SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik dalam rangka Peninjauan Infrastruktur dan Transportasi Perkereta apian di Kota Mojokerto, Sabtu (3/4/2021) pagi.
Didampingi Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, Wakil Wali Kota A. Rizal Zakaria dan Direktur Sarana Perkeretaapian PT KAI, Heru Wisnu Wibowo, Komisi yang membidangi masalah Infrastruktur dan Perhubungan ini meninjau secara langsung progres kesiapan pembangunan jalur ganda (double track) Mojokerto - Wonokromo.
"Ada tiga hal yang kita tinjau hari ini, pertama terkait penerapan protokol kesehatan di Stasiun Mojokerto, kedua soal kesiapan pembangunan double track Mojokerto - Wonokromo dan terakhir soal rencana program padat karya tunai yang melibatkan warga sekitar," jelasnya.
Politisi PDIP ini menyebut, Komisi V DPR RI sangat mengapresiasi Kementerian Perhubungan atas program padat karya tunai di seluruh Indonesia, khususnya Jawa timur.
Pasalnya, program ini merupakan upaya kongkrit dari pemerintah pusat untuk memulihkan perekonomian warga terdampak akibat pandemi covid-19.
"Karena itu, kita ingin pastikan jika pengerjaan proyek ini nantinya benar-benar wajib melibatkan warga sekitar yang dilintasi," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyampaikan dua aspirasi penting dalam kunker wakil rakyat ini. Diantaranya soal harapan program padat karya tunai ini benar-benar di prioritaskan bagi warga Kota Mojokerto dan penyelesaian sengketa tanah antara warga Kelurahan Miji Baru I Kota Mojokerto dengan PT KAI.
"Kita berharap wakil rakyat ini bisa memperjuangkan persoalan sengketa tanah warga yang sampai hari ini belum ada progres selesai," ungkapnya.
Wali Kota menyebut, terdapat 100 Kepala Keluarga yang terdampak akibat rencana perluasan stasiun kereta api Mojokerto. Mereka menaruh harapan penuh kepada pemerintah agar memberi solusi terbaik atas nasib mereka.
"Segala upaya sudah kita tempuh, baik melalui rapat dengar pendapat dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan juga mengirim surat ke Presiden perihal fasilitasi dan audiensi penyelesaian masalah. Namun tetap saja belum ada titik terang," keluhnya.
Ning Ita menambahkan, pihaknya menaruh harapan besar atas kunjungan anggota Komisi V DPR RI ini ke Kota Mojokerto. Ia memohon agar aspirasi warganya dapat di fasilitasi untuk mendapat solusi terbaik.
"Yang kita inginkan kelancaran dan kenyamanan pengerjaan sarana transportasi bisa berjalan dengan baik tanpa mengecewakan salah satu pihak," harapnya.
Terpisah, Direktur Sarana Perkeretaapian PT KAI, Heru Wisnu Wibowo menjelaskan proyek pembangunan jalur ganda Mojokerto - Wonokromo sepanjang 40 Kilometer bakal mulai dikerjakan pada bulan Juni 2021 ini. Proyek ini merupakan proyek strategis nasional dengan kucuran anggaran senilai Rp. 1,5 trilyun lebih.
"Proses pengerjaan kita bagi dua tahap, yakni proyek double track Mojokerto - Sepanjang dan Sepanjang - Wonokromo. Untuk tahap satu kita mulai bulan Juni 2021 hingga 2022 dan tahap dua kita mulai tahun 2022 hingga 2023," jelasnya.
Ia mengatakan, proyek ini adalah proyek padat karya yang proses pengerjaannya melibatkan warga sekitar perlintasan. Tapi ini hanya untuk pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus.
"Untuk wilayah Mojokerto ada dua Kecamatan yang rencananya dilibatkan dalam proyek padat karya ini yakni Kecamatan Magersari Kota Mojokerto dan Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Mereka yang terlibat akan digaji sesuai UMR," pungkasnya. Dwy
Editor : Mariana Setiawati