Berkah Bulan Ramadhan, Bisnis Kue Tatik Meningkat 2 Kali Lipat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tatik Sugiarti dengan produk kue rumahannya. SP/ BYW
Tatik Sugiarti dengan produk kue rumahannya. SP/ BYW

i

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Tatik Sugiarti, salah satu pemilik industri kue rumahan di Kabupaten Banyuwangi merasa bersyukur di bulan Ramadhan ditambah pandemi Covid-19 ini. Pada Ramadan ini, dirinya kebanjiran pesanan kue lebaran dari aneka Kota dan Kabupaten dari beberapa provinsi.

Sebelumnya, sudah setahun lebih Tatik terpaksa harus merugi dan mengalami penurunan produksi akibat lesunya perekonomian di tengah wabah virus yang saat ini tidak ada habisnya. Menurutnya, naiknya jumlah pesanan ini merupakan berkah tersendiri bagi usaha miliknya.

"Untuk pesanan lumayan sekarang, cukup untuk menghidupi beberapa orang yang ikut membantu disini. Untuk yang pesan kemarin ada juga yang dari Kalimantan, Bali, dan beberapa kota lainnya," ucap Tatik Sugiarti, Minggu (18/4/2021).

Saat ini produksi usaha kue rumahan Tatik meningkat 2 kali lipat. Yang sebelum datangnya bulan Ramadhan, Tatik hanya memproduksi 300 bungkus saja setiap harinya. Kini ia mampu memproduksi hingga 600 bungkus per hari dibantu oleh beberapa tetangga dan kerabatnya.

Meskipun pesanan yang datang tidak seramai tahun sebelumnya, dirinya tetap bersyukur atas hasil dari usaha yang sudah dilakoni sejak tahun 2000 ini. "Tentunya pesanan tidak seperti tahun-tahun sebelum Covid-19, kalau di hitung-hitung ya turun ada 50 persen dari sebelum Covid-19," ujar Tatik.

Selain itu, Tatik juga memproduksi beragam jenis kue Ia produksi, Mulai dari kue kelemben khas Banyuwangi, bangkiak, ladrang, hingga kue kuping gajah. Untuk harga yang ditawarkan pun cukup ramah di kantong. Dengan berat 250 gram, jajanan kering ini hanya dihargai Rp 5 ribu hingga Rp 25 ribu Rupiah saja.

Sedangkan saat disinggung mengenai resep mujarabnya, Tatik mengungkap di dalam kue buatannya tersebut berasal dari bahan yang murni tanpa ada pengawet kimia hingga mampu bertahan sampai dengan 6 bulan lamanya.

"Saya memang tidak mencampur bahan dengan pengawet apapun, untuk bisa tahan lama kuncinya hanya di teknik pengeringan dan cara pengemasannya," ucap Tatik.

Pada Ramadan kedua ditengah wabah Covid-19 ini Tatik masih bersyukur. Dirinya dan seluruh keluarga diberikan rejeki dan dijauhkan dari ancaman wabah mematikan ini oleh Allah yang Mahakuasa.

Kedepan Tatik berharap, adanya perhatian dari banyak pihak untuk ikut membantu memasarkan produk industri rumahan terlebih dengan adanya pandemi Covid-19 ini. Hingga nantinya kue lebaran dari industri rumahan bisa menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Dsy7

 

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…