Perajin Kendang yang Sukses Terima Pesanan Hingga Mancanegara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Maman Hadi Darmanto seorang perajin kendang. SP/ PNG
Maman Hadi Darmanto seorang perajin kendang. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Maman Hadi Darmanto yang merupakan seorang perajin kendang ini masih terus eksis meski peralatan musik ala digital bermunculan saat ini. Kenekatannya mendirikan usaha kerajinan kendang diperoleh dari keterampilannya saat menjadi pekerja kerajinan kendang sepuluh tahun silam. Tak hanya itu, jiwa seorang seniman reog Ponorogo juga menunjang kesuksesan Maman dalam berkarya.

Maman kemudian mencoba keberuntungan membuat aneka piranti kebutuhan reog untuk wilayah Solo dan Jogja. Saat memulai usahanya, piranti alat pengerjaannya yang digunakan masih manual. Semua dilakukan dengan tenaga tangan sehingga membutuhkan waktu lama untuk membuat sebuah kendang, Rabu (28/4/2021).

Tak lama berselang, kendang pertama buatannya laku dengan harga Rp 600.000. Semangat pun makin bertambah. Dari modal seadanya, di tahun kedua ia mampu membeli alat mesin bubut, dinamo, dan beberapa mesin penunjang lainnya. Dibantu empat pekerjanya, dalam sehari kini ia bisa menghasilkan puluhan kendang dalam berbagai ukuran kecil, sedang, dan besar.

Agar suara kendang terdengar nyaring, bahan baku kayunya tidak sembarangan. Ada tiga jenis kayu yang digunakan untuk membuat badan kendang yakni nangka, mahoni, dan terembesi. Dari tiga jenis kayu itu, kayu nangka yang paling bagus untuk bahan badan kendang.

Bahan kayu itu yang akan menentukan harga. Kalau badan kendang pemesan minta dari kayu nangka maka harganya bisa Rp 7 jutaan. Selain jenis kayu, harga juga ditentukan ukuran hingga tingkat kerumitannya.

Sebagai gambaran, untuk harga kendang berbahan kayu mahoni ukuran kecil dengan diameter 17-19 cm dan panjang 45 cm harganya Rp 500.000. Ukuran sedang dengan diameter 17-24 cm panjang 68 cm harganya Rp 1,5 juta.

Sementara ukuran besar dengan diameter 28-31 cm, panjang 75 cm harganya Rp 4,5 juta. Selain memproduksi kendang gamelan, Maman juga membuat kendang Jimbe, ketipung dangdut, ketipung kimpul. Sedangkan rebana ia jarang memproduksi karena untungnya tipis dan pengerjaannya rumit.

Maman menggunakan jejaring di perguruan tinggi yang memiliki jurusan seni untuk membantunya. Dari jejaring itu, tak sedikit orang asing seperti Malaysia, Jepang, hingga Inggris memesan kendang besutannya. Tak hanya mendapatkan pesanan dari mancanegara, pria asal Somoroto, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo ini juga kerap diundang sebagai instruktur mengajari mengendang hingga menyetel alat kendang di luar negeri.

Maman berharap pemerintah lebih menggiatkan lagi musik gamelan sebagai musik kebanggaan bangsanya sendiri. Salah satu caranya, menghidupkan gamelan di sekolah-sekolah sebagai ektrakurikuler wajib. Kondisi itu akan menjadikan anak anak memiliki pengalaman terhadap musik gamelan dan menyenangi alat musik jawa tersebut. Dsy19

Berita Terbaru

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…