Meninggal Tiap 4 Menit, India Lakukan Kremasi Massal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kremasi massal terpaksa dilakukan pemerintah setempat mengingat angka kematian akibat covid-19 melonjak tajam sejalan dengan kasus konfirmasi covid-19.
Kremasi massal terpaksa dilakukan pemerintah setempat mengingat angka kematian akibat covid-19 melonjak tajam sejalan dengan kasus konfirmasi covid-19.

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Delhi - Gelombang kedua infeksi virus corona (Covid-19) di India turut membuat petugas ambulans dan krematorium pontang-panting. Akibat keterbatasan kereta jenazah, alhasil sebanyak 22 jasad pasien Covid-19 di India dijejalkan ke dalam sebuah ambulans untuk diantarkan ke krematorium di Beed, negara bagian Maharashtra.

Peristiwa itu terjadi ketika 22 jenazah yang disimpan di kamar mayat Perguruan Tinggi Kedokteran Pemerintah Pedesaan Swami Ramanand Teerth di Ambajogai, Beed, diangkut untuk upacara terakhir pada Minggu (25/4/2021) minggu lalu.

"Ini terjadi karena rumah sakit tidak memiliki cukup ambulans," kata Dekan Fakultas Kedokteran Perguruan Tinggi Kedokteran Pemerintah Pedesaan Swami Ramanand Teerth, Shivaji Sukre, Selasa (27/4/2021) seperti dikutip dari The Economic Times.

Shivaji mengatakan rumah sakit itu hanya mempunyai lima ambulans dan terus dipakai selama gelombang pertama Covid-19 tahun lalu. Kemudian, tiga ambulans ditarik dan saat ini rumah sakit hanya memiliki dua ambulans. "Kadang-kadang, butuh waktu untuk melacak kerabat pasien yang meninggal. Mayat dari pusat Covid-19 di desa Lokhandi Sawargaon juga dikirim ke fasilitas kami karena mereka tidak memiliki ruangan pendingin," kata pejabat itu.

Shivaji mengatakan sudah mengirim permohonan tiga unit ambulans tambahan. "Untuk menghindari kekacauan, kami juga telah menyurati Dewan Kota Ambajogai untuk melakukan ritus terakhir para korban (Covid-19) antara pukul 08.00 hingga 22.00, dan jenazah akan dikirim ke krematorium dari bangsal rumah sakit itu sendiri," katanya.

 

RS di India Panik

Sementara itu, anggota dewan legislatif dari Partai Bharatiya Janata (BJP), Suresh Dhas, menuduh pihak rumah sakit dan masyarakat setempat saling menyalahkan.

Kepada saluran televisi, legislator asal Ashti di Beed tersebut mengatakan, "Sudah tidak ada kendali lagi dan pemerintah tidak bertindak cepat. Pemerintah negara sudah mengizinkan ambulans disediakan dari dana MLA, tapi sanksi teknisnya diberikan dari Mumbai."

Kepala Dewan Kota Ambajogai, Ashok Sabale, menyampaikan bahwa sudah menjadi tanggung jawab fakultas kedokteran untuk mengangkut jenazah ke krematorium di jalan Mandwa (yang ditujukan untuk ritual terakhir korban Covid-19).

"Tim kami ada di krematorium untuk melakukan ritus terakhir. Sebuah pertemuan diadakan pada hari Senin mengenai masalah di mana dekan perguruan tinggi kedokteran mengatakan mereka tidak memiliki cukup ambulans," katanya

 

Meninggal per 4 Menit

Sementara itu, Presiden Dewan Kota Rajkishor sekaligus Perdana Menteri India, Narendra Modi, juga menyatakan keprihatinannya atas insiden tersebut. Dia mengatakan pada hari yang sama, delapan jenazah lainnya diangkut dengan ambulans lain untuk dikremasi.

"Kami akan menyediakan satu ambulans untuk fakultas kedokteran dan dua lainnya akan disediakan dari pemerintah kabupaten," katanya.

Hingga Selasa (27/4/2021), dari data JHU CSSE Covid-19 India Data, kasus baru per Selasa, sebanyak 323.023 kasus. Angka kematian akibat Covid-19 juga ikut melonjak ke level tertinggi, selama 24 jam nyaris menyentuh 3 ribu kasus.

Ibu kota di India harus menelan pahitnya diterpa tsunami Covid-19. Di tengah keterbatasan pasokan oksigen, obat, tempat tidur RS, dan tempat krematorium, 2.812 kasus kematian Corona dilaporkan dalam semalam. Dokter di All India Institute of Medical Sciences New Delhi menemukan bukti satu pasien Corona kini bisa menularkan virus Corona ke 10 orang. Di New Delhi sendiri, tercatat setiap warga meninggal per 4 menit.

Berita Terbaru

Kenalkan Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini, Mbak Wali Ajak Anak PAUD Belajar Sambil Bermain

Kenalkan Kesiapsiagaan Bencana Sejak Dini, Mbak Wali Ajak Anak PAUD Belajar Sambil Bermain

Selasa, 03 Nov 2026 09:41 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 09:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Mengenalkan cara menjaga keselamatan diri saat terjadi bencana perlu dilakukan sejak usia dini. Melalui kegiatan PAUD Sigap (Siap,…

Rentetan Bencana Landa Jatim, Sri Wahyuni Minta Pemerintah dan Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Rentetan Bencana Landa Jatim, Sri Wahyuni Minta Pemerintah dan Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 03 Nov 2026 09:38 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 09:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Rentetan bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Jawa Timur dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari banjir lahar h…

Komisi E Minta Kinerja Disnakertrans Fokus Buka Lapangan Kerja

Komisi E Minta Kinerja Disnakertrans Fokus Buka Lapangan Kerja

Selasa, 03 Nov 2026 09:36 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 09:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Komisi E DPRD Jawa Timur menilai komposisi anggaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim dalam Rancangan A…

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat didukung oleh data neraca perdagangan domestik…

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia,…

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan momentum positif prospek…