'Gubernur Khofifah' Trending Twitter,Pemprov Jatim Bantah Pakai Buzzer

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Beberapa ciutan yang diduga menggunakan buzzer. SP/@TANGKAPAN LAYAR Twitter
Beberapa ciutan yang diduga menggunakan buzzer. SP/@TANGKAPAN LAYAR Twitter

i

SURABAYAPAGI,Surabaya - Para netizen menemukan sejumlah tweet dari berbagai akun yang diduga adalah tim buzzer untuk tagline “Gubernur Khofifah” agar jadi trending topik di Twitter.

Cuitan terkait Gubernur Khofifah dipost dengan mengkutip potongan-potongan kutipan Gubernur Jatim di media massa. Selanjutnya, unggahan itu diakhiri dengan dua kata ‘Gubernur Khofifah’.  Banyak netizen yang kemudian menyangka bahwa trending topic ‘Gubernur Khofifah’ itu adalah dibuat sengaja oleh ulah buzzer.

Pada Minggu, 4 April 2021 kata ‘Gubernur Khofifah’ menjadi Tren Twitter banyak unggahan yang hampir mirip- mirip dan mengunggah kesan baik bagi pemimpun Jawa Timur tersebut.

“Gubernur Khofifah meminta masyarakat tak perlu khawatir,pi terus te2tep waspada & ati2,” tulis akun @GakuhAriani

“Gubernur Khofifah meminta masy tak khawatir, tp hrs tetep waspada n hati-hati,” tulis akun @Hafidd Rizally

“Gubernur Khofifah,jga melakukan penyerahan honor TKSK Provinsi Jawa Timur TW 1 thn 2021 utk 666 orng masing-masing sebesar Rp. 500 ribu selama tiga bulan,” tulis akun @ SendyMaretta

“Gubernur Khofifah,jg melakukan penyerahan honor TKSK Provinsi Jatim TW 1 thn 2021 u/ 666 org masing-masing sebesar Rp. 500 ribu selama 3 bln,” tulis KrishtiShifa.

“Gubernur Khofifah jga mengajak jajaran Bupati n Wali Kota di Jawa Timur utk ruz mendorong penerapan digitalisasi dlm birokrasi ASN di wilayahnya” tulis @HanawatiIca

 “Gubernur Khofifah jg mengajak jajaran Bupati & Wali Kota di Jatim u/ trus mendorong penerapan digitalisasi dlam birokrasi ASN di wilayahnya” tulis akun @AnnisaArabella

Banyak unggahan serupa yang akhirnya membuat warganet lain curiga dan mengatakan bahwa Gubernur Jawa Timur, Khofifah membayar buzzer untuk menaikan citranya.

 “Liat trending topics "Gubernur Khofifah" di scroll banyak tweet serupa dan seirama!! Hallo hallo para BuzzeRp ud dpt bayarannya lom??” tulis akun @ryanmyusup.

“Apa cmn gw yg ngrasa tiap kali ada trending bu khofifah isinya buzzer semua.” tulis @S_Yudhani

Bantah Adanya Buzzer

Menanggapi hal itu, Plh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono menegaskan Pemprov Jatim tidak memiliki dan mempekerjakan buzzer atau pendengung di media sosial. 

“Sekali lagi saya ingin tegaskan bahwa Grahadi tidak pernah memanipulasi percakapan di platform media sosial manapun. Kami juga tidak pernah menganggarkan untuk menggerakkan buzzer,” ungkap Heru di Grahadi, Senin (5/4/2021).

Gubernur Khofifah sendiri, kata Heru, mengaku kaget saat dirinya diberitahu menjadi trending topic di Twitter. 

Terlebih percakapan yang trending tersebut berpola dan seperti mengikuti satu instruksi.

Lanjut Heru, juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menginstruksikan siapapun untuk memanipulasi percakapan di media sosial. 

“Jadi isinya petikan-petikan isi berita dan statement, namun tidak jelas apa yang dimaksud. Inilah yang mengakibatkan netizen menuding Grahadi menggerakkan buzzer. Padahal kami sendiri tidak tahu siapa dirigennya,” imbuhnya. 

Dia tidak ingin berspekulasi siapa pelakunya. "Mungkin orang iseng yang ingin menjatuhkan kredibilitas Gubernur Khofifah. Tapi yang pasti, kami tidak pernah mempekerjakan buzzer untuk pencitraan Gubernur Khofifah,” tambah Heru. 

Pihak Pemprov pun, dikatakan Heru sempat menelusuri siapa yang ada dibalik pembuat trending topic tersebut. Saat ditelusuri, mayoritas akun yang mencuitkan 'Gubernur Khofifah' adalah akun-akun baru yang baru bergabung di bulan Januari 2021 dengan jumlah follower atau pengikut kurang dari 100.na

Berita Terbaru

Trotoar RSUD Caruban Semrawut, Akses Pejalan Kaki dan Pasien Terganggu

Trotoar RSUD Caruban Semrawut, Akses Pejalan Kaki dan Pasien Terganggu

Rabu, 04 Feb 2026 14:50 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun — Ruang publik di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, Kabupaten Madiun, berubah semrawut. Trotoar yang semestinya menjadi h…

Musda X FSP KEP SPSI Jatim Dorong Hubungan Industrial Adaptif dan Berkeadilan

Musda X FSP KEP SPSI Jatim Dorong Hubungan Industrial Adaptif dan Berkeadilan

Rabu, 04 Feb 2026 14:44 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 14:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan SPSI (FSP KEP SPSI) Jawa Timur menekankan pentingnya hubungan industrial yang …

Kota Mojokerto Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Kota Mojokerto Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Rabu, 04 Feb 2026 14:43 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 14:43 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Kota Mojokerto terpilih sebagai salah satu daerah pilot project Digitalisasi Bantuan Sosial. Secara nasional, terdapat 41 daerah…

Susur Sungai Ngotok Hadir di TBM, Tambah Destinasi Wisata Baru di Kota Mojokerto

Susur Sungai Ngotok Hadir di TBM, Tambah Destinasi Wisata Baru di Kota Mojokerto

Rabu, 04 Feb 2026 14:42 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Kota Mojokerto kembali menghadirkan destinasi wisata baru melalui wisata susur Sungai Ngotok di kawasan Taman Bahari Mojopahit…

iSTTS Bekali Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Etika AI Lewat Bootcamp Intensif

iSTTS Bekali Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Etika AI Lewat Bootcamp Intensif

Rabu, 04 Feb 2026 13:42 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 13:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (Institut STTS) memfasilitasi puluhan jurnalis dari Surabaya dan Sidoarjo dalam Bootcamp…

Awal 2026, Disnak Tulungagung identifikasi 59 Ekor Ternak Terjangkit PMK

Awal 2026, Disnak Tulungagung identifikasi 59 Ekor Ternak Terjangkit PMK

Rabu, 04 Feb 2026 12:04 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 12:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Pada awal 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengidentifikasi kasus…