Sukses Tekuni Bisnis Kerajinan Anyaman Bambu Hingga Luar Daerah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Indrawati yang sedang mengayam bambu untuk dijadikan keranjang hampers lebaran. SP/ TLG
Indrawati yang sedang mengayam bambu untuk dijadikan keranjang hampers lebaran. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Indrawati merupakan salah seorang perajin Berbagai keranjang dari anyaman bambu. Ia awalnya memulai kerajinan anyaman tersebut berawal dari tas belanja, wadah minum, hingga terbaru keranjang untuk wadah parsel atau hampers lebaran.

Dia senang menekuni usaha anyaman bambu tersebut sebab sedari kecil, lingkungan sekitar tempat tinggalnya merupakan salah satu sentra kerajinan anyaman di Tulungagung. “Saat saya muda dulu banyak warga sini yang membuat besek (wadah nasi dari anyaman), termasuk ibu saya. Namanya tinggal di desa, ya mau tidak mau saya pasti akan diminta untuk membantu membuat besek ini,” jelasnya.

Indrawati mencoba membuat keranjang belanja berbahan anyaman bamboo pada tahun 2008. Berkat inovasinya, ia mendapat apresiasi positif dari para pelanggan. Terlebih karena keranjang belanja produksinya tergolong kuat. Bahkan, dapat diisi aneka bahan pangan seperti minyak goreng kemasan, gula kiloan, hingga beras.

“Banyak yang menggunakan keranjang ini untuk wadah zakat atau bahan belanjaan ke pasar. Dari situ saya tertarik untuk mengembangkan lagi membuat berbagai kerajinan berbahan bambu,” terangnya.

Bahkan, dia mengaku sempat kewalahan sehingga harus membatasi orderan. Ini karena proses produksi hanya dikerjakan sendiri di rumah. Sehingga dia harus membagi waktu antara menjadi ibu rumah tangga dan perajin anyaman. “Kalau keranjang anyaman untuk parsel sudah biasa, ini saya coba membuat yang bentuknya mirip tas belanja. Jadi lebih unik dan bisa digunakan untuk belanja di pasar,” urainya sembari memamerkan produk yang dimaksud.

Tak hanya membuat tas belanja untuk wadah parsel, dia pun membuat wadah anyaman berbentuk tabung untuk botol sirup maupun minuman kemasan lainnya. Selain lebih unik, juga menjaga agar botol-botol dari kaca ini tidak mudah pecah ketika sedang dikemas.

Kini, dia sedang mencoba membuat wadah untuk toples dalam ukuran kecil. Sehingga cocok untuk wadah kue ataupun permen di ruang tamu. “Apalagi ketika Lebaran, tradisi orang-orang itu selalu menyajikan aneka jajanan. Saya mencoba menjemput peluang itu,” tuturnya.

Sementara itu, untuk jumlah produksi per hari terbilang terbatas. Terlebih jika yang dibuat merupakan anyaman berukuran kecil. Sebab, diperlukan ketelitian tinggi. “Kadang tangan sampai ngapal, kebeler, atau tertusuk kena serpihan bambu sudah biasa,” imbuhnya seraya tertawa.

Untuk pemasaran, ibu dua anak ini hanya memanfaatkan media sosial WhatsApp untuk promosi. Namun, produksi anyaman miliknya telah melanglang buana hingga luar daerah. Seperti Surabaya, Kediri, Blitar, dan Trenggalek. Ke depan, dia ingin terus mengembangkan kerajinan berbahan dasar bambu tersebut. Dsy12

 

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…