Tolak Refocusing ADD, Puluhan Perwakilan Perangkat Desa Datangi DPRD

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Puryono selaku Perwakilan Perangkat Desa saat menyampaikan aspirasi di gedung DPRD Trengggalek
Puryono selaku Perwakilan Perangkat Desa saat menyampaikan aspirasi di gedung DPRD Trengggalek

i

SURABAYAPAGI. COM, Trenggalek - Pemerintah Kabupaten Trenggalek berencana memangkas ADD (Alokasi Dana Desa) rata-rata sebesar 32 juta per desa untuk penanganan Covid 19, namun rencana tersebut menuai penolakan seluruh kepala desa. 

 

Beberapa perangkat desa yang tergabung dalam perwakilan AKD (Asosiasi Kepala Desa) se Kabupaten Trenggalek dan PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia) mendatangi gedung DPRD untuk menyampaikan penolakan tersebut dihadapan para wakil rakyat, Kamis (8/4/2021)

 

Puryono selaku Ketua AKD (Asosiasi Kepala Desa) se-Kabupaten dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dirinya mewakili segenap perangkat desa se-Kabupaten Trenggalek menyatakan menolak adanya rencana pemotongan ADD.

 

"Kami menuntut bahwa refocusing terkait ADD yang digunakan untuk penanganan Covid 19 di Kabupaten Trenggalek mutlak kita tolak," tegas Puryono.

 

Penolakan itu sambungnya dilatarbelakangi karena ADD tersebut menyangkut anggaran rumah tangga desa. Jika ADD dipangkas maka gaji petugas di Pemerintahan Desa seperti BPD, PKK, Posyandu, RT dan RW dipastikan hilang.

 

Dengan adanya rapat dengar pendapat bersama DPRD tersebut, ia berharap agar para wakil rakyat memberikan jaminan kepada perangkat desa, supaya ADD tidak dipangkas untuk penanganan Covid 19 di Kabupaten Trenggalek.

 

"Alokasi Dana Desa jangan sampai dikurangi satu rupiah pun, karena menyangkut hajat hidup yang ada di desa," pintanya.

 

Selain itu ia juga mengingatkan apabila hingga hari Senin depan tak kunjung ada respon dari Pemerintah Daerah terkait aspirasi yang telah disampaikan dalam rapat dengar pendapat tersebut, maka dirinya beserta perangkat desa yang lain akan melakukan aksi turun ke jalan dengan mengerahkan massa yang lebih banyak.

 

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Trenggalek Agus Cahyono dalam kesempatan yang sama menjelaskan, DPRD Trenggalek akan mengawal secara maksimal agar ADD tidak mengalami refokusing pada tahun ini.

 

"Kita sepakat dan kita akan mengawal aspirasi dan memberikan amanat kepada pada Sekda dan jajarannya untuk berkoordinasi dengan Bupati bahwa sebisa mungkin ADD itu tidak terkurangi," jelas Agus.

 

Kemudian ia mengungkapkan bahwa total ADD itu adalah 101 miliar lebih yang berasal dari dana transfer sebesar 10 persen. Sementara total nilai rencana pemangkasan ADD seluruhnya mencapai 5 miliar.

 

Refokusing ADD itu sebenarnya instruksi dari Pemerintah pusat. Meski demikian, dengan melihat adanya aspirasi dari para perangkat desa, maka DPRD Trenggalek mengambil sikap sepakat dan berupaya mengawal aspirasi tersebut.

 

"Kita kan tahu ya yang melakukan pelayanan sampai ke tingkat dasar bertemu langsung dengan masyarakat, itu adalah kepala desa," jelasnya.

 

Agus berpesan bahwa di masa pandemi seperti sekarang ini, apabila terdapat warga desa yang terkonfirmasi positif Covid-19 dan kemudian meninggal dunia, para kades beserta perangkat lainnya mesti tampil di depan, meskipun tidak ada insentif khusus untuk mereka.

 

"Dari situ lah paling tidak pendapatan mereka dari ADD tidak dikurangi," pesannya. Fab/Can

Berita Terbaru

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Hadir di Surabaya, BSI Fest Ramadan 2026 Bidik Inklusi Keuangan Syariah di Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 23:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menghadirkan BSI Fest Ramadan 2026 di Surabaya pada 19–22 Februari 2026. Kegiatan ini me…

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Bukti Arkeologis Mengungkap Fakta Gajah Mada Lahir Di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 22:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Bukti Arkeologis mengungkap Flkakta Gajah Mada lahir di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur, dari Dewi Andogsari tidak …

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

PN Surabaya Vonis Debitur FIFGroup dalam Kasus Fidusia, Pelaku Utama Diganjal 3,5 Tahun

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 20:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya — Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya menjatuhkan vonis bersalah kepada sejumlah debitur pembiayaan FIFGroup dalam perkara p…

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Amicus Curiae Mantan Menteri, Bela Wartawan

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:28 WIB

Jaksa Dakwa Direktur Pemberitaan Jak TV, Buat Program dan Konten Bentuk Opini Negatif di Publik Terkait Penanganan Tiga Perkara Korupsi Minyak…

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Prabowo tak Sungkan Akui Praktik ilegal di Depan Pengusaha AS

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:27 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto mengakui saat ini Indonesia masih dipenuhi dengan praktik ilegal. Ia memberikan beberapa contoh…

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

PDIP Usik Kekuasaan Jokowi, Revisi UU KPK

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

Kamis, 19 Feb 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan pembicaraan undang-undang di DPR bukan terkait selera kekuasaan. "Bagi saya,…