Napi Lapas yang Kabur Ditangkap, Pernah Nyamar jadi Penunggu Makam

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Indra, narapidana yang kabur, berhasil ditangkap setelah kakinya ditembak oleh petugas Polsek Tenggilis Surabaya. Kini ia ditahan di Tahanan Polsek Tenggelis. Sp/Fikri
Indra, narapidana yang kabur, berhasil ditangkap setelah kakinya ditembak oleh petugas Polsek Tenggilis Surabaya. Kini ia ditahan di Tahanan Polsek Tenggelis. Sp/Fikri

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Satu dari 3 tahanan yang kabur dari penjara akhirnya berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Tenggilis Surabaya. Tersangka yang diamankan yakni Indra Purnama (35). tersangka kabur dari tahanan sejak dua tahun silam atau sejak 2019.

Menurut informasi, tersangka memiliki banyak tempat singgah selain di Patua dan Tandes juga terdapat di Tempel Sukorejo dan Jalan Kupang Panjaan. "Yang bersangkutan ini ditangkap anggota kami saat bersembunyi di sebuah rumah kos di daerah Jalan Tubanan, Tandes, Surabaya," kata Kapolsek Tenggilis, AKP Riki Donaire Piliang, Rabu (24/3/2021).

Riki mengatakan, tersangka Indra merupakan tahanan kasus penipuan atau penggelapan genset dan jack hammer. Sejak kabur pada 12 April 2019, tersangka kerap berpindah-pindah tempat untuk bersembunyi.

Unit Reskrim yang dipimpin Kanitreskrim Iptu Irwan Nugraha yang melakukan penyelidikan kemudian mengetahui keberadaan tersangka dan berhasil mengamankan buronan itu. "Tersangka ini juga terpaksa diberikan tindakan tegas pada salah satu betis kakinya, karena saat dilakukan penangkapan berusaha kabur dan melawan anggota kami," ujar dia.

Meski Indra, napi yang kabur telah ditangkap, tambah Riki, masih ada dua tahanan yang masih buron. “Masih ada dua yang masih buron. Saat itu mereka kabur bersama tersangka yang ditangkap ini. Mereka tahanan narkoba," tambah alumnus Akpol 2009 tersebut.

 

Nyamar Penunggu Makam

Sementara itu, Iptu Irwan menambahkan, bahwa tidak mudah menangkap tersangka Indra. Selain kerap berpindah-pindah tempat, juga pernah menyamar sebagai penunggu makam di daerah Mojokerto.

Sebelum berada di sana, tersangka lebih dulu tinggal di daerah Petemon Surabaya. Setelah itu bersembunyi di daerah Kupang Surabaya sekitar lima bulan. "Tersangka ini cukup licin. Kerap berpindah-pindah tempat untuk bersembunyi. Sebelum kami tangkap di daerah Tandes, ia sembunyi di sebuah makam di daerah Mojokerto. Setiap hari tidur di sana. Bantu bersih-bersih makam," jelas mantan Kasubnit Resmob dan Jatanras Polrestabes Surabaya itu.

Sedangkan tersangka Indra, saat dirilis di Mapolsek Tenggilis mengaku nekat kabur dari jeruji besi karena diajak dua tahanan yang kini masih buron. Yakni AN dan RH.

Saat itu, awalnya AN dan RH mengetahui gembok di sel tahanannya kuncinya terbuka sekitar pukul 04.00 Wib. Mereka kemudian merencanakan untuk kabur, lantas mengajak Indra. Tapi, Indra menolak. Ketika petugas lengah, AN dan RH dengan santainya membuka pintu sel, kemudian kabur.

"Saya tahu temen-temen kabur. Saya diajak ndak mau awalnya. Tapi setelah jarak sekitar satu jam itu, saya berubah pikiran. Saya juga ikut (kabur)," kata Indra.

Berhasil keluar dari tahanan, Indra jalan kaki ke arah barat Polsek Tenggilis. Ia kemudian memesan taksi untuk lari ke daerah Petemon Surabaya, ke rumah saudaranya. "Saya sebenarnya tidak mau. Tapi kangen sama anak istri. Waktu itu istri saya juga hamil, mau melahirkan. Saya minta maaf pak," tutur bapak empat anak tersebut sambil menundukkan kepalanya.

Dari kasus ini, AKP Riki menegaskan agar dua tahanan yang masih buron segera menyerahkan diri. Karena pihaknya tidak segan-segan melakukan tindakan tegas.

"Keberadaan kedua tersangka sudah berhasil kami identifikasi. Saya imbau, untuk segera menyerahkan diri. Karena kami tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas. Ini warning kepada kedua tersangka," pungkasnya. fm/nt/cr3/ham

Berita Terbaru

Kamisan ke-18 di Madiun, Reformasi Polri Hanya Angan-Angan

Kamisan ke-18 di Madiun, Reformasi Polri Hanya Angan-Angan

Kamis, 26 Feb 2026 20:53 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:53 WIB

SURABAYA PAGI, Kota Madiun – Di tengah suasana Ramadan, puluhan massa yang tergabung dalam Aksi Kamisan Madiun kembali bersuara di depan Makam Pahlawan Kota M…

Pegawai BC Ditangkap di Kantornya, Komplotan Pemilik Koper Uang Rp 5 Miliar

Pegawai BC Ditangkap di Kantornya, Komplotan Pemilik Koper Uang Rp 5 Miliar

Kamis, 26 Feb 2026 20:52 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:52 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Kamis (26/2/2026) sore kemarin, KPK menetapkan seorang pegawai Bea Cukai, Budiman Bayu Prasojo (BBP), sebagai tersangka baru kasus s…

OJK Berharap Tahun 2026, Penyaluran Kredit UMKM Harus Kencang

OJK Berharap Tahun 2026, Penyaluran Kredit UMKM Harus Kencang

Kamis, 26 Feb 2026 20:49 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dengan perpanjangan ini, ia berharap bunga kredit makin kompetitif sehingga penyaluran kredit UMKM bisa lebih kencang tahun ini.…

LPDP Minta Orang Kaya, Jangan Ambil Beasiswa Penuh

LPDP Minta Orang Kaya, Jangan Ambil Beasiswa Penuh

Kamis, 26 Feb 2026 20:41 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini keluarga mampu alias keluarga kaya diminta tak mengambil beasiswa penuh. Hal ini dimaksudkan agar anggaran beasiswa bisa…

Pesantren Ramadhan

Pesantren Ramadhan

Kamis, 26 Feb 2026 20:40 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Masjid Istiqlal Jakarta melalui Madrasah Istiqlal Jakarta akan menyelenggarakan agenda pesantren Ramadhan 2026. Tahun ini tema…

BUMN Impor Pickup, DPR Cawe-cawe

BUMN Impor Pickup, DPR Cawe-cawe

Kamis, 26 Feb 2026 20:38 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pekan ini, ribuan mobil pickap asal India resmi mendarat di Indonesia. Hingga Rabu (25/2) masih dibongkar di Pelabuhan Tanjung…