Dakwah Lewat Bigo Live Hingga Komentari Stigma Negatif Tiktok

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gus Miftah. SP/ JKT
Gus Miftah. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pendakwah nyetrik Gus Miftah yang juga sebagai da'i, dan pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta ini kini ramai diberitakan punya akun Bigo Live. Sebuah aplikasi live video yang kerap mendapat stigma negatif. Namun, Gus Miftah membantah hal tersebut.

Sebelumnya, Gus Miftah mengaku mendapat tawaran untuk menjadi juri di Bigo Live. Ia ditawari untuk ikut andil menyeleksi festival salawat pada 10 Mei di Bigo Live.

Gus Miftah mengaku kemunculannya di Bigo Live kala itu untuk mengaji. Ia juga berkesempatan bertanya kepada pemakai aplikasi tersebut. Ke depannya, Gus Miftah pun berencana untuk membuat akun Bigo Live. Saat ini, pembuatan akun itu tengah diurus oleh manajernya.

Dalam video yang tersebar di akun gosip, Gus Miftah mengajak untuk para penontonnya mengikuti lomba jelang Ramadan.

"Assalamualaikumwarrahmatullahiwabarakatuh, Bro sebentar lagi bulan puasa lo. Mau nggak dapetin hadiah duit ratusan juta? Caranya gampang. Kamu bisa ikut lomba nyanyi, solawatan, dan juga stand up comedy paket komplit lah pokoknya. Tapi, dengan tema Islam yang diselenggarakan oleh Bigo Live," kata Gus Miftah, Selasa (6/4/2021).

Selain itu, Gus Miftah juga mengutarakan pandangan terkait bermain TikTok untuk siapa pun. Karena sebenarnya tidak ada masalah bermain TikTok asalkan tidak menyalahi aturan. "Tapi, kalau soal bagaimana hukum bermain TikTok, selama tidak mengandung kemaksiatan, mengandung syahwat, dan gairah tidak masalah," katanya.

"Sepanjang kontennya tidak mengandung maksiat, tidak mengumbar aurat, tidak mengandung syahwat, katakanlah tak ada manfaatnya makruh. Tapi kalau maksiat hukumnya (haram)," sambung Gus Miftah.

Tak hanya itu, Gus Miftah memang gemar berdakwah dimana saja. Salah satunya yaitu suka berdakwah di kelab malam. Hal tersebut dilakukan sebab Gus Miftah ingin menunjukkan manusia sebenarnya harus bisa saling mengenal dan menasihati, bukan menghakimi.

"Jadi gini anak-anak kelab malam butuh Tuhan nggak? Cuma nggak ada fasilitas, karena ketika mereka datang tempat pengajian selalu dihakimi. Padahal saya selalu mengatakan, Allah menciptkana manusia untuk saling mengenal dan menasihati bukan untuk saling menilai dan menghakimi," ucapnya.

"Makanya kita seringkali menjadi hakim dan jaksa kesalahan orang lain dan jadi pengacara untuk kesalahan diri sendiri. Jangan pernah ngomongin orang sebelum dengar sendiri," tegas Gus Miftah. Dsy10

Berita Terbaru

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

DPR RI Bambang Haryo Dorong Batik Ecoprint Surabaya Tembus Pasar Internasional

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 22:07 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono mendorong pemerintah memperluas dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di S…

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Perkuat Kesenian Reog, Ponorogo Dukung Barongan Blora Jadi ICH Extension UNESCO 

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 19:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, PONOROGO-Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, dalam pengusulan…

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

67 Juta UMKM, Sertifikasi SNI Masih Minim, DPR RI Soroti Keterbatasan Anggaran BSN

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 18:32 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Rendahnya cakupan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi tantangan d…

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Kirab Enam Tumpeng Raksasa Warnai Haul ke-61 Mbah KH Moh Syafi’i di Pongangan

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 16:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Tradisi dan gotong royong kembali berpadu dalam peringatan Haul ke-61 Mbah Kiai Haji (KH) Mohammad Syafi’i dan para sesepuh Desa Pon…

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Bupati Sumenep : Warnai Hari Santri dan Hari Jadi ke-757 Sumenep Dengan 111.111 Kali Al-Waqi'ah

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 14:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep mengkolaborasikan peringatan Hari Santri 2026 dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep dengan gerakan…

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Emil Dardak Pastikan Pengurus Demokrat Jatim Tuntas Akhir Oktober, Pelantikan November

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

Jumat, 16 Okt 2026 11:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan penyusunan kepengurusan DPD Partai Demokrat Jatim periode 2…