Hilangkan Kebiasaan Tantrum Anaknya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tasya Kamila
Tasya Kamila

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan artis cilik Tasya Kamila usai menikah dengan Randi Bachtiar pada 2018 lalu, Ia pun dikaruniai seorang anak bernama Arrasya Wardhana Bachtiar. Saat ini, Tasya Kamila tengah disibukkan dengan kegiatan mengurus sang buah hatinya.

Usia anak lelakinya, Arrasya, yang sedang menginjak usia 2 tahun membuat Tasya Kamila mulai sigap mendidik buah hatinya. Arr, sapaan anak Tasya, pun sudah semakin pintar dalam berbicara serta mengekspresikan dirinya.

Namun di balik semua itu, Tasya harus berjuang mengubah kebiasaan Arrasya saat sedang mengalami tantrum. Hal itu terungkap lewat salah satu postingan terbaru Tasya di akun sosial media miliknya. "Life with a toddle, Arr sama kok sama Batita yang lain, punya beragaaam emosi yang besar, yang di usianya emang mereka tunjukkan dengan aksi fisik. Kita lagi sama2 berlatih nih gimana caranya supaya kalau Arr marah nggak mukul2 (baik dirinya atau orang lain)," tulis Tasya yang dikutip, Senin (22/3/2021).

Lewat video tersebut, wanita 28 tahun ini tampak terdengar menasehati anaknya untuk melampiaskan amarah dengan memukul lantai atau bantal. Tak hanya itu, ia juga sempat meminta agar putranya berhenti menyusu pada dirinya lantaran usianya sudah hampir 2 tahun. "Aku jelasin ke Arr kalau marah bolehnya pukul bantal atau sofa aja, pelan-pelan dia udah mulai bisa nahan diri (kalau inget)," jelas Tasya.

"Beginilah hari2ku sebagai Mom of a toddler, ada tips2 ngga nih bunddd supaya mamanya sabar menghadapi Arr yg lagi hobi marah2?" tandasnya.

Sebagai informasi, tantrum adalah keadaan ketika anak meluapkan emosinya dengan cara menangis kencang, berguling-guling di lantai, hingga melempar barang. Untuk anak berusia 1 hingga 2 tahun dan prasekolah, Tantrum kejadian hal yang normal. Namun saat menginjak 4 tahun, tantrum sudah seharusnya berkurang.

Tantrum umumnya disebabkan oleh terbatasnya kemampuan bahasa anak untuk mengekspresikan perasaannya. Sehingga mereka hanya bisa meluapkan emosinya dengan cara meronta, berteriak, menangis, menjerit, serta menghentakkan kedua kaki dan tangannya ke lantai. Pada kasus tertentu, tantrum pada anak mungkin bisa disebabkan oleh gangguan perilaku atau masalah psikologis, seperti autisme dan depresipsikologis, seperti autisme.

Berita Terbaru

Jusuf Kalla, Bareskrimkan Grace, Ade dan Abu

Jusuf Kalla, Bareskrimkan Grace, Ade dan Abu

Rabu, 06 Mei 2026 05:50 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla , tak terima pemotongan ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) dilakukan…

Bupati Bersama Ayahnya Disidang Bareng Korupsi Rp 12,4 miliar

Bupati Bersama Ayahnya Disidang Bareng Korupsi Rp 12,4 miliar

Rabu, 06 Mei 2026 05:45 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Terdakwa bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang, bersama ayahnya, HM Kunang, resmi bergulir di meja hijau, kemarin.Pasangan bapak dan…

Sempat Jadi Perdebatan Hakim, Jaksa dan Advokat, Ternyata Nadiem Sakit Sangat Subyektif

Sempat Jadi Perdebatan Hakim, Jaksa dan Advokat, Ternyata Nadiem Sakit Sangat Subyektif

Rabu, 06 Mei 2026 05:43 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:43 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Mantan Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim, Selasa (5/5) memancing perdebatan keluhan sakit, sehingga gak bisa hadiri sidang. Usut punya…

Ade Armando, Merasa Diserang

Ade Armando, Merasa Diserang

Rabu, 06 Mei 2026 05:41 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:41 WIB

SURABAYAPAGI : Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ade Armando mengundurkan diri dari PSI. Ade menyebut pengunduran dirinya demi kebaikan bersama."Melalui…

Profesor Unair Sedih, Kampus Kini Jadi "Pabrik" Tenaga Kerja

Profesor Unair Sedih, Kampus Kini Jadi "Pabrik" Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 05:40 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pakar Sosiologi Pendidikan Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Tuti Budirahayu Dra MSi, menilai orientasi yang hanya berfokus pada…

Dollar Selama 52 Minggu, Rentang Rp 16.079-17.404,-

Dollar Selama 52 Minggu, Rentang Rp 16.079-17.404,-

Rabu, 06 Mei 2026 05:35 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 05:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia Erwin G. Hutapea menyampaikan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap…