Pesilat Wanita Ngaku Dilecehkan Oknum Perawat RS Haji

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Korban DIS usai melaporkan oknum perawat RS Haji di SPKT Polrestabes Surabaya, Selasa (23/2/2021) kemarin. SP/Mahbub Fikri
Korban DIS usai melaporkan oknum perawat RS Haji di SPKT Polrestabes Surabaya, Selasa (23/2/2021) kemarin. SP/Mahbub Fikri

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Aksi pelecehan seksual yang dilakukan seorang perawat terhadap pasien terjadi di salah satu rumah sakit di Surabaya. Tepatnya di Rumah Sakit (RS) Haji Surabaya. Korban yang merupakan pesilat wanita berinisial DIS (18) asal Nganjuk dilecehkan  oleh perawat dengan diremas bagian payudara. Tak terima tindakan perawat tersebut, korban pun melaporkan kejadian itu ke polisi.

"Hari ini kami melakukan pendampingan kepada Pesilat Pagar Nusa di Polrestabes Surabaya, untuk melaporkan dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum perawat RS Haji Surabaya. Kebetulan korban  adalah anggota pesilat Pagar Nusa," ujar Danny Wijaya selaku kuasa hukum korban, Selasa (23/2/2021).

Ia menambahkan, bahwa laporan hari ini sudah selesai, selanjutnya korban akan menjalani pemeriksaan psikiater di Polda Jatim.  "Untuk selanjutnya, pihak kepolisian melakukan pemeriksaan dan visum. Dan kita tunggu hasil dari kepolisian," pungkasnya.

Sementara, korban DIS mengaku masih trauma saat mengingat ulah oknum tersebut. "Saya merasa trauma dan kecewa atas ulah oknum perawat. Dia sangat sengaja meremas payudara saya, dia mencari kesempatan di saat kondisi saya lemah," aku korban.

Ia mengaku, aksi pelecehan tersebut terjadi pada Minggu (21/2/2021) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB kemarin. Saat kejadian, korban dilakrikan ke rumah sakit oleh suaminya karena pingsan. Singkat cerita, setelah sampai di RS Haji, korban sadar namun kondisi lemas. Lalu korban dibawa ke ruang IGD oleh oknum perawat dengan menggunakan brankar dorong. Setelah di dalam ruangan, disitulah terjadi dugaan pelecehan terhadap korban.

"Saat itu saya sakit lambung, dia melakukan tensi di lengan kiri saya. Dua kali dia menyenggol payudara saya. Setelah mencopot tensi, dia meremas payudara saya. Selang beberapa menit dia langsung keluar ruangan," terang korban.

"Saya gak sempat memberontak, karena kondisi saya lemas. Setelah pulang dari rumah sakit, saya cerita pada suami," imbuhnya.

Menurutnya, datang ke Polrestabes Surabaya, untuk memperoleh keadilan hukum. "Saya berharap ada keadilan hukum, supaya tidak ada korban lagi di suatu saat nanti," pungkasnya.

 

Konfirmasi RS Haji Surabaya

Dikonfirmasi terpisah, Djati Setyo Putro Humas RS Haji Surabaya menjelaskan kronologi berbeda. Menurut Djati, keterangan yang dia himpun dari perawatnya, tidak ada tindakan asusila kepada pasien itu.

Djati menjelaskan, sesuai pengakuan perawat, pasien itu datang di IGD dalam keadaan pingsan diantar oleh suaminya. Kemudian, suaminya mengurus administrasi, lalu perawat melakukan pemeriksaan sesuai SOP di ruang pemeriksaan yang tertutup, seperti melakukan tensi, cek suhu tubuh.

“Karena pasien dalam keadaan pingsan, maka ditepuk tangannya bagian atas kiri, tapi tidak juga sadar. Lalu dilakukan tindakan lagi di tulang dada bagian tengah antara dua payudara, seperti orang kena serangan jantung diberi bantuan dasar hidup ditekan-tekan itu, tidak mengenai payudara,” kata Djati.

Tapi kata Djati, saat pemeriksaan itu pasien mengaku dalam keadaan sadar. Karena seolah sadar itu dia mengaku diremas payudaranya dua kali. Tapi saat itu juga tidak berteriak atau bereaksi karena mengaku masih lemas.

Setelah itu kata Djati, Minggu siangnya pasien tersebut membuat laporan ke Polsek Sukolilo dan penyidik Polsek melakukan pemeriksaan CCTV di IGD dan tidak mendapatkan bukti. Karena di bilik pemeriksaan tentu tidak ada CCTV, sebab itu ruang privasi pasien. “Lalu kami dan kepolisian melakukan mediasi pertemuan hari Senin. Pasien didampingi suaminya,” kata Djati.

Dalam mediasi itu, pihak RS Haji menjelaskan sesuai kronologi pengakuan versi perawat. Tapi, pasien tetap tidak terima dan minta dipertemukan dengan perawat itu. “Minta dipertemukan perawat, lalu kami hadirkan dan perawat itu mengaku tidak melakukan pelecehan. Tapi pasien tetap mengaku dalam keadaan sadar dan mengaku diremas,” katanya.

Sekarang ini kata Djati, posisi RS Haji menghormati proses hukum yang ditempuh pasien itu. RS Haji, kata Djati sudah berusaha meyakinkan kalau tidak terjadi perbuatan asusila kepada pasien itu.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian membenarkan jika pihaknya sudah menerima laporan dari pelapor atau korban. "Barusan kita terima laporannya dari SPKT, nanti kita akan tindaklanjuti, pasti akan kita dalami dulu, kita kan cari apakah hal ini benar-benar terjadi," pungkasnya.

"Ya nanti kita lihat dulu seperti apa kasusnya itu, pasti akan lakukan pemanggilan, mulai dari saksi-saksi, siapa yang dilaporkan, kita mintai keterangan dari pelapor juga," tambahnya. fm/cr2/ham

Berita Terbaru

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

SurabayaPagi, Gresik – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan b…

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Upaya pemerintah dalam memberantas praktik judi online (judol) terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kalangan…

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kebakaran hutan melanda kawasan perhutani di Petak 62 RPH Ngangsiran, BKPH Sampung, KPH Madiun, yang masuk dalam wilayah Kecamatan…

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Ponorogo menunjukkan progres positif. Berdasarkan data Aplikasi FASIH Pendataan SE…

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

‎ ‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – BEM Nusantara Jawa Timur mengirim karangan bunga ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Selasa (21/7/2026), sebagai aksi simb…

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan  ‎

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan ‎

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang gugatan perdata sengketa pengelolaan lahan parkir yang melibatkan PT Jatim Parkir Center (JPC) kembali bergulir di Pen…