Tingkatkan UMKM Lokal, Gojek dan Tokopedia Resmi Merger Jadi GoTo

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 18 Mei 2021 15:38 WIB

Tingkatkan UMKM Lokal, Gojek dan Tokopedia Resmi Merger Jadi GoTo

i

Andre Soelistyo menjabat sebagai CEO Grup GoTo, Patrick Cao sebagai Presiden GoTo, Kevin Aluwi tetap menjabat CEO Gojek begitu pula dengan William Tanuwijaya yang tetap menjabat sebagai CEO Tokopedia. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Perusahaan transportasi daring Gojek dan e-commerce Tokopedia menjalani proses merger menjadi Grup GoTo. Melalui merger ini, grup GoTo memiliki total Gross Transaction Value (GTV) gabungan lebih dari 22 miliar dollar AS, atau Rp 310,2 triliun (kurs Rp 14.100 per dollar AS).

Co-founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya berharap dengan berdirinya Grup GoTo dapat menciptakan dampak sosial dalam skala besar, termasuk memberikan kesempatan yang setara bagi pegiat UMKM lokal mengembangkan bisnisnya, dan di saat yang sama, memberi pengguna akses yang sama kepada barang dan jasa di seluruh penjuru negeri.

Baca Juga: GOTO Buyback Saham Rp 3,2 T

GoTo diklaim menjadi kolaborasi usaha terbesar di Indonesia sekaligus kolaborasi terbesar antar dua perusahaan internet dan layanan media di Asia pada saat ini. Nantinya, kedua perusahaan akan saling melengkapi untuk berbagai layanan kepada konsumen, mulai dari e-commerce, pengiriman barang dan makanan, transportasi, hingga keuangan.

Selain itu, merger juga menggabungkan transaksi menjadi sebesar 1,8 miliar transaksi pada tahun 2020. Merger juga meningkatkan jumlah mitra usaha mencapai lebih dari 11 juta mitra usaha (merchant) per Desember 2020, lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active User/MAU), dan berkontribusi sebesar 2 persen terhadap PDB Indonesia.

Presiden GoTo Patrick Cao menyebut, dengan merger dua perusahaan, model bisnis Grup GoTo menjadi semakin beragam, stabil dan berkelanjutan. Ditargetkan kedepannya akan menyumbang lebih dari 2 persen terhadap PDB Indonesia.

Baca Juga: GoTo Ubah Sejumlah Jajaran Direksi

“Kedepannya, Grup GoTo akan berkontribusi lebih dari 2 persen kepada total PDB Indonesia dan akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja serta peluang penghasilan seiring dengan berkembangnya bisnis kami dan bertumbuhnya ekonomi,” ungkap Patrick, Selasa (18/5/2021).

Ekonom Indef lainnya, Bhima Yudhistira Adhinegara melihat merger GoTo saat ini lebih ditujukan untuk melengkapi berbagai layanan yang bisa diberikan kedua perusahaan kepada konsumen. Pasalnya, Gojek punya kelebihan dari jasa on-demand dan sistem pembayaran digital.

Sementara Tokopedia menjadi pemain besar di sektor e-commerce. Berbagai hal ini yang coba digabungkan agar semakin kuat menjadi satu grup, sehingga layanan pun bisa terintegrasi kepada konsumen.

Baca Juga: LaNyalla, Minta Bisnis GoTo Diungkap, Diduga Rugikan Negara Rp 6,4 Triliun

GoTo mengombinasikan transaksi platform Gojek yang memiliki volume dan frekuensi yang tinggi, dengan platform e-commerce Tokopedia yang memiliki frekuensi medium, namun dengan nilai transaksi tinggi.

Antara lain, Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group, DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group, PayPal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa dan Warburg Pincus. Dsy18

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU