Modal Rp 5 Juta, Petani Bawang Merah Trenggalek Raih Untung Besar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ari (baju orange) sedang memanen bawang merah
Ari (baju orange) sedang memanen bawang merah

i

SURABAYAPAGI.COM, Trenggalek - Pertanian komoditas bawang merah ternyata bisa menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Hal itu diungkapkan oleh salah satu petani bawang merah Kabupaten Trenggalek Ari Guntur Prihantono S.TP yang mengaku lega meraih keuntungan yang cukup lumayan dari hasil panen bawang merah di ladang miliknya.

 

"Benih bawang merah yang saya tanam dua bulan yang lalu, hari ini bisa saya panen," ungkap Ari disela-sela memanen hasil bawang merah diladang miliknya desa Ngetal Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek, Kamis (8/4/2021).

 

Benih bawang merah yang ia tanam di lahan seluas 380 meter tersebut seluruhnya sejumlah 50 kilogram. Benih bawang merah itu, ia dapat dari Kabupaten Nganjuk, dengan harga perkilonya mencapai Rp 25 ribu rupiah.

 

"Benih yang saya dapatkan itu benih yang berkualitas. Karena kalau kita menggunakan benih yang tidak berkualitas maka akan mempengaruhi hasil produksi," kata Ari jebolan Fakultas Pertanian UNEJ Jember.

 

Karena di Kabupaten Trenggalek tidak ada petani yang menjual benih berkualitas dan bersetifikat. Sehingga ia memilih untuk mencari benih bawang merah dari Kabupaten Nganjuk.

 

Modal awal yang harus Ari keluarkan untuk menanam benih di lahan miliknya tersebut seluruhnya 5 juta rupiah. Saat ini hasil panen yang ia dapatkan total mencapai 750 kilo.

 

"Jadi jika harga perkilo 25 ribu kemudian dikalikan hasil panen 750, berarti bila dirupiahkan menjadi 18 juta. Nah dari modal awal 5 juta, dua bulan kemudian saya dapat keuntungan 13 juta lebih," ungkapnya dengan sumringah.

 

Kemudian ia menjelaskan bahwa harga perkilo 25 ribu tersebut adalah harga bawang merah dari petani. Sementara harga dipasaran bisa berbeda, seperti saat ini kurang lebih Rp 30 - 35 ribu rupiah perkilo.

 

Sementara itu, menurut Ir. Agung Sudjatmiko sebagai pemerhati dunia pertanian di Kabupaten Trenggalek memberikan sarannya, hendaknya petani bawang merah Trenggalek bisa menyediakan benih sendiri daripada harus membeli dari luar kabupaten.

 

"Saya melihat petani bawang merah Trenggalek ini jika ingin mendapatkan benih, mereka harus mencari dari kabupaten lain. Mestinya itu tidak perlu terjadi jika petani bawang merah di Trenggalek berani menjadi penyedia benih bawang merah," sarannya.

 

Lanjut Agung, petani bawang merah tidak dapat disamakan dengan petani padi atau sejenisnya. Karena mereka yang bergerak di dunia komoditas bawang merah ini adalah orang-orang pilihan yang berani melakukan terobosan dan spekulasi.

 

Dengan semakin banyaknya warga Trenggalek yang saat ini beralih menjadi petani bawang merah, hal itu menunjukkan adanya keberanian dan patut didorong oleh Pemerintah.

 

"Pemerintah dalam hal ini tidak boleh diam, mereka harus segera turun dan melakukan bimbingan pada petani bawang merah," pintanya.

 

Berdasarkan data yang Agung peroleh dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, ia menyebutkan bahwa luas lahan tanaman bawang merah di Kabupaten Trenggalek seluruhnya 24 hektar.

 

Sementara untuk hasil produksi bawang merah hingga bulan Februari 2021 keseluruhan mencapai 147 ton. Kemudian untuk luas satu hektar tanaman bawang merah bisa menghasilkan kurang lebih 7,7 ton.

 

"Ini kan potensi yang harus kita kembangkan. Saya justru berharap generasi milenial saat ini untuk bisa menjadi petani bawang merah di wilayahnya sendiri," tutupnya. Fab/Can

Tag :

Berita Terbaru

SIG Pertahankan Kinerja Positif di 2025 Lewat Transformasi dan Efisiensi

SIG Pertahankan Kinerja Positif di 2025 Lewat Transformasi dan Efisiensi

Rabu, 01 Apr 2026 18:41 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil menjaga kinerja keuangan tetap positif sepanjang tahun 2025 di tengah tekanan i…

Dukung WFH Setiap Jumat, Ketua Komisi A: Harus Dijalankan Dengan Sistem Monitoring 

Dukung WFH Setiap Jumat, Ketua Komisi A: Harus Dijalankan Dengan Sistem Monitoring 

Rabu, 01 Apr 2026 18:37 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan langkah antisipatif menyusul kebijakan Work From Home (WFH) setiap Jumat bagi…

Konflik Global Berdampak ke Sawah, HKTI Jatim Dorong Transformasi Energi Pertanian

Konflik Global Berdampak ke Sawah, HKTI Jatim Dorong Transformasi Energi Pertanian

Rabu, 01 Apr 2026 18:33 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:33 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dampak konflik global mulai dirasakan hingga ke sektor pertanian di daerah. Ketidakpastian pasokan energi, khususnya bahan bakar m…

Satpolairud Gresik Evakuasi Mayat Lansia yang Ditemukan Mengapung di Dermaga Petro

Satpolairud Gresik Evakuasi Mayat Lansia yang Ditemukan Mengapung di Dermaga Petro

Rabu, 01 Apr 2026 18:33 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Petugas dari Satpolairud Polres Gresik mengevakuasi sesosok jasad pria lanjut usia yang ditemukan mengapung di area bawah dermaga P…

Dinilai Tak Sinkron dengan Pusat, Saifudin Zuhri Desak Khofifah Cabut SE WFH ASN Hari Rabu

Dinilai Tak Sinkron dengan Pusat, Saifudin Zuhri Desak Khofifah Cabut SE WFH ASN Hari Rabu

Rabu, 01 Apr 2026 18:22 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 18:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Anggota DPRD Jawa Timur Komisi A sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Saifudin Zuhri yang akrab disapa Fudin, melontarkan …

Diduga Sengaja Temperkan Diri KA di Pintasan KM 102 +00 Pria Bujanga Tewas di TKP

Diduga Sengaja Temperkan Diri KA di Pintasan KM 102 +00 Pria Bujanga Tewas di TKP

Rabu, 01 Apr 2026 17:49 WIB

Rabu, 01 Apr 2026 17:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar- Semalam Selasa (32 Maret 2026) sekitar pukul 19.45 warga di sekitaran Kelurahan/Kec.Wlingi Kab.Blitar di kejutkan suara klakson…