Penyandang Disabilitas yang Tetap Berkarya Teknik Ecoprint

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Nanik Riyanto yang sibuk mengolah lembaran kain putih primisima. SP/ TLG
Nanik Riyanto yang sibuk mengolah lembaran kain putih primisima. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Keterbatasan fisik tak menghalangi para penyandang disabilitas untuk terus berkarya. Melalui teknik ecoprint, Nanik Riyanto berupaya mandiri dengan menciptakan kain corak melalui pewarnaan alami. Hampir seluruh proses teknik ecoprint dilakukannya sendiri. Kecuali saat menggulung.

Kini hasil buatannya banyak dipesan. Padahal terbilang baru seumur jagung menekuni teknik pewarnaan itu. Tepatnya setelah mendapat pelatihan ecoprint dari Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik Prof Soeharso Surakarta pada November 2020 lalu.

Ecoprint hasil buatan Nanik laku keras hingga luar Tulungagung. Seperti Lumajang, Jakarta, Pasuruan, Surabaya, hingga Kalimantan. Bahkan, ada yang dikirim hingga Belanda. Rata-rata perbulan ya 5-6 lembar lah. Tapi bisa lebih juga seperti kemarin, dibawa teman ke Jakarta itu sampai 20 lembar.

Ia pun mendapatkan modal dari dana stimulan Kementerian Sosial RI Rp 2 juta yang didapat dari pelatihan tersebut, dan bertekad mengembangkan usaha yang didasari saat melihat peluang pasar ecoprint masih luas. "Modal itu saya manfaatkan beli kain, bahan pewarna alami serta pengukus," katanya.

Sedangkan dalam proses pewarnaan teknik ecoprint ini sedikit rumit, diawali dengan mencuci lebih dulu kain dengan tro atau biangnya detergen. Sebelum dipencetakan corak daun, kain direndam terlebih dulu dengan menggunakan air campuran tunjung selama sehari. Cara ini dilakukan untuk mengikat warna dasar kain. Baru kemudian, dilanjutkan pengeringan dengan cara diangin-anginkan.

Selanjutnya kain dibagi menjadi dua sisi simetris, satu sisi menjadi alas, dan sisi lain berfungsi seperti kaca. Objek yang akan dicetak pada kain sesuai selera. Nanik, biasa menggunakan daun jati, jarak kepyar, jaran, randu, waru, rayutan, kalpataru, ketepeng (kering) dan masih banyak lainnya.

Kemudian, daun ditata sedemikian rupa di satu sisi kain, kemudian sisi yang lain dijadikan penutup yang dialasi plastik. Butuh seni dalam penataan ini. "Kain tersebut digulung sembari mempertahankan posisi daun agar tidak bergeser. Kemudian diikat," jelasnya

Tahap selanjutnya adalah pengukusan agar warna daun keluar. Lipatan kain tersebut dikukus selama dua hingga tiga jam pada suhu 100 derajat Celcius. Setelah itu, kain dibersihkan dari sisa daun yang menempel. Selanjutnya dijemur tidak dibawah terik matahari.

"Banyak yang suka dengan kain teknik ini. Karena coraknya tiap kain berbeda-beda serta ramah lingkungan. Bahkan kain ini sering dijadikan produk fashion," terangnya.

Selain itu, Nanik berencana akan mengembangkan usahanya di media lain, seperti kulit. Dengan begitu, produk yang ditawarkan tidak monoton. Serta juga akan mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial (medsos). Dsy3

Berita Terbaru

Jelang Pilkada 2029, Pemkab Madiun Usulkan Dana Cadangan Rp60 Miliar

Jelang Pilkada 2029, Pemkab Madiun Usulkan Dana Cadangan Rp60 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 11:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 11:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) setempat tahun 2029, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, telah mengusulkan…

Antisipasi Banjir di Wilayah Rawan, Pemkab Sidoarjo Normalisasi Delapan Sungai

Antisipasi Banjir di Wilayah Rawan, Pemkab Sidoarjo Normalisasi Delapan Sungai

Selasa, 22 Sep 2026 11:17 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 11:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sebagai upaya dalam mengantisipasi potensi di musim penghujan yang kerap melanda kedua wilayah rawan banjir, Pemerintah Kabupaten…

Tekan Pengangguran, Pemkab Pasuruan Gencarkan Pelatihan Singkat Berbasis Industri

Tekan Pengangguran, Pemkab Pasuruan Gencarkan Pelatihan Singkat Berbasis Industri

Selasa, 22 Sep 2026 10:57 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 10:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Demi menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan menggelar pelatihan singkat berbasis penempatan industri.…

Ada Temuan Kasus ‘Flu Like Illness’, Dinkes Situbondo Ingatkan Pola Hidup Bersih

Ada Temuan Kasus ‘Flu Like Illness’, Dinkes Situbondo Ingatkan Pola Hidup Bersih

Selasa, 22 Sep 2026 10:50 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 10:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Menindaklanjuti adanya temuan sebanyak puluhan orang menderita influenza like illness (ILI), kini Dinas Kesehatan (Dinkes)…

Vonis Investasi Rp5 Miliar, Majelis Hakim Soroti Marketing yang Disebut Terima Komisi Rp100 Juta

Vonis Investasi Rp5 Miliar, Majelis Hakim Soroti Marketing yang Disebut Terima Komisi Rp100 Juta

Selasa, 22 Sep 2026 10:47 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 10:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Persidangan perkara investasi senilai Rp5 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya tidak hanya berujung pada vonis terhadap dua t…

Pemkot Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Banjir Rob di Pesisir Surabaya Jelang Super New Moon

Pemkot Siapkan Langkah Mitigasi Hadapi Banjir Rob di Pesisir Surabaya Jelang Super New Moon

Selasa, 22 Sep 2026 10:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 10:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mewaspadai adanya banjir rob di Kota Pahlawan menjelang fenomena Super New Moon sehingga pasang air laut maksimum akan…