Wali Kota Ning Ita Didapuk Jadi Ratu Dongeng Sehari

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wali Kota Mijokerto, Ika Puspitasari saat mendongeng asal usul nama Majapahit. SP/Dwy Agus Susanti
Wali Kota Mijokerto, Ika Puspitasari saat mendongeng asal usul nama Majapahit. SP/Dwy Agus Susanti

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto menggelar acara Mojokerto Mendongeng, di Pendopo Rumah Rakyat, Jumat (19/3/2021) pagi.

Dalam acara tersebut, Wali Kota Mojokerto didapuk menjadi ratu dongeng sehari. Petinggi pemkot ini diberi panggung untuk mendongeng di depan puluhan pelajar perwakilan dari SDN Gedongan 1, Gedongan 2, SMPN 3, dan SMPN 9 Kota Mojokerto.

Tak pelak, mendongeng secara spontan ini, membuat Ning Ita merasa bernostalgia ke era sepuluh tahun lalu. Saat putra-putrinya masih anak-anak. Ia terlihat tak canggung saat berkisah terkait Asal Usul Nama Majapahit.

"Temanya memang cukup berat untuk ditangkap dan di ingat oleh anak-anak se usia mereka. Tapi saya lihat, mereka paham kok, jika inti ceritanya adalah soal pengkhianatan," ujarnya.

Melalui dongeng itu, Ning Ita berpesan moril untuk selalu menjaga hubungan yang baik dalam pertemanan. "Jangan ada penghianatan, berteman itu harus tulus, baik saling menjaga satu sama lain," imbaunya.

Ditanya terkait kesan-kesannya saat mendongeng, Ning Ita mengaku
tak ada persiapan khusus. Ia juga mengaku, jika mendongeng ini bukan hal yang baru bagi dirinya.

"Ini mendadak saja, di mobil langsung saya baca inti ceritanya. Tapi bagi saya pribadi, ini refresh 10 tahun lalu kebiasaan bersama anak-anak saya. Hanya saja, sekarangkan ada gadget malah lebih menarik ada audio dan visual. Bisa didengarkan bersama-sama dan disharingkan," tukasnya.

Ia menjelaskan, dilaksanakannya acara peringatan hari dongeng sedunia tahun 2021 ini untuk membangkitkan kembali dunia perdongengan di tengah masyarakat yang saat ini mulai luntur.

"Dongengkan kebudayaan. Nah kebudayan ini sedikit terdegradasi. Dengan event ini kita mengingatkan kembali, dongeng itu masih layak dan masih tetap ada nilainya, terus kita budayakan di era sekarang walaupun dengan metode yang berbeda," ungkapnya.

Ning Ita mengatakan, metode penyampaian dongeng baik konvensional maupun teknologi digital tak ada bedanya. Terpenting habit (kebiasaan) mendongeng dalam sebuah keluarga haruslah tetap ada, hingga menjadi tradisi yang turun temurun.

"Terpenting substansi dongengnya. Dimana kita menyampaikan pesan moral kepada anak-anak melalui cerita. Sebab pesan moral lebih kuat dimemori, dibandingkan nasehat tanpa ada cerita," imbuhnya.

Selain mendongeng, Ning Ita bersama Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Mojokerto juga menyerahkan sejumlah penghargaan.

Yakni, lukisan foto diri asli pendongeng warga Kota Mojokerto dan patung mahkota Ratu Tribhuwana Tungga Dewi ke perwakilan keluarga pendongeng almarhum Ismaniasita, dan almarhum Trio F. Rony.

Tak hanya itu, empat pendongeng juga turut serta dalam mendongengkan kumpulan-kumpulan cerita rakyat. Yaitu, cerita Epos Ramayana oleh Aurelya Nabila Zahiyah, cerita Thak Uthak Ugel oleh Erny Mardiana, lalu Kisah si Kancil oleh Eko Bahtiar Rohman, dan Perjalanan si Nando oleh Lizmitrul Barara.

Sementara itu, Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo menjelaskan, peringatan hari dongeng sedunia menjadi salah satu agenda penting yang sudah direncanakan untuk digekar rutin tiap tahunnya dalam kegiatan DKD Kota Mojokerto.

"Ini menjadi salah satu rangkaian agenda DKD. Ke depan akan ada lebih banyak lagi agenda kita untuk melestarikan dan memajukan budaya khususnya Mojopahit," pungkasnya. Dwi

Berita Terbaru

Heboh! Penemuan Sarang Tawon Mematikan ‘Vespa’ Berukuran 1,5 Meter di Trenggalek

Heboh! Penemuan Sarang Tawon Mematikan ‘Vespa’ Berukuran 1,5 Meter di Trenggalek

Rabu, 08 Apr 2026 14:14 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Baru-baru ini, warga di Dusun Soho, Desa Mlinjon, Kecamatan Suruh, Trenggalek menemukan sarang tawon mematikan berjenis ‘Vespa’ y…

Diduga Usai Santap Menu Sayur Berlendir MBG, Siswa SDN Mojokendil Nganjuk Keracunan

Diduga Usai Santap Menu Sayur Berlendir MBG, Siswa SDN Mojokendil Nganjuk Keracunan

Rabu, 08 Apr 2026 14:07 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 14:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Kasus terkait keracunan akibat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, tiga siswa di SDN Mojokendil,…

Satlantas Polres Gresik Sabet Penghargaan Teraktif 2 dari Polda Jatim

Satlantas Polres Gresik Sabet Penghargaan Teraktif 2 dari Polda Jatim

Rabu, 08 Apr 2026 13:59 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 13:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Berkat kinerja yang aktif dan k…

Borong 11 PROPER Emas KLH 2025, Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership

Borong 11 PROPER Emas KLH 2025, Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership

Rabu, 08 Apr 2026 13:20 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 13:20 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam a…

Kontraktor Tak Sepakati Nilai Ganti Rugi Hasil Audit BPKP, Rehabilitasi Alun-alun Kota Kediri Tertunda

Kontraktor Tak Sepakati Nilai Ganti Rugi Hasil Audit BPKP, Rehabilitasi Alun-alun Kota Kediri Tertunda

Rabu, 08 Apr 2026 13:08 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 13:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Kelanjutan proyek rehabilitasi Alun-Alun di Kota Kediri masih terkendala perbedaan nilai ganti rugi pembayaran antara pemerintah dan…

Dinilai Tak Adil! Sosialisasi Parkir Digital Berakhir Ricuh, Jukir Minta Bagi Hasil 70 Persen dan Pemkot 30 Persen

Dinilai Tak Adil! Sosialisasi Parkir Digital Berakhir Ricuh, Jukir Minta Bagi Hasil 70 Persen dan Pemkot 30 Persen

Rabu, 08 Apr 2026 13:03 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 13:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi akan menetapkan parkir digital dengan menggelar sosialisasi kepada juru parkir…