SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kelangkaan kontainer yang terjadi secara global, berdampak pada pendapatan sopir petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak.
Soal kelangkaan kontainer, sebelumnya Surabaya Pagi pada 8 Februari lalu sempat merilis ketersediaan kontainer bagi para pengusaha.
Keterpenuhan kontainer selama ini bagi pengusaha rerata hanya berada diangka 25 persen. Bila seorang eksportir dalam seminggu membutuhkan 10 hingga 15 kontainer, yang terpenuhi dari permintaan tersebut hanya 5 hingga 6 kontainer.
Salah satu sopir petikemas milik perorangan, Sugeng Nuryadi (62) mengaku terjadi penurunan pengiriman petikemas dari perusahaan atau pabrik ke terminal pelabuhan yang menjadi tujuan pengiriman kontainer.
Adapun perusahaan yang menjadi langganan dari Sugeng adalah PT Salim Invomas Pratama Tbk dan PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk.
"Biasanya seminggu 6 ret, sekarang seminggu hanya 3 ret," kata Sugeng Nuryadi saat ditemui di Tanjung Perak, Rabu (17/02/2021).
Sebagai seorang sopir petikemas, untuk sekali angkut ia mendapatkan bayaran Rp.280 ribu. Nominal ini kemudian dibagi lagi dengan 3 orang buruh muat barang.
"Kulinya itu per orang 60 ribu. Jadi 3 orang 180 ribu. Sisa 100 buat saya. Itu pun belum dipotong solar 56 ribu," katanya
Kontainer yang diangkut oleh pria asal Lamongan ini, biasanya diantar ke berbagai terminal yang ada di pelabuhan Tanjung Perak.
"Tergantung (muatan) barang dari pabrik, kalau dari PT Salim Invomas kebetulan diantar ke Teluk Lamong, pokoknya tergantung kapallah," ucapnya
Kepada Surabaya Pagi, Sugeng mengaku telah mengantri dari pukul 05:00 WIB guna mengangkut barang yang ada di perusahaan Salim Invomas.
"Hari ini (yang diangkut) minyak mas, saya jam 5 sudah antri di sini," katanya
Biasanya untuk mengangkut barang di perusahan, para sopir petikemas mengisi dokumen yang disediakan oleh perusahaan. Usai mengisi, sopir tinggal menunggu panggilan dari perusahaan untuk mengangkut muatan.
"Tapi ini aja masih ngantri. Gak bisa diprediksi, kemarin saya jam setengah 8 (malam) baru dipanggil," ucapnya
Sementara itu Sopir lain seperti Wasdam juga mengeluhkan hal serupa. Berbeda dengan Sugeng, Wasdam adalah sopir borongan luar kota tujuan Surabaya-Semarang.
"Biasanya saya dapat orderan 1 Minggu 3 kali, sekarang 1 Minggu hanya sekali kadang gak ada sama sekali," kata Wasdam. Sem
Editor :
Redaksi
Berita Terbaru
Senin, 06 Apr 2026 14:55 WIB
Senin, 06 Apr 2026 14:55 WIB
SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Di tengah perang dan konflik antara Amerika Serikat dan Iran, tak membuat gentar sebanyak ratusan jemaah haji asal Ponorogo, Jawa…
Senin, 06 Apr 2026 14:46 WIB
Senin, 06 Apr 2026 14:46 WIB
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencanangkan hunian khusus para Generasi (Gen) Z, dengan menyiapkan dua rumah…
Senin, 06 Apr 2026 14:28 WIB
Senin, 06 Apr 2026 14:28 WIB
SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka mendukung penghematan energi, Wali kota (Walkot) Probolinggo, Jawa Timur, Aminuddin mengajak Aparatur Sipil Negara…
Senin, 06 Apr 2026 13:53 WIB
Senin, 06 Apr 2026 13:53 WIB
SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Baru-baru ini area kebun binatang mini Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa Tulungagung mendapat sorotan tajam terkait…
Senin, 06 Apr 2026 13:26 WIB
Senin, 06 Apr 2026 13:26 WIB
SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Dalam rangka menekan pergaulan bebas yang menyimpang bagi remaja, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Trenggalek…
Senin, 06 Apr 2026 13:24 WIB
Senin, 06 Apr 2026 13:24 WIB
SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti kebijakan Pemerintah Pusat terkait pelaksanaan Work From Home (WFH) untuk menghemat BBM imbas perang antara…