Elis Zulfa yang Sukses Manfaatkan Kain Perca Jadi Kerajinan Kimekomi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Elis Zulva Mastuti dengan kerajinan kimekomi miliknya. SP/ TLG
Elis Zulva Mastuti dengan kerajinan kimekomi miliknya. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Elis Zulva Mastuti yang merupakan warga di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung ini memanfaatkan kain-kain perca sisa menjahit baju untuk membuat kerajinan kimekomi yang termasuk seni kerajinan dari Jepang dengan menggunakan teknik menyelipkan kain pada sebuah pola atau gambar pada media tertentu. Elis mulai menekuni kerajinan kimekomi tersebut baru sekitar satu hingga dua tahun terakhir.

Alasan Elis memilih kimekomi karena kerajinan ini hanya memanfaatkan bagin terkecil dari kain. Sehingga tidak ada lagi kain perca yang terbuang sia-sia. Ini berkaitan juga dengan tren suitable fashion atau pemanfaatan kain untuk menunjang kebutuhan fashion dari bagian terbesar kain hingga bagian terkecil.

“Konsepnya adalah bagaimana sebuah produk fashion itu dapat minim limbah. Karena seperti kita tahu kain tidak dapat diuraikan,” terangnya.

Sebelum menekuni bisnis kimekomi tersebut, awalnya Elis bekerja sebagai penjahit dan produsen kain shibori serta ecoprint menghasilkan banyak kain perca. Potongan-potongan kain tak terpakai ini hanya menumpuk di sudut galeri miliknya. Dari situ, dirinya pun lantas berpikir untuk memanfaatkan kembali kain-kain tersebut untuk barang yang lebih berguna.

“Mulanya kain perca ini saya buat masker kain karena masa pandemi begini masker jadi kebutuhan. Ternyata masih ada juga sisa kainnya, akhirnya berpikir membuat kimekomi ini,” jelasnya.

Selain itu, untuk membuat sebuah kerajinan kimekomi cukuplah sederhana. Yakni hanya memerlukan polifoam, karton sebagai alas, pen cutter, gunting, busa, lem, pola gambar, kain perca, dan tali ataupun hiasan lain untuk pemanis. Caranya, gunakan pen cutter untuk memberi efek cekung pada setiap garis pola gambar. Jika sudah, siapkan kain yang akan digunakan dan potong sesuai ukuran pola. Selipkan kain menggunakan pen cutter pada setiap pola hingga tertutup rapat.

“Kalau sudah, ya tinggal diselipkan begini sampai semua pola tertutup. Jika sudah, tinggal dihias sesuai selera,” urainya.

Meskipun terbilang sederhana, karena memanfaatkan potongan terkecil kain justru memberi tantangan tersendiri. Ini karena lebih detail dan harus pandai dalam mempadu-padankan warna. Sebab, meskipun menggunakan kain perca, tetap bagaimana cara agar pola yang telah dibuat dapat terlihat lebih hidup atau minimal menyerupai asli.

Sementara untuk pemasaran, Elis memanfaatkan media sosial (medsos) agar jangkauan pasar lebih luas. Tak heran pelanggannya rata-rata berasal dari luar kota. Seperti Semarang, Malang, Magelang, hingga Jakarta. Disinggung mengenai rencana ke depan, dia pun bercita-cita akan menggelar lebih banyak workshop maupun pelatihan dengan basis suitable fashion. Ini sebagai upayanya untuk mengurangi limbah kain di masa mendatang. “Saya harap upaya kecil ini bisa membantu mengurangi limbah kain. Untuk itu, ingin sekali menggelar lebih banyak pelatihan,” tandasnya. Dsy1

Berita Terbaru

Jaga Kenyamanan Ruang Publik, Pemkot Surabaya Tata Ulang Kawasan Kuliner Karang Menjangan

Jaga Kenyamanan Ruang Publik, Pemkot Surabaya Tata Ulang Kawasan Kuliner Karang Menjangan

Kamis, 10 Sep 2026 11:51 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 11:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya menjaga kenyamanan aktivitas kuliner sekaligus ketertiban ruang publik, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menata…

Hadapi Tuntutan Dunia Kerja, Pemkab Lamongan Dorong Mahasiswa Kuasai Teknologi

Hadapi Tuntutan Dunia Kerja, Pemkab Lamongan Dorong Mahasiswa Kuasai Teknologi

Kamis, 10 Sep 2026 11:45 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 11:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Sebagai salah satu upaya strategis agar mampu menghadapi tuntutan dunia kerja yang terus berkembang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Hadapi Banjir, Pemkab Dorong Percepatan Normalisasi Sungai dan Saluran Air

Hadapi Banjir, Pemkab Dorong Percepatan Normalisasi Sungai dan Saluran Air

Kamis, 10 Sep 2026 11:38 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 11:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya menangani persoalan banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mendorong percepatan normalisasi sungai dan…

Pakai BMN, Pemkab Probolinggo Jadikan GWS Pusat Ekonomi di Bromo

Pakai BMN, Pemkab Probolinggo Jadikan GWS Pusat Ekonomi di Bromo

Kamis, 10 Sep 2026 11:11 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 11:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo mendorong pusat ekonomi di kawasan wisata Gunung Bromo, menggunakan penerimaan hibah…

Terdampak Karhutla, Jalur pendakian Gunung Raung Banyuwangi Ditutup Sementara

Terdampak Karhutla, Jalur pendakian Gunung Raung Banyuwangi Ditutup Sementara

Kamis, 10 Sep 2026 10:59 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 10:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Akibat terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di jalur pendakian di Gunung Raung Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur,…

Bank Jatim Perkuat Fundamental, Kredit Konsolidasi Tumbuh 41,68 Persen dan Laba Naik 53,4 Persen

Bank Jatim Perkuat Fundamental, Kredit Konsolidasi Tumbuh 41,68 Persen dan Laba Naik 53,4 Persen

Kamis, 10 Sep 2026 10:44 WIB

Kamis, 10 Sep 2026 10:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) terus memperkuat fundamental bisnis dan transformasi perusahaan di tengah d…