Alat Deteksi Covid-19 Temuan ITS Diuji di RSI Jemursari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Guru Besar ITS Prof. Drs. Ec. Ir. Riyanarto Sarno menyerahkan alat I-Nose C19 kepada Prof. Dr. Ir. KH M. Nuh DEA .SP/Patrick cahyo
Guru Besar ITS Prof. Drs. Ec. Ir. Riyanarto Sarno menyerahkan alat I-Nose C19 kepada Prof. Dr. Ir. KH M. Nuh DEA .SP/Patrick cahyo

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -  Setelah GeNose, sebentar lagi, pendeteksi Covid-19 karya anak bangsa mulai bisa digunakan. Adalah I-Nose C19, alat skrining pendeteksi Covid-19 temuan Institute Teknologi 10 November (ITS) Surabaya yang melalui bau ketiak ini, Senin (22/2/2021) kemarin diserahkan langsung ke Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari Surabaya untuk dilakukan tahap uji profil.

Penyerahan ini dilakukan oleh penemu sekaligus Guru Besar ITS, Prof. Drs. Ec. Ir. Riyanarto Sarno, M.Sc Ph.D kepada Ketua Yayasan RSI Prof Dr Ir Kh Mohammad Nuh DEA dan disaksikan langsung oleh Direktur RSI Jemursari, dr Bangun Trapsila Purwaka di Ruang Pertemuan Lt 3, RSI Jemursari.

"Dari kerjasama ini, I-Nose C19 menjadi salah satu produk yang harapannya bisa bermanfaat bagi masyarakat, serta dibutuhkan di masa pandemi. Ini adalah alat skrining yang murah, cepat dan tidak berbahaya," ungkap Prof Riyanarto, Senin (22/2/2021).

I-Nose C19 memiliki tingkat akurasi yang mencapai 91 persen. Namun, alat ini belum bisa digunakan secara massal, sebab masih dibutuhkan pengujian, dengan melihat hasil dari uji profil. "Acuan untuk uji profil ini, prinsipnya harus satu akurasi dengan PCR. Kemudian uji diagnostik dengan mengumpulkan data sebanyak 2000. Dengan bantuan uji profil di rumah sakit, maka membutuhkan waktu 3 bulan, kemungkinan bulan September bisa diproduksi massal setelah mendapat izin edar," jelasnya.

Lanjutnya, Prof Riyan memaparkan alasan memakai sampel bau keringat ketiak lantaran adanya beragam zat yang dapat dipakai sebagai indikator positif dan negatif dari Covid-19. Prof Riyan memakai sensor lebar agar banyak zat yang terdeteksi. "Mengapa di ketiak? Karena di ketiak banyak kelenjar keringat, lalu ada semacam zat yang bermacam-macam dan belum diketahui di dunia medis. Penciri dari Covid-19 itu apa? Dalam jurnal internasional Januari 2021 itu belum ada. Maka kami memakai sensor yang lebar sekali, untuk menangkap berbagai gejala," imbuhnya.

Dari pemakaian sensor lebar itu, Prof Riyan melanjutkan, I-Nose C19 bisa membedakan mana zat yang dapat dipakai sebagai 'biomarker' mengenai penderita Covid-19 dan yang tidak mempunyai gejala-gejala Covid-19.

Prof Riyan mengatakan, kerjasama dengan RSI Jemursari, RSI Ahmad Yani, RS Dr Soetomo, dan lain-lain, dapat dipakai untuk membantu proses uji profil dan uji diagnosis agar makin efektif dan memperoleh sampel yang ideal. "Insya Allah dengan bantuan dari kawan-kawan rumah sakit ini, sekarang ini yang sudah kerjasama dengan Rumah Sakit (RS) Dr Soetomo, Rumah Sakit Islam (RSI) Jemursari dan Ahmad Yani," tandasnya. pat/cr3/ana

Berita Terbaru

Perkuat Identitas Khas Daerah, Pemkot Dorong Perajin Batik Kreasikan Berbagai Ikon Daerah Khas Madiun

Perkuat Identitas Khas Daerah, Pemkot Dorong Perajin Batik Kreasikan Berbagai Ikon Daerah Khas Madiun

Rabu, 16 Sep 2026 14:27 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Melalui Pelatihan Peningkatan Daya Saing Motif Khas Daerah yang digelar Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah…

Lewat Layanan Pesankeling, DKPP Kota Madiun Peduli Kesejahteraan Hewan di Tingkat Kelurahan

Lewat Layanan Pesankeling, DKPP Kota Madiun Peduli Kesejahteraan Hewan di Tingkat Kelurahan

Rabu, 16 Sep 2026 14:07 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 14:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan hewan sehat dan masyarakat yang lebih peduli terhadap kesejahteraan hewan, Dinas Ketahanan…

Panen Raya, Produktivitas Padi Truni Lamongan Capai 11,3 Ton per Hektare

Panen Raya, Produktivitas Padi Truni Lamongan Capai 11,3 Ton per Hektare

Rabu, 16 Sep 2026 13:48 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 13:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Momentum panen raya, produktivitas padi di Desa Truni, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, pada panen musim tanam…

Hadapi Laporan Krisis Laporan Psikologis, Pemkot Surabaya Bekali ‘Call Taker’

Hadapi Laporan Krisis Laporan Psikologis, Pemkot Surabaya Bekali ‘Call Taker’

Rabu, 16 Sep 2026 13:37 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 13:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya dalam menghadapi laporan krisis psikologis supaya bisa ditindaklanjuti sesuai kebutuhan, Pemerintah Kota (Pemkot)…

SIMPATUH BOSP Perkuat Tata Kelola Dana Pendidikan di Tulungagung

SIMPATUH BOSP Perkuat Tata Kelola Dana Pendidikan di Tulungagung

Rabu, 16 Sep 2026 13:31 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 13:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Dinas Pendidikan terus mendorong terwujudnya tata kelola anggaran pendidikan yang…

Pameran Tunggal Lukisan SBY Dihadiri Khofifah-Emil Dardak, Rekam Rindu Ani Yudhoyono

Pameran Tunggal Lukisan SBY Dihadiri Khofifah-Emil Dardak, Rekam Rindu Ani Yudhoyono

Rabu, 16 Sep 2026 13:12 WIB

Rabu, 16 Sep 2026 13:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Pameran tunggal lukisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Surabaya dihadiri Gubernur Jatim Khofifah Indar P…