Pegawai Kejari Probolinggo Diperiksa Kejagung, Diduga Urusan Cewek

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Gedung Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo.
Gedung Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo.

i

 SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo – Sejak Rabu (7/4/2021) pagi, beredar kabar informasi ada sejumlah jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo diamankan oleh sejumlah tim khusus yang diterjunkan dari Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Bahkan, kabar tersebut beredar dan menyebar secara berantai di beberapa aplikasi pesan percakapan WhatsApp. Dimana, dari informasi tersebut, sejumlah oknum jaksa di seksi intel dijemput oleh petugas dari Kejagung RI. Dimana, sedikitnya ada tiga oknum jaksa yang dikabarkan diamankan oleh tim Kejagung dan dibawa ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk pemeriksaan.

“Ada tiga orang yang diamankan oleh tim Kejagung. Bahkan pak Kasi Intel dan Kasubsi serta staf pegawai di Intel namanya Andri, yang dibawa Kejagung. Infonya langsung dibawa ke Kejati (Jatim),” kata sumber Surabaya Pagi di internal Kejari Kabupaten Probolinggo, Rabu (7/4/2021) siang.

Saat kontributor Surabaya Pagi di Probolinggo mendatangi Kejari Kabupaten Probolinggo di Jalan Panglima Sudirman Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, pada Rabu (7/4/2021) siang.

Aktivitas pegawai di kantor yang terletak di utara jalur pantura itu, tak seperti biasanya. Suasananya lengang, hanya tampak petugas keamanan yang berjaga dan sejumlah mobil terparkir.

Bahkan, saat kontributor mencoba menggali informasi dari sumber internal tersebut, aksi pengamanan sejumlah oknum jaksa di Kejari Kabupaten Probolinggo ini diduga terkait tindakan indisipliner dan kode etik yang dilakukan oknum Kejari Kabupaten Probolinggo.

“Kasus detailnya saya gak tau. Coba konfirmasi ke pusat (Kejagung atau Kejati) saja di Surabaya. Sepertinya soal kode etik. Tadi (Rabu pagi, red), tidak ada yang diamankan soal barang-barang. Coba langsung konfirmasi saja kesana,” sebut sumber itu.

Sementara, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Fathur Rohman saat dikonfirmasi Surabaya Pagi, Rabu (7/4/2021) sore, menjelaskan tidak ada penangkapan (operasi tangkap tangan) terhadap jaksa di Kejari Probolinggo.

Fathur Rohman menyebut, informasi OTT adalah hoaks alias tidak benar. Namun Fathur menjelaskan, peristiwa yang terjadi hanya sebuah klarifikasi dari tim Kejagung RI terhadap salah satu pegawai di Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo terkait dugaan tindakan kode etik dan indisipliner.

“Tidak benar itu OTT (terhadap 3 jaksa). Hoaks. Tetapi memang ada satu pegawai staff disana, bukan jaksa yang dilakukan klarifikasi oleh tim Kejagung karena ada pengaduan masyarakat,” ucap Fathur Rohman, Rabu (7/4/2021).

Terpisah, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo, Yuni Priyono juga menegaskan hal yang sama. Bahwa informasi adanya operasi tangkap tangan di Kejari Kabupaten Probolinggo, tidak benar alias hoaks.

Yuni hanya memaparkan, bahwa hanya ada panggilan dinas dari pihak Satgas 53 Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.  “Jadi istilah penangkapan pegawai (Kejaksaan) itu tidak benar, tidak ada OTT ataupun apa yang lainnya tidak ada. Kami hanya memenuhi panggilan dinas saja, jadi itu informasi hoaks. Kemungkinannya itu untuk mengganggu kegiatan penegakan hukum,” tutur dia.

Namun, dari informasi yang dihimpun, staff pegawai di Kejari Kabupaten Probolinggo yang diamankan oleh tim Kejagung RI diduga kesandung masalah dengan seorang wanita lain. Bahkan, hingga Rabu malam, staff pegawai Kejari Kabupaten Probolinggo masih diperiksa di Kejati Jatim. bd/yt/cr2/rmc

Berita Terbaru

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…