34 Pekerja Migran Indonesia Positif Covid-19, Terbanyak dari Madura

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pekerja Imigran Indonesia yang terkonfirmasi positif hingga kini capai 34 orang. SP/Semmy Mantolas
Pekerja Imigran Indonesia yang terkonfirmasi positif hingga kini capai 34 orang. SP/Semmy Mantolas

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI) yang mencapai 14 ribu pekerja hingga kini terus berdatangan ke Surabaya, Jawa Timur.

Hingga hari ini, Selasa (04/05/2021) telah ada sekitar 4.177 PMI telah tiba di Surabaya. Dari jumlah ini, 2.298 pekerja merupakan pekerja yang berasal dari Malaysia.

Ketua relawan pendamping Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 Rumah Sakit Lapangan Indrapura (PPKPC-RSLI) Radian Jadid menjelaskan, dari 4.177 pekerja yang telah tiba di Surabaya, kurang lebih sekitar 34 orang yang telah konfirmasi positif.

"Total per hari ini telah masuk ke RSLI sejumlah 34 pasien terdiri dari 17 laki-laki dan 17 perempuan  kiriman dari satgas PMI. Asal mereka beragam. Pasien terbanyak dari Madura yang mencapai separuh lebih, baik dari Sampang, Pamekasan, Bangkalan dan Sumenep," kata Radian Jadid kepada Surabaya Pagi, Selasa (04/05/2021).

Selain pekerja yang berasal dari Madura, beberapa pasien lainnya yang terkonfirmasi positif juga berasal dari wilayah lain seperti Jember, Probolinggo, Ponorogo, Pacitan, Sidoarjo dan satu orang dari Kendal, Jawa Tengah. 

"Mereka akan diberikan pelayanan khusus, akan di monitoring kondisinya mulai masuk RSLI, selama perawatan hingga kepulangan nantinya," katanya.

Sebagai informasi, hingga saat ini kurang lebih sekitar 8 sampel pekerja yang telah dikirim oleh pihak RSLI ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitkbangkes) Jakarta Pusat. Tujuan pengiriman sampel tersebut adalah untuk penelitian lebih lanjut terkait kemungkinan munculnya varian baru covid-19 maupun spesifikasi yang berkembang atas virus tersebut. 

Terkait kesiapan penanganan PMI, Penanggung Jawab RSLI Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp. BTKV menghimbau, agar seluruh nakes dan relawan di RSLI selalu menjaga kondisi agar dapat bekerja menjalankan tugas semaksimal mungkin.

"Jaga kondisi, tertib dan taat dalam penggunaan APD sesuai levelnya, serta saling mengingatkan untuk keamanan, kesehatan dan keselamatan kita (nakes dan relawan) bersama," kata dr Nalendra.

Tak hanya itu, langkah antisipatif dan monitoring ketat dalam penanganan penderita covid-19 yang berasal dari PMI juga menjadi catatan bagi dr. Nalendra.

Peningkatan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan, sangat penting untuk dilakukan. Ia pun mencontohkan negara India yang abai terhadap prokes pasca vaksinasi dilakukan.

Adanya vaksinasi lebih dari 100 juta warga India katanya, telah menjadikan mereka euforia sehingga melupakan protokol kesehatan yang ada. Padahal angka tersebut dibandingkan dengan 1,3 miliar jumlah penduduk India, masih jauh dari syarat herd immunity yang mengharuskan 70 persen dari populasi. 

"Untuk itu vaksinasi jangan dijadikan sandaran dan alasan untuk abai terhadap protokol kesehatan,karena prokes adalah nomor satu dan mutlak untuk mengatasi pandemi covid-19," pungkasnya.

Perlu diketahui, guna mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihak RSLI telah menyediakan ruangan isolasi khusus bagi ke-4 orang PMI tersebut. 

Penyediaan ruangan khusus tersebut bertujuan untuk mengurangi potensi penyebaran virus covid-19 yang telah bermutasi. Karena ada indikasi, para pekerja migran ini sangat berpotensi membawa varian baru virus covid-19.

Di tahap awal pihak RSLI telah menyiapkan tiga ruangan khusus untuk PMI yang lokasinya terisolir yakni ruangan Uranus A, Uranus B dan Neptunus. sem

Berita Terbaru

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Apa Itu Blockchain dan Perbedaanya dengan Mata Uang Kripto? 

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

Sabtu, 03 Okt 2026 07:47 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- Blockchain dan mata uang kripto sering disebut di dalam pembahasan yang sama. Keduanya memang berkaitan erat, namun blockchain dan …

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Melebihi Batas Tinggi Muatan, Sebuah Truk Menabrak Gapura di Blitar

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 12:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Suara benturan keras di Gapuro pintu masuk Desa Silukosewu Kec.Gandusari Kabupaten Blitar, kagetkan warga sekitar dan pengguna jalan…

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Kapolri Suyudi Larang Polisi Rekayasa Kasus

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 08:18 WIB

Gelisah dengan Fenomena No Viral No Justice…

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Bank Syariah Lakukan Transaksi Digital

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com – Bank syariah memperluas layanan perbankan digital bagi nasabah. Hal ini dilakukan untuk memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi d…

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Ojol akan Dimasukan Kategori Transportasi

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menargetkan revisi aturan tersebut rampung tahun ini dan mulai berlaku pada 2027. Dalam r…

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

WIKA, Senang Keluar dari Whoosh

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

Jumat, 02 Okt 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA menyambut baik rencana pemerintah untuk mengambil alih seluruh saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia …