SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menindaklanjuti fenomena kekeringan agar tidak meluas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan telah menyalurkan bantuan air bersih kepada 3.095 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan.
Berdasarkan laporan BPBD Lamongan, distribusi air bersih dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pemantauan, laporan, serta permintaan dari wilayah terdampak. Dan hingga Selasa (18/8/2026), distribusi air bersih telah menjangkau 9 kecamatan, 15 desa, dan 22 dusun.
"Untuk mendukung distribusi tersebut, BPBD Lamongan menyiapkan lima armada truk tangki. Selain itu, disiapkan pula logistik pendukung berupa tandon air, terpal, dan jerigen untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lamongan, Sugeng Widodo, Rabu (19/08/2026).
Sementara itu, berdasarkan pemetaan terbaru BPBD Lamongan, terdapat 91 desa di 15 kecamatan dan 168 dusun yang berpotensi terdampak kekeringan. Sebanyak 44 desa masuk kategori kritis dan 47 desa kategori langka air.
"Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi BPBD Lamongan dalam menentukan prioritas penanganan, pemantauan kondisi wilayah, serta penyusunan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak kekeringan," papar Sugeng.
Oleh karenanya, BPBD Lamongan memastikan pemantauan kondisi wilayah terus dilakukan. Penanganan dan dropping air bersih akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah yang mengalami keterbatasan air. BPBD juga mengaktifkan Posko Siaga Kekeringan dan Pusdalops sebagai pusat pemantauan, koordinasi, penerimaan informasi, dan penanganan kejadian kekeringan.
Selain itu, Pemkab Lamongan telah melakukan langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026. Salah satunya, dengan menyiapkan penanganan kekeringan dan mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air. "Dropping air bersih secara bertahap berdasarkan hasil pemantauan, laporan, dan permintaan dari wilayah terdampak," pungkasnya. lm-02/dsy
Editor : Redaksi