Pemkot Dukung Penyerapan Produk UMKM Surabaya

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 20 Mei 2021 12:03 WIB

Pemkot Dukung Penyerapan Produk UMKM Surabaya

i

Pemkot Surabaya menyatakan akan serius dalam menyerap produk UMKM warga dengan  mulai dari kebutuhan sprei puskesmas hingga kebutuhan seragam para ASN di lingkungan Pemkot Surabaya. SP/PEMKOT SURABAYA

SURABAYAPAGI, Surabaya -  Pemerintah Kota Surabaya (Pemkot) melakukan berbagai langkah strategis agar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tetap bergeliat. Pemkot Surabaya menyatakan akan serius dalam menyerap produk UMKM warga. Bukan hanya dengan menyerap produk jadi, juga dengan kerjasama melalui padat karya. 

Ini untuk memenuhi kebutuhan pegawai di lingkungan Pemkot. Bahkan, kebutuhan puskesmas di Surabaya juga akan banyak menyerap produk UMKM. "Kebutuhan puskesmas, harus bisa mendukung penyerapan produk UMKM. Misalnya untuk jahit spreinya," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi , kemarin.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Tetapkan Pembebasan dan Keringanan PBB untuk Tahun 2024

Surabaya memiliki banyak pekerja di sektor UMKM, khususnya ahli dalam menjahit, memasak, hingga produksi lainnya. Mereka akan dikelompokkan sesuai dengan keahlian. 

Selanjutnya, mereka akan mendapatkan pendampingan dalam produksi barang sehingga mampu menjawab kebutuhan pasar."Nanti semisal ada penjahitan sprei kita akan larikan ke sana," kata Cak Eri. 

Juga untuk kebutuhan lainnya. Misalnya seragam para ASN di lingkungan Pemkot Surabaya. Semua harus berkerjasama dengan UMKM. 

Baca Juga: Mulai 2024, Pemkot Surabaya Gratiskan PBB untuk Rumah Ber-NJOP di Bawah Rp100 Juta

Bukan hanya pakaian, juga untuk makanan. Di antaranya, kebutuhan makan di acara-acara rapat."Kami sudah sepakati. InsyaAllah kebutuhan untuk rapat itu harus dari UMKM. Kita juga menggunakan sistem pekerjaan dengan padat karya," katanya. 

Terbuka peluang, produk UMKM juga bisa digunakan sejumlah instansi lain. Termasuk, para siswa sekolah."Misalnya, anak sekolah wajib memakai sepatu sekolah yang harganya terjangkau sesuai kebutuhan untuk sekolah. Siapa yang membuat? Juga UMKM," katanya. 

Dengan memberdayakan UMKM, maka pertumbuhan ekonomi bisa bergerak. Juga pengungkit ekonomi di masa pandemi."Jadi apa? Uang Surabaya bergerak di Surabaya, untuk orang Surabaya, sehingga ekonomi Surabaya naik," katanya. 

Baca Juga: Harkopnas ke-77, Pemkot Surabaya Luncurkan Aplikasi Awasi Boyo

Ia pun telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk setia menggunakan produk UMKM Surabaya. Misalnya, ia yang juga konsisten dengan sepatu hingga gelang produk UMKM warga. "Sehingga, kalau saya jalan juga sambil ngelirik, Pak Camat ini pakai produk UMKM nggak ya? Kalau saya sudah pakai sepatu UMKM. Gelang saya juga UMKM lo Pak," ujarnya berseloroh di depan acara yang juga dihadiri Camat Tambaksari ini.

UMKM di Surabaya memang terkenal berkualitas baik. Jumlahnya pun terus naik. Bahkan, Surabaya mencatat selama 2020 hingga awal 2021, jumlah UMKM meningkat hingga mencapai angka 40 ribu. Artinya, terdapat 29 ribu UMKM baru di Surabaya.tn/na

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU