Kontainer Langka, Pendapatan Sopir Petikemas Berkurang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sopir petikemas, Wasdam saat ditemui di Terminal Petikemas Surabaya (TPS)/ Rabu (17/02/2021). SP/  Sem
Sopir petikemas, Wasdam saat ditemui di Terminal Petikemas Surabaya (TPS)/ Rabu (17/02/2021). SP/ Sem

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kelangkaan kontainer yang terjadi secara global, berdampak pada pendapatan sopir petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak.

Soal kelangkaan kontainer, sebelumnya Surabaya Pagi pada 8 Februari lalu sempat merilis ketersediaan kontainer bagi para pengusaha.
 
Keterpenuhan kontainer selama ini bagi pengusaha rerata hanya berada diangka 25 persen. Bila seorang eksportir dalam seminggu membutuhkan 10 hingga  15 kontainer, yang terpenuhi dari permintaan tersebut hanya 5 hingga 6 kontainer.
 
Salah satu sopir petikemas milik perorangan, Sugeng Nuryadi (62) mengaku terjadi penurunan pengiriman petikemas dari perusahaan atau pabrik ke terminal pelabuhan yang menjadi tujuan pengiriman kontainer.
 
Adapun perusahaan yang menjadi langganan dari Sugeng adalah PT Salim Invomas Pratama Tbk dan PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk.
 
"Biasanya seminggu 6 ret, sekarang seminggu hanya 3 ret," kata Sugeng Nuryadi saat ditemui di Tanjung Perak, Rabu (17/02/2021).
 
Sebagai seorang sopir petikemas, untuk sekali angkut ia mendapatkan bayaran Rp.280 ribu. Nominal ini kemudian dibagi lagi dengan 3 orang buruh muat barang.  
 
"Kulinya itu per orang 60 ribu. Jadi 3 orang 180 ribu. Sisa 100 buat saya. Itu pun belum dipotong solar 56 ribu," katanya
 
Kontainer yang diangkut oleh pria asal Lamongan ini, biasanya diantar ke berbagai terminal yang ada di pelabuhan Tanjung Perak. 
 
"Tergantung (muatan) barang dari pabrik, kalau dari PT Salim Invomas kebetulan diantar ke Teluk Lamong, pokoknya tergantung kapallah," ucapnya
 
Kepada Surabaya Pagi, Sugeng mengaku telah mengantri dari pukul 05:00 WIB guna mengangkut barang yang ada di perusahaan Salim Invomas.
 
"Hari ini (yang diangkut) minyak mas, saya jam 5 sudah antri di sini," katanya
 
Biasanya untuk mengangkut barang di perusahan, para sopir petikemas mengisi dokumen yang disediakan oleh perusahaan. Usai mengisi, sopir tinggal menunggu panggilan dari perusahaan untuk mengangkut muatan.
 
"Tapi ini aja masih ngantri. Gak bisa diprediksi, kemarin saya jam setengah 8 (malam) baru dipanggil," ucapnya
 
Sementara itu Sopir lain seperti Wasdam juga mengeluhkan hal serupa. Berbeda dengan Sugeng, Wasdam adalah sopir borongan luar kota tujuan Surabaya-Semarang.
 
"Biasanya saya dapat orderan 1 Minggu 3 kali, sekarang 1 Minggu hanya sekali kadang gak ada sama sekali," kata Wasdam. Sem

Berita Terbaru

Sparta Pena FC Tak Terkalahkan, Wiwit : Target Kami Juara Turnamen 

Sparta Pena FC Tak Terkalahkan, Wiwit : Target Kami Juara Turnamen 

Rabu, 10 Jun 2026 21:59 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 21:59 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sparta Pena FC melaju ke babak perempat final Turnamen Mini Soccer Kapolres Madiun Cup 2026 dengan status juara Grup D. Kepastian i…

Bahana Bersahaja Hadir di Bangunsari, Bupati Hari Wur Pastikan Layanan Publik Menjangkau Warga

Bahana Bersahaja Hadir di Bangunsari, Bupati Hari Wur Pastikan Layanan Publik Menjangkau Warga

Rabu, 10 Jun 2026 21:16 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 21:16 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun kembali menggelar program Bahana Bersahaja (Bhakti Harmoni Madiun Bersih, Sehat, dan Sejahtera) pada 9–1…

PDIP Minta Pemerintah tak Umumkan Kebijakan Prematur

PDIP Minta Pemerintah tak Umumkan Kebijakan Prematur

Rabu, 10 Jun 2026 21:03 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 21:03 WIB

  SURABAYAPAGI.com, Surabaya - PDIP Minta pemerintah harus menjaga konsistensi kebijakan. Menurut Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah …

Prabowo, Minta Pengelola RSUD Jangan Korupsi

Prabowo, Minta Pengelola RSUD Jangan Korupsi

Rabu, 10 Jun 2026 21:00 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 21:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Prabowo berpesan agar rumah sakit dikelola dengan baik dan memprioritaskan pelayanan masyarakat. "Rakyat masyarakat harus…

Pertamax Naik, Kemenperin Mikir Sektor Manufaktur

Pertamax Naik, Kemenperin Mikir Sektor Manufaktur

Rabu, 10 Jun 2026 20:58 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 20:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bakal mengkaji dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax terhadap sektor manufaktur.…

Pertamax Naik, Subsidi BBM Meningkat

Pertamax Naik, Subsidi BBM Meningkat

Rabu, 10 Jun 2026 20:54 WIB

Rabu, 10 Jun 2026 20:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mewanti-wanti bahwa kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamax bisa membuat…