14 rumah dan berdiri di atas saluran air. SP/Julian

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas saluran air di Jalan Simo Gunung terpaksa ditertibkan lantaran peruntukkannya tidak tepat dan mengganggu sterilisasi kawasan yang rawan banjir tersebut. “Ada 14 bangunan, baik itu berupa PKL, bangli maupun beberapa rumah warga yang terlalu menjorok kita tertibkan,” tutur Camat Sukomanunggal Lakoli, Selasa (9/2/2021).

Baca Juga: Pemkot Surabaya Resmikan 153 Pustu ILP

Sebelum dibongkar, sosialisasi sudah disampaikan kepada para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut. Sehingga saat hari eksekusi tiba hanya tinggal merobohkan pondasi bangunannya.

“Kita tidak menganggap mereka ini pedagang liar, tetap kedepankan pesan persuasif sebelumnya, kita memanusiakan mereka dan itu nampak dari mereka mau membongkar sendiri dagangannya,” beber Lakoli.

Begitu pun warga yang rumahnya terlalu menjorok juga kooperatif dan menyadari, sehingga tidak ada gelombang protes yang diterimanya. Bahkan warga turut mendukung upaya yang dilakukan oleh Camat Sukomanunggal tersebut.

“Ya kita senang dengan dilakukan pembongkaran ini, karena pedagang itu juga tidak ada kontribusi bagi warga kampung sekitar, mereka enak-enak cari uang kita yang kebanjiran,” ujar Ponidi, warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Usulkan Lelang 887 Unit Kendaraan Operasional

Bangli ini yang diratakan semula difungsikan oleh warga luar untuk berjualan soto ayam, mie ayam, konter pulsa, es campur, dan warung kopi. Mereka bahkan sudah berjualan lebih dari 30 tahun.

Rencananya, lanjut Lakoli, space kosong yang ditinggalkan akan dikembalikan sesuai dengan fungsinya.

“Nanti kita akan normalisasi dulu saluran airnya, kemudian lahan tersebut akan dimaksimalkan untuk jalan, harapannya agar dapat mengurangi macet dan banjir serta estetika lingkungan menjadi bagus,” tutup Lakoli.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Komitmen Tertibkan Adminduk

Dari pantauan Surabaya Pagi, tidak ada kendala yang dihadapi oleh satuan tugas baik DKRTH maupun DPUBMP Kota Surabaya. Adapun sisa bongkahan bangunan akan dilimpahkan ke TPU (tempat pemakaman umum) terdekat guna pengurukan, salah satunya TPU Jaya Tinggi.

Bahkan, saat perataan bangli oleh alat berat bego, tidak ada perlawanan dari beberapa warga yang bangunannya digusur. “Yah kita sudah nurut. Sudah lama kita disosialisasikan. Jadi kita juga sudah siap dengan tempat baru,” kata penjual es campur yang melihat bangunannya diratakan dengan tanah. fm/cr2/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU