Polres Tanjung Perak Dalami Pengeroyokan Mahasiswa Stikosa AWS

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Zainal Fattah semasa hidupnya.
Zainal Fattah semasa hidupnya.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - 5 hari mendapat perawatan di Rumah Sakit Al Irsyad, Zainal Fattah (25), Mahasiswa Stikosa AWS semester 4 yang dikeroyok kelompok gangster Al-Amin, akhirnya tewas pada Jum’at (23/4) kemarin.

Kasus pengeroyokan itu saat ini tengah ditangani Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Iptu M Gananta membenarkan peristiwa tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Ya mas, masih dalam lidik. Sampai sekarang kita masih kumpulkan alat bukti," jawab Gananta saat dikonfirmasi, Senin (26/4/2021).

Namun, disinggung soal berapa orang yang sudah diamankan atas peristiwa pengeroyokan hingga memakan korban jiwa itu, Iptu Gananta enggan menjawab.

Sementara Satiah (40), ibu korban menceritakan bahwa anaknya dikeroyok sekitar pukul 02.00 Wib, Senin (19/4/2021).

Satiah menyebut, awalnya Fattah bersama salah satu temannya mendatangi kampung sebelah tempat tinggalnya itu. Dia bermaksud meluruskan permasalahan, karena ada temannya yang dikeroyok sekelompok pemuda di Jalan Kalimas Baru 3.

"Anak saya awalnya cuma mau nolong temannya yang habis dikeroyok di kampung sebelah. Niatnya itu cuma meluruskan, mau mendamaikan, tapi malah anak saya dikeroyok, diteriakin maling," terang Satiah.

"Habis dipukulin itu, warga tau kalau itu anak saya. Terus dipisah (dilerai). Tapi anak saya sudah ndak kuat lagi. Kemudian sama warga dibawa ke Rumah Sakit Al-Irsyad," tambahnya.

Atas kejadian ini, Satiah berharap kepada pihak kepolisian agar para pelaku yang mengeroyok anaknya segera ditangkap dan mendapat hukuman setimpal.

"Saya ingin pelakunya bisa segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya," tandasnya.

Sementara itu, Bambang Suwito (53) paman korban menyebut sejak awal masuk RS pasca dikeroyok, korban mengeluh sakit di perut dan dada.

“Yang dia rasakan sejak awal masuk RS itu perutnya yang sakit. Kalo luka luar sih gak ada Mas. Kemungkinan besar luka dalam,” terangnya, Senin (26/4/2021).

Saat itu dokter menyarankan korban melakukan CT scan untuk mengetahui pasti organ dalam Zainal Fattah mana yang parah.

Pasalnya saat dikeroyok, korban juga sempat dipukul menggunakan balok kayu di dada dan perut serta pot bunga di bagian kepala. “Dokter waktu itu minta di-scan bagian kepalanya karena diduga ada penggumpalan darah. Dia juga sempat kejang-kejang,” tambahnya.

Selama kejang tersebut, Bambang menuturkan jika durasinya hingga 5 jam, sebelum korban meregang nyawa.

“Kejangnya itu mulai jam 5 pagi, sampai jam 10. Setelah itu, habis Jumatan gak ada (meninggal),” pungkasnya.

Berita Terbaru

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Dinilai Lakukan Kebohongan Publik, Pedagang Pasar Bakal Laporkan Kuasa Hukum Pemkot Madiun

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Paguyuban Pedagang Pasar Seluruh Kota Madiun (P3SKM) menilai keterangan kuasa hukum Pemerintah Kota Madiun, Ika Puspitaria, dalam p…

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Sidang Maidi, Rofieq Minta Rochim Hapus Video Yang Berjudul "Menguak Siapa Raja Proyek di Kota Madiun"

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menampilkan bukti percakapan WhatsApp antara antara terdakwa Rochim R…

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Tuan Rumah Adu Wani Wali Kota Cup 2026, IBCA BFC MMA Kota Madiun Turunkan 35 Atlet Bidik Juara Umum

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – IBCA BFC MMA Kota Madiun menurunkan 35 atlet untuk memburu gelar juara umum pada ajang Adu Wani Wali Kota Cup 2026. Kejuaraan MMA p…

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Rampungkan Pemeriksaan Saksi, Kejaksaan Mulai Hitung Kerugian Kasus Tunjangan DPRD Ponorogo 

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:22 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo tancap gas untuk merampungkan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi penentuan dan…

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Hakim Minta Sujarno Jadi Tersangka di Sidang Korupsi Tanah Kas Desa Jenangan Ponorogo

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ponorogo untuk…

Dukung Transisi Energi Nasional, PLN UIT JBM Hadirkan Program TJSL Produksi RDF Biomassa

Dukung Transisi Energi Nasional, PLN UIT JBM Hadirkan Program TJSL Produksi RDF Biomassa

Jumat, 24 Jul 2026 18:28 WIB

Jumat, 24 Jul 2026 18:28 WIB

SurabayaPagi, Banyuwangi – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung p…