Klk Edi Siswanto, Susul Sang Ibu yang Belum Genap 100 Harinya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Insert Klk Edi Siswanto. SP/ MUHAJIRIN KASRUN
Insert Klk Edi Siswanto. SP/ MUHAJIRIN KASRUN

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Duka cukup mendalam dirasakan oleh keluarga besar Kelasi Kepala (NAV) Edi Siswanto, awak kapal KRI Nanggala 402 asal Dusun Sumelo, Desa Sumberaji, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Sang patriot yang gugur saat menjalankan misi latihan menjaga kedaulatan laut dan NKRI itu kini menyusul ibunya Sari yang meninggal, belum genap 100 harinya menghadap sang Kholiq selama-lamannya.

Sukirman kakak kandung Edi saat ditemui di rumahnya, tak bisa menahan sedih yang ia rasakan bersama setelah mengetahui sang adik termasuk satu dari 53 awak kapal selam Naggala 402 yang tenggelam di perairan Utara Pulau Bali.

Pria yang juga sebagai TNI angkatan darat (AD) pangkat Sersan Mayor (Serma) berdinas di  Magelang Jawa Tengah ini menceritakan, kalau dirinya dan keluarga sebelumnya tidak ada firasat apapun, setelah adiknya dinyatakan gugur bersama patriot lainya. 

"Saya bersama keluarga tidak ada firasat apapun, makanya kami kaget dan seakan tidak percaya kalau adik meninggalkan kita secepat ini," aku Sukirman kepada surabaya pagi.com usai menerima kunjungan Bupati Yes bersama Dandim dan Kapolres, Selasa (27/4/2021).

Keluarga Klk Edi Siswanto saat menerima kunjungan Bupati Kapolres dan Dandim. SP/ MUHAJIRIN KASRUN

Gugurnya sang adik ini kata Sukirman, tentu menambah duka, lantaran pihak keluarga sebelumnya telah ditinggal sang ibu Sari, yang masih belum genap 100 harinya, sedangkan bapaknya Nipan meninggalnya sudah lama ketika Edi masih berusia 5 tahun.

"Ibu saya meninggal belum genap 100 harinya, sekarang adik saya," kata Sukirman dengan berbicara terbata-bata.

Ia lalu mengenang adiknya, kalau Edi Siswanto adalah kelahiran 1991 ini masuk TNI setelah lulus SMA. Adiknya  menyusul keberhasilan dirinya yang menjadi anggota TNI AD dengan diterima sebagai anggota TNI AL. 

Edi masuk Akademi Militer (Akmil) tahun 2009. Lulus pendidikan pada 2013 dan di tempatkan di Ambon. Lalu mengambil keputusan untuk mengikuti seleksi kapal selam dan dinyatakan lulus. Ia merupakan Juru Lisna 2 KRI Nanggala 402.

Sejak kecil, Edi Siswanto ini memang sudah memiliki cita-cita sebagai perwira TNI. Edi menikah dengan perempuan asal Desa Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Mia Sri Ekawati. Usia pernikahannya 5 tahun, belum dikaruniai anak.

Di mata keluarga, Edi Siswanto adalah orang yang baik, menjaga sopan santun, dan berbakti kepada orang tua. Adiknya adalah sosok yang tidak pernah membantah dan selalu berbagi bersama dirinya. Selain baik, imbuh Sukirman, adiknya juga sosok yang murah senyum. "Dia adik saya satu-satunya, waktu kecil ya sering mainnya dengan saya," katanya.

Bakti Edi, Sukirman bercerita, kepada sang ibu begitu dalam. Wujud baktinya sebagai anak kepada orang tuanya sungguh membanggakan. Bahkan, Edi menyuruh istrinya, Mia, agar berhenti kerja di perpajakan demi bisa menemani ibunya yang tinggal seorang diri di rumah.

"Keberadaan kapal selam hanya ada di Surabaya. Dan ketika lulus seleksi, Edi bisa dekat dengan ibu. Karena kan kapal selam adanya di Surabaya, jadi adik saya pilih biar bisa dekat ibu," kata Sukirman agak terbata-bata. jir

 

Berita Terbaru

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil ungkap dan tangkap komplotan pelaku Curas,setelah pihak korban dari A…

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya, – ADA kebiasaan unik setiap tanggal 10 Muharam yaitu muliakan Anak Yatim. Banyak umat muslim rutin menggelar acara santunan komunal …

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Akhirnya, YTR (29) korban penganiayaan dan penyekapan Taufik Hidayat selama 3 tahun, buka suara. YTR (Yuvita Tri Rezeki),…