Pembeli Baju Bekas Impor di Gembong Mulai Ramai Lagi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kondisi lapak baju bekas di Pasar Gembong, Surabaya .SP/AHMAD REZA
Kondisi lapak baju bekas di Pasar Gembong, Surabaya .SP/AHMAD REZA

i

SURABAYA PAGI, Surabaya - Munculnya Covid-19 membuat beberapa tempat-tempat di Surabaya menjadi sepi. Tak terkecuali di tempat yang biasanya menjadi tempat kerumunan warga, seperti pasar dan lainnya.

Pembatasan sosial dan ketakutan masyarakat akan penyebaran Covid-19 ini berdampak kepada para penjual baju bekas di kawasan Gembong. Kawasan sekitaran pasar Gembong ini memang sejak dulu ramai dengan para pedagang loak, khususnya baju bekas. Sebelum pandemi kawasan Gembong selalu dipenuhi oleh banyak pembeli yang berbondong-bondong membeli baju bekas ataupun barang lainnya, hal tersebut berbeda saat Jumat (12/3/2021) dan Sabtu (13/3/2021) lalu yang terlihat sepi dengan hanya beberapa lapak saja yang buka. Abdul, salah seorang pedagang baju bekas, mengatakan jika saat awal Corona naik di Indonesia dirinya mengaku sepi pengunjung.

“Biasanya kalau sore gini hari biasa banyak sebenernya yang liat-liat atau beli itu sampe sumpek, tapi semenjak ya tahun lalu berkurang,” ungkapnya, Sabtu (13/3/2021).

Sembari menata baju di lapaknya, ia mengungkapkan jika penghasilannya di masa awal pandemi khususnya saat bulan puasa berbeda dari biasanya. Saat bulan puasa 2019 lalu hampir setiap beberapa hari Abdul sudah menyetok barang baru lagi di lapak dagangnya.

“Saiki kalo ambil barang lagi bisa dua sampai tiga minggu baru kulakan lagi saya, karena yang lama masih banyak, apalagi pas awal-awal itu wah utuh mas sepi banget karena orang-orang takut keluar,” ujarnya.

Bagaimana tidak, banyak orang yang takut untuk berbelanja baju bekas lagi karena adanya Covid-19. Kebanyakan memang baju bekas yang dijual ini berasal dari luar negri khususnya Asia Timur. Pemkot sebenarnya sempat melarang penjualan baju bekas Import ini pada 2019. Akan tetapi hal tersebut tidak digubris pedagang. Kemudian pada akhir 2019 tren dari berbelanja baju bekas atau Thrifting digemari oleh kalangan anak muda.

Dengan nada khas surabaya-madura Abdul mengatakan jika memang akhir-akhir ini pembeli berangsur naik lagi. Akan tetapi menurutnya ramainya pengunjung ini biasanya hanya ada saat akhir pekan. Banyak juga dari beberapa pembeli ini memborong untuk kemudian dijual lagi.

“Ya syukur saja kalo minggu pagi bisa balik ramai lagi jadi masih bisa ada yang masuk lah buat makan,” tukasnya. Arb

Berita Terbaru

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Komisaris Krakatau Steel (KRAS), Adityo Haryo Bimo, Undur Diri

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:37 WIB

SURABAYAPAGI.com - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota Dewan Komisaris perseroan, Adityo Haryo Bimo. Surat…

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Bahlil Ubah Aturan Soal Tambang Agar Daerah Peroleh Manfaat

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:36 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

Harga Emas Dunia Melesat

Harga Emas Dunia Melesat

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:34 WIB

SURABAYAPAGI.com - Harga emas dunia menguat pada Senin, 2 November 2026. Kenaikan harga emas dunia bangkit dari level terendah dalam satu tahun yang dicapai…

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara mewaspadai kenaikan harga pangan atau volatile food di tengah kondisi kekeringan yang berpotensi…

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Hashim Bingungkan Menteri UMKM

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim Djojohadikusumo terkait rencana pemerintah memajaki tukang cukur dan tukang pijat…

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Dua Jam Mengintai di Plafon, Pria di Jember Perkosa Mahasiswi UIN

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Seorang pria berinisial MRF, 28 tahun, warga Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, diduga memperkosa seorang mahasiswi U…