Kasus salah transfer Rp 51 juta Bank BCA

Kuasa Hukum Bantah Pernyataan BCA

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi persidangan
Ilustrasi persidangan

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kasus salah transfer yang menyeret Ardi Pratama ke meja hijau masih bergulir. Kendati demikian, PT Bank Central Asia Tbk atau BCA akhirnya buka suara terkait kasus salah transfer tersebut.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F Haryn mengatakan  BCA sebagai lembaga perbankan selama ini telah menjalankan operasional perbankan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Sebagai informasi tambahan, kata dia, jika terjadi kesalahan transfer oleh bank, nasabah wajib mengembalikan uang tersebut, Kamis, (25/2).

Sekitar 10 hari kemudian, BCA mengakui adanya salah transfer dan meminta Ardi untuk mengembalikan dana tersebut. Karena uang itu sudah dipakai, Ardi meminta pengembalian dilakukan dengan cara mengangsur. Namun permintaan tersebut ditolak oleh BCA. Pada bulan Agustus 2020 Ardi kemudian dilaporkan ke polisi.

Hal ini yang membuat pihak pengacara korban atas nama Ardi Pratama melalui kuasa hukumnya R Hendrix Kurniawan membantah.

Dalam bantahan tersebut Hendrix Kurniawan mengatakan bahwa sesuai rilis yang keluar oleh pihak BCA (27/2/2021) tertulis bahwa pelapor kepada pihak kepolisian bukan dilakukan oleh pihak BCA, melainkan oleh mantan karyawan BCA yang dengan kesadarannya sendiri melakukan pelaporan ke kepolisian, dikarenakan dana tersebut belum dikembalikan oleh nasabah. 

"Kita tidak ada urusan dengan BCA, urusan kita dengan mantan karyawan atas nama Nur Chuzaimah yang melakukan salah transfer" kata Hendrix, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (3/3/2021).

"Padahal dalam berkas pemeriksaan itu pelapor masih mengaku jika masih berstatus sebagai karyawan BCA," kata Hendrix, Rabu (3/3/2021).

Selain itu, keterangan rilis yang dikeluarkan oleh PT BCA,Tbk itu tertera jika telah melakukan upaya penyelesaian secara musyawarah namun tidak ada itikad baik dari Ardi.

"Itu juga bohong. Tidak ada upaya musyawarah. Kalaupun ada, kapan tanggalnya dan dimana. Klien saya dipanggil berdasarkan somasi. Dua kali somasi didatangi dan ada itikad baik untuk mengembalikan dengan cara diangsur," sangkal Hendrix.

Dalam kasus salah transfer itu, Ardi dijerat dengan pasal 85 UU nomor 3 tahun 2011 tentang transfer dana.

Lagi-lagi, sangkaan dan dakwaan dalam pasal itu disebut sebagai salah alamat, lantaran sebagai pelapor bukanlah pihak bank BCA sebagai lembaga perbankan.

"Pasal itu mengatur mekanisme perlindungan lembaga perbankan dan nasabah. Kalau kemudian yang lapor perseorangan apakah bisa dijeratkan pasal tersebut. Ini menjadi kontraproduktif dan harus diluruskan," terangnya.

Dalam kasus Ardi, Hendrix khawatir jika akan menjadi preseden buruk dalam kegiatan perbankan ke depan apabila kasus ini dipaksakan berlanjut.

"Keputusan tetap pada hakim. Kami berharap agar Hakim objektif. Tapi jika kemudian kasus yang kami duga sejak awal cacat formil itu dipaksakan, saya khawatir ini akan menjadi preseden buruk terhadap operasional perbankan dan hukum kedepan," tandasnya.

Sementara Nur Chuzaimah tidak menjawab saat dihubungi sejumlah wartawan di Surabaya hingga berita ini dinaikan. jul

Berita Terbaru

Chery Pikap Double Cabin Diesel, Bisa Dipesan ke Australia

Chery Pikap Double Cabin Diesel, Bisa Dipesan ke Australia

Senin, 05 Okt 2026 08:31 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Chery sejatinya punya mobil pikap double cabin diesel berteknologi plug in hybrid electric vehicles (PHEV). Mobil itu makin dekat ke…

Pulihkan Stabilitas Ekonomi, Bolivia Didanai IMF Rp 33,98 triliun

Pulihkan Stabilitas Ekonomi, Bolivia Didanai IMF Rp 33,98 triliun

Senin, 05 Okt 2026 08:29 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bolivia mendapat akses pendanaan hingga SDR 1,369 miliar (US$ 1,9 miliar) atau sekitar Rp 33,98 triliun (asumsi kurs Rp 17.888). Dengan…

Subaru WRX STI Cherry Red Sport Edition, Hanya Satu di Indonesia

Subaru WRX STI Cherry Red Sport Edition, Hanya Satu di Indonesia

Senin, 05 Okt 2026 08:24 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:24 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Plaza Auto Mega selaku agen pemegang merek Subaru di Indonesia resmi meluncurkan Subaru WRX STI Cherry Red Sport Edition di Tanah Air,…

Tujuh Perusahaan Himpun Dana di BEI Rp 2,16 triliun

Tujuh Perusahaan Himpun Dana di BEI Rp 2,16 triliun

Senin, 05 Okt 2026 08:21 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:21 WIB

SURABAYAPAGI.com - Hingga 2 Oktober 2026, baru tujuh perusahaan yang tercatat melantai di BEI melalui IPO saham. Berdasarkan data BEI, tujuh perusahaan…

Peternak Ayam Broiler Semakin Terjepit

Peternak Ayam Broiler Semakin Terjepit

Senin, 05 Okt 2026 08:18 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:18 WIB

SURABAYAPAGI.com - Peternak Rakyat Mandiri Indonesia (Permindo) mengungkap saat ini harga ayam di kandang berkisar Rp 21.000-22.000/kilogram (kg). Sementara…

DUGAAN PERMUFAKATAN JAHAT JPU DI BANK ARTHA GRAHA GATE

DUGAAN PERMUFAKATAN JAHAT JPU DI BANK ARTHA GRAHA GATE

Senin, 05 Okt 2026 08:10 WIB

Senin, 05 Okt 2026 08:10 WIB

Sebagai Wartawan yang sedang melakukan tugas Jurnalisme Investigasi, Dr. Tatang Istiawan telah melaporkan JPU Kejari Surabaya ke Jaksa Agung RI melalui Jaksa…