Bos Pentagon: Peristiwa Tragis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang juga Bos Pentagon Lloyd Austin
Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang juga Bos Pentagon Lloyd Austin

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta -  Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang juga Bos Pentagon Lloyd Austin, menilai gugurnya puluhan awak kapal selam KRI Nanggala-402 hal yang tragis. "Sangat sedih mendengar kematian tragis 53 pelaut Indonesia di atas kapal," katanya via Twitter.

"Pikiran serta doa saya bersama keluarga para pelaut itu, dan semua orang di militer Indonesia saat mereka mengatasi tragedi ini," lanjut Austin yang dikutip dari akun Twitter-nya, @SecDef, Senin (26/4/2021).

Pernyataannya itu setelah mengutip mliter Indonesia yang mengatakan kapal selam yang hilang kontak di perairan Bali tersebut telah ditemukan. KRI Nanggala-402 hilang kontak pada Rabu dini lalu menjelang latihan torpedo.

Militer Indonesia pada hari Sabtu mengatakan bahwa mereka yakin kapal itu telah tenggelam dan 53 awaknya gugur. Penilaian itu kemudian dikonfirmasi dengan foto-foto bangkai kapal selam di bawah air.

 

Kapal Diretrofit tahun 2012

Sementara anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin membeberkan fakta mengejutkan. Ia menjelaskan KRI Nanggala-402 diretrofit di Korea Selatan selama 2 tahun yang selesai pada 2012. (Retrofit merupakan kegiatan penguatan struktur, penambahan komponen, hingga peningkatan kemampuan kapal selam.)

Kala itu, menurut Hasanuddin, anggaran sekitar USD 75 juta atau sekitar Rp 1,05 triliun dihabiskan untuk melakukan perbaikan penuh dan pemutakhiran teknologi pada KRI Nanggala-402.

“Retrofit itu bukan sekadar mengganti suku cadang, tapi diperkirakan juga ada perubahan konstruksi dari kapal selam tersebut terutama pada sistem senjata torpedonya,” tuturnya.

 

Ada Konstruksi tak Tepat

Pada tahun yang sama, KRI Nanggala-402 melakukan uji penembakan tetapi gagal. Saat itu torpedonya tak bisa diluncurkan karena sistem penutupnya bermasalah.

Tiga prajurit terbaik pun gugur. Kemudian, lanjutnya, kapal selam buatan Jerman tahun 1978 itu lantas diperbaiki lagi oleh tim dari Korea Selatan.

“Saya menduga pada hasil perbaikan ini ada hal-hal atau konstruksi yang tidak tepat sehingga KRI Nanggala-402 tenggelam. Ini sangat disayangkan,” kata Hasanuddin.

Karena itu, Hasanuddin pun meminta agar kapal selam sejenis, yakni KRI Cakra 401, sebaiknya di-grounded.

“Jangan ada lagi korban prajurit,” ucapnya.

 

Tak Bawa Exygen Gel

 “Saya juga mendapat informasi bahwa saat menyelam KRI Nanggala 402 diduga tak membawa oxygen gel, tapi tetap diperintah untuk berlayar,” ujar politisi PDIP ini.

"Dengan bukti otentik ini, kami dapat menyatakan bahwa KRI Nanggala-402 telah tenggelam dan semua awaknya gugur," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Sebelumnya,  Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono, mengumumkan kapal selam itu terbelah tiga bagian di dasar laut pada kedalaman 838 meter atau hampir 3.000 kaki—jauh lebih dalam dari apa yang disebut "collapse depth" dari 655 kaki.

Margono mengatakan TNI AL akan bekerja untuk mengevakuasi kapal selam dan seluruh korban, meski lokasinya berada di perairan dalam.

Pemerintah Indonesia akan bekerja dengan kelompok internasional,International Submarine Escape and Rescue Liaison Office, dalam upaya evakuasi. n erc/rtr/cr2/rmc

Berita Terbaru

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…