Rugi Ratusan Juta, Kini Miliki Gerai Kopi di Seluruh Indonesia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rakhma Sinseria di depan gerai Coffee Toffee miliknya. SP/ SBY
Rakhma Sinseria di depan gerai Coffee Toffee miliknya. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Rakhma Sinseria atau akrab dipanggil Ria merupakan salah satu pengusaha kopi yang mengangkat kelezatan kopi dalam negeri dengan membuka gerai Coffee Toffee, kedai kopi yang menjadi pusat ngumpul anak gaul hingga dewasa, dari pelajar, mahasiswa, kantoran hingga keluarga.

Awal buka ditahun pertama ia langsung mendirikan 10 gerai. Pemenang lomba Wanita Wirausaha Femina ini kemudian sangat bersemangat untuk memperkenalkan Coffee Toffee.

Sepuluh garai yang digadang-gadangnya bakalan sukses luar biasa akhirnya tutup bahkan sebelum menginjak tahun kedua. Sakit hatinya menyaksikan ini. Ia bahkan belum sempat menikmati labanya sepeser pun, yang ada malah modalnya yang mencapai ratusan juta hilang tak berbentuk lagi.

Selain itu, kegagalannya juga disebabkan oleh konsep bisnisnya yang belum lah matang, Coffee Toffee juga kurang pas dalam membidik pasar. Belakangan ia sadar bahwa gerainya sebenarnya belum memiliki identitas yang pas, untuk kalangan remaja atau pebisnis. Interiornya juga tidak digarap dengan pas seperti ukiran di cangkirnya juga kurang sesuai.

Ria juga kurang dalam perhitungan akuntansi, apakah bisnisnya sehat atau tidak dalam arti bisnis dikatakan sehat jika cashflow nya lancar karena cashflow itu ibarat darah dalam tubuh manusia. “Ini saat-saat yang cukup menguras energi dan emosi. Tapi, saya berusaha tetap tenang dan berpikir positif, karena yakin bahwa kejatuhan ini adalah proses menuju kesuksesan. Saya menikmati setiap prosesnya,” ungkapnya, Selasa (24/5/2021).

Rakhma Sinseria kemudian melengkapi team bisnisnya dengan orang-orang yang ahli dibidangnya. Ada divisi marketing, ada divisi humas, dan juga divisi keuangan. Ria juga tidak fokus dalam menekuni bisnisnya karena ia membagi waktunya dengan bekerja.

“Ternyata ilmu matematika setengah ditambah setengah sama dengan satu tidak berlaku di dunia bisnis.” Ia kemudian harus memilih bekerja atau berbisnis, dan Ria memilih berbisnis.

Butuh waktu lama untuk merangkak mulai dari awal dalam membangun Coffee Toffee karena ia tidak memiliki second plan. (Seharusnya pebisnis selalu menyediakan second plan dalam bisnisnya termasuk dana cadangan untuk “njagani” jika bisnis tidak berjalan sesuai rencana”.

Kini usahanya tak sia-sia, kita dapat melihat gerai Coffe Toffe terdapat hampir di seluruh mall kota besar di Indonesia terutama pulau Jawa, Sumatra dan Bali. Gerainya selalu ramai dengan anak muda yang ingin nongkrong dan gaul. Dsy2

Berita Terbaru

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Perluas Jangkauan Program Homecare untuk Tokoh Agama dan Masyarakat

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM- Jember — Program pelayanan pemeriksaan kesehatan yang digulirkan oleh Pemerintah Kabupaten mendapat sambutan hangat dari kalangan tokoh m…

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Bupati Gus Fawait Perjuangkan Lahan Garapan Warga di TP Silo ke Pemerintah Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM-JEMBER — Gejolak Warga ditengah rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, memasuki b…

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Fraksi PKB Minta Potongan Aplikasi hingga Jaminan Sosial Pengemudi Ojol Masuk Perda

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur meminta Raperda Penyelenggaraan Jasa Transportasi Berbasis Aplikasi m…

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

DPRD Jatim Wacanakan Pendidikan SD-Kuliah Gratis Ditanggung Pusat

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA — Wacana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan pendidikan negeri mulai SD hingga perguruan tinggi mendapat respons DPRD Jawa Timur. …

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Massa yang Diduga Pesilat dan Polisi Saling Dorong di Jalan Merak, Kapolres Siap Pertemukan Dua Kubu PSHT

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 20:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun — Ketegangan terjadi saat massa yang diduga pesilat berusaha menuju Padepokan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Jalan Merak, Kota …

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

174 Desa di Kabupaten Madiun Berstatus Mandiri, DPMD Targetkan Seluruh Desa Naik Kelas

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 17:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Pemerintah Kabupaten Madiun mencatat sebanyak 174 dari total 198 desa telah berstatus Desa Mandiri berdasarkan hasil Pemutakhiran In…