Hari Pertama Penyekatan, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petugas mengecek persyaratan kepada pengendara yang memasuki pos pam penyekatan mudik. SP/Hadi Lestariono
Petugas mengecek persyaratan kepada pengendara yang memasuki pos pam penyekatan mudik. SP/Hadi Lestariono

i

 

SURABAYAPAGI.COM, Blitar -  Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela lakukan pemantauan di dua titik Pos Pam penyekatan mudik jelang Hari Raya pada Kamis (6/5).

Dari pemantauan yang didampingi Kasat Lantas AKP Putu Angga,  Kasat Intel serta dua Kapolsek Selorejo dan Gandusari itu Kapolres dan Kasat Sabhara, bergabung langsung dengan tim gabungan, memberi himbauan kepada masyarakat yang akan keluar Blitar, selain itu petugas juga  dengan secara humanis melakukan upaya pengembalian (putar balik) masyarakat baik yang mau ke luar Blitar maupun masuk ke wilayah Kabupaten Blitar.

Sedang pengetatan itu sejak diberlakukan penyekatan di beberapa titik di wilayah Kabupaten Blitar sejak Kamis (6/4) dini hari, hal itu disampaikan Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela saat memantau di Pos Perbatasan di Wilkum Selorejo.

"Sejak Kamis dini hari tadi kita telah melaksanakan penyekatan di titik pantau arus mudik sekaligus untuk antisipasi penyebaran covid, dengan cara mengembalikan ke arah semula bagi yang mau mudik atau keluar dari wilayah Blitar, sedang yang diijinkan ada kriteria tersendiri yang diatur dalam SE Nomor 13/2021," kata AKBP Leo pada wartawan Kamis (6/5) di Pos Pam Wilkum kec. Selorejo. 

Sementara dalam kesempatan itu, Kasat Lantas AKP Putu Angga menerangkan ada sekitar ratusan kendaraan bermotor di suruh putar balik baik di Pospam Gandusari maupun di Wilayah Selorejo dan rata rata mereka menuju arah Malang.

"Sesuai dengan laporan ada sekitar 107 kendaraan  sejak dini hari tadi  kita arahkan untuk putar balik saat hendak keluar wilayah Kabupaten Blitar. Puluhan kendaraan ini diputar balik saat akan keluar Kabupaten Blitar menuju Kabupaten Malang dan paling banyak di Pos Pam Selorejo," terang AKP Putu di pos pantau mendampingi Kapolres.

Lebih jauh AKP Putu menjelaskan dengan berlakunya aturan larangan mudik, pihaknya dan seluruh petugas Pos Pam sejak dini hari (Kamis 6/5) telah mengembalikan warga masyarakat yang menuju wilayah Malang baik R4 maupun R2.

"Dari 87 kendaraan yang kami minta untuk putar balik di dua pospam dini hari tadi   ada 12 truk, 15 pick up, 27 mobil penumpang, dan sisanya sekitar 33 ranmor roda dua, sedang hari ini (Kamis 6/5) ada 27 mobil dan motor kita kembalikan jadi seluruhnya sejak dini hari sampai sekarang (Kamis 6/5 pukul 12.45) ada 107 kendaraan yang kita suruh putar balik, rata rata semuanya tidak bisa menunjukkan beberapa dokumen persyaratan untuk melakukan perjalanan antar kota. Seperti bukti swab antigen bebas covid-19 ataupun surat dinas," tambah perwira polisi dengan 3 balok kuning di pundaknya ini.

Selain itu Kapolres AKBP Leonard menerangkan bahwa pada titik perbatasan antara Kabupaten Blitar dengan wilayah Kabupaten Malang ini, Polres Blitar menggandeng Polres Malang, dengan lakukan hal yang sama, untuk pengendara dari arah Malang juga diminta putar balik jika tidak bisa menunjukkan dokumen persyaratan.

"Pelaksanaan penyekatan akan terus dilaksanakan sampai batas waktu berakhirnya larangan mudik sesuai peraturan pemerintah," papar AKBP Leonard.

Sementara dalam penegasan Kapolres Blitar AKBP Leonard saat gelar pasukan (Rabu 5/5) di halaman Polres Kapolres menyampaikan, selain di jalur utama ini pihaknya  juga memperketat penjagaan di dua jalur tikus masuk yang masuk wilayah Kabupaten Blitar ada dua titik itu diantaranya di Kecamatan Gandusari dan Kecamatan Wates. Kedua kecamatan ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang.

"Dua pos penjagaan di jalur tikus ini sifatnya temporer, yang artinya, petugas akan disiagakan di waktu-waktu tertentu di mana aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan yang melintas cukup tinggi. Selain dua titik tersebut, Polres Blitar juga menyiagakan pasukan di ibu kota Kabupaten Blitar tepatnya di Kecamatan Kanigoro,” tutupnya. Les

Berita Terbaru

Dampak Kekeringan Terus Meluas, 5 Desa di Ponorogo Mulai Krisis Air Bersih

Dampak Kekeringan Terus Meluas, 5 Desa di Ponorogo Mulai Krisis Air Bersih

Kamis, 17 Sep 2026 14:29 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti fenomena kekeringan saat musim kemarau yang terus meluas turut melanda 5 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan…

Antisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan Kota Batu Imbau Terapkan PHBS

Antisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan Kota Batu Imbau Terapkan PHBS

Kamis, 17 Sep 2026 14:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai langkah mengantisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengimbau masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih…

Okupansi Hotel di Banyuwangi Turun 10 Persen Gegara Kawah Ijen Terbakar

Okupansi Hotel di Banyuwangi Turun 10 Persen Gegara Kawah Ijen Terbakar

Kamis, 17 Sep 2026 14:12 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Imbas kebakaran huran dan lahan (karhutla) di Gunung Ijen turut mempengaruhi sektor pariwisata Banyuwangi. Sejumlah hotel di…

Sembilan Siswa SD di Kota Kediri Diduga Keracunan MBG

Sembilan Siswa SD di Kota Kediri Diduga Keracunan MBG

Kamis, 17 Sep 2026 14:05 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di Kota Kediri, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis…

Uang Gedung Rp1 Juta dan SPP Rp100 Ribu Dipersoalkan, Deni Wicaksono Minta Dindik Bertindak

Uang Gedung Rp1 Juta dan SPP Rp100 Ribu Dipersoalkan, Deni Wicaksono Minta Dindik Bertindak

Kamis, 17 Sep 2026 13:57 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 13:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Persoalan dugaan pungutan di sekolah negeri Jawa Timur kembali mencuat. Terbaru, sejumlah wali murid SMKN 1 Mojoagung, Jombang,…

Dinkes Banyuwangi Catat 28 Pasien Cuci Darah Berusia di Bawah 30 Tahun, Ini Pemicunya

Dinkes Banyuwangi Catat 28 Pasien Cuci Darah Berusia di Bawah 30 Tahun, Ini Pemicunya

Kamis, 17 Sep 2026 13:06 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 13:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi mencatat ada sebanyak 28 pasien masih berusia di bawah 30 tahun, harus menjalani…