Untung Banyak, Sulap Limbah Ban Bekas Jadi Aneka Kerajinan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ronald Kayon tengah memaku potongan ban bekas menjadi pot bunga di bengkel. SP/ MJK
Ronald Kayon tengah memaku potongan ban bekas menjadi pot bunga di bengkel. SP/ MJK

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Ronald Kayon mampu mengubah rongsokan ban menjadi aneka kerajinan mulai pot tanaman, dudukan pot, pot bonsai, hingga tong sampah, produk kerajinan tangan itu dicat dengan warna-warna mencolok.

Awalnya ia membuat produk tersebut sekitar 8 bulan lalu saat ia mendapat pesanan pembuatan pot dan tong sampah. Bahannya dari ban motor matik bekas. “Saya dapat keterampilan ini dari kakak saya yang bekerja di Papua. Akhirnya saya terapkan di sini,” jelasnya, Senin (26/4/2021).

Beranjak dari pesanan itu, rupanya disukai. Gayung bersambut, beberapa kenalan pun memesan pot dan tong dari bahan ban bekas tersebut. “Biasanya 100 tong sampah itu makan waktu 10 hari pembuatan,” ujarnya.

Pembuatan pot dan tong sampah terbilang tak mudah. Tak sembarang ban bekas bisa dipakai. Ban bekas motor matik ukuran 14 bisa dipakai. Ban motor matik juga bisa disulap jadi pot. Sisi bagian dalam ban dipotong urat pinggirnya. Kemudian dipotong membuat alur zig-zag. Setelah itu, posisi ban dibalik. Yang bagian dalam jadi keluar. Sehingga, tercipta ban melingkar dengan tepian meliuk mirip daun teratai.

Beda dengan tong sampah. Bahan yang digunakan ban bekas dump truck. Ukurannya bisa semeter lebih. Setelah dipotong sesuai pola, ban dibalik. Untuk badan tong sampah, butuh tiga lapis ban. Setelah itu, diberi penyangga bawah dan penutup berbahan ban pula.

Tong sampah itu kemudian di-finishing cat menyeluruh. Sebagai bagian artistiknya, Ronald meminta bantuan anak muda setempat untuk melukiskan figur kartun-kartun terkenal. Macam, Doraemon, Mickey Mouse, Naruto, dan lainnya.

Selain itu, tong sampah ban bekas dengan karakter kartun itu biasa dijual Rp 110 ribu per tong. Untuk pembelian dalam jumlah besar, dia bisa kasih harga lebih murah.

Tak hanya dirinya, namun ia juga mengajak keterlibatan anak-anak muda setempat. Selain mencegah kenakalan remaja, bengkel kerja Ronald juga bisa memberi pelatihan pembuatan tong sampah dan pot. “Produknya banyak dibeli warga setempat. Bisa berdayakan anak muda di masa pandemi juga,” ujarnya. Dsy11

Berita Terbaru

Balai POM di Bima Gandeng Saka POM Edukasi Keamanan Obat dan Makanan di Pasar Amahami

Balai POM di Bima Gandeng Saka POM Edukasi Keamanan Obat dan Makanan di Pasar Amahami

Jumat, 10 Jul 2026 09:07 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 09:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bima – Kota Bima Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Bima terus memperkuat perlindungan masyarakat melalui edukasi keamanan obat d…

Maidi Tolak Kesaksian Empat Saksi Dari Dinas PUPR, Sebut Tak Minta Fee Proyek 

Maidi Tolak Kesaksian Empat Saksi Dari Dinas PUPR, Sebut Tak Minta Fee Proyek 

Kamis, 09 Jul 2026 23:37 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 23:37 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Wali Kota Madiun nonaktif Maidi membantah seluruh keterangan empat saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pem…

Prediksi: Norwegia Kalah 1-2

Prediksi: Norwegia Kalah 1-2

Kamis, 09 Jul 2026 21:29 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Norwegia akan menghadapi Inggris pada pukul 4 pagi tanggal 12 Juli di Stadion Miami. Haaland sedang dalam performa gemilang dengan…

LHKPN Febrie, tak Cantumkan Puluhan kg Emas Batangan dan Uang Dolar Fantastis

LHKPN Febrie, tak Cantumkan Puluhan kg Emas Batangan dan Uang Dolar Fantastis

Kamis, 09 Jul 2026 21:27 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah memiliki harta kekayaan sebesar Rp18.261.445.180. Harta…

Febrie Adriansyah, Dikabarkan Mundur dari Jampidsus

Febrie Adriansyah, Dikabarkan Mundur dari Jampidsus

Kamis, 09 Jul 2026 21:26 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - l Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kembali menjadi sorotan publik, setelah kediamannya…

Kejagung Minta Publik Tidak Bangun Opini Pada Instansinya

Kejagung Minta Publik Tidak Bangun Opini Pada Instansinya

Kamis, 09 Jul 2026 21:24 WIB

Kamis, 09 Jul 2026 21:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Agung (Kejagung) meminta publik tidak membangun kesimpulan dari informasi yang belum terkonfirmasi. Dia juga berharap…