Polres Blitar dan Ditbinmas Polda Jatim Gelar Pembinaan Takmir Masjid

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pembinaan takmir masjid di gedung Rupatama Polres Blitar pada Rabu (2/6). SP/LES
Pembinaan takmir masjid di gedung Rupatama Polres Blitar pada Rabu (2/6). SP/LES

i

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Seiring dengan paham Radikalisme di kalangan Generasi Milenial dan di mungkinkan merambah ke masjid masjid, Ditbinmas Polda Jawa Timur menggandeng Polres Blitar menggelar pembinaan takmir masjid di gedung Rupatama Polres Blitar pada Rabu (2/6).

Dalam gelar pembinaan takmir masjid Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela S.H S.IK MH memaparkan tentang ciri ciri dan jenis radikalisme merupakan suatu sikap yang mengedepankan perubahan secara total dan revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai nilai kesatuan dan persatuan secara drastis lewat kekerasan.

"Jadi bisa kita kenali dari sikap dan paham Radikal intoleran, Fanatik, eksklusif dan revolusioner pada salah satu paham ajaran," kata AKBP Leonard mengawali pembinaan takmir masjid.

Dalam pembinaan takmir yang diikuti 40 takmir masjid itu juga dihadiri dua narasumber yakni Ketua Bidang Agama Sosbud FKPT Jawa Timur Muhamad Arifin S.Ag M.Ag sebagai narasumber dan Penyuluh Agama Islam Kemenag Kab Blitar H Muhamad Mashadi M.Ag.

Selain Kapolres Blitar, AKBP Sujiono SH menyampaikan ajakan jaga bersama untuk menanggulangi penyebaran paham radikalisme di tengah tengah masyarakat, utamanya pada Kaum muda Milenial, termasuk sasaran untuk penyebaran paham radikalisme pada masjid- masjid yang berpotensi untuk merekrut paham mereka.

" Jaringan terorisme menggunakan kesempatan dan celah yang ada terutama jika sudah menguasai secara fisik dan situasi Masjid mereka akan sebarkan ideologinya, untuk itu sahabat sahabat kami lara takmir waspadai untuk penyebaran ideologi untuk itu kami berharap jaga takmir, jaga khatib dan para jamaah," papar AKBP Sujiono SH.

Sementara itu Muhamad Arifin S.Ag.M.Ag selaku Ketua Bidang Agama dan Sosbud FKPT menguraikan ada 4 macam radikalisme yaitu Radikalisme Gagasan, Milisi Separatis dan Premanisme,karena itu semua akan menjadi akar timbulnya terorisme.

Menurut Arifin bahwa kelompok Radikalisme memiliki ideologi radikal yang tidak menggunakan kekerasan dan masih.mengakui NKRI, namun ketika sudah mengacu pada pemahaman Radikalisme,Separatisme dan Premanisme maka terjadi tindakan terorisme.

" Penyebab gerakan radikalisme, ada beberapa faktor, faktor sentimen keagamaan, termasuk di dalamnya adalah solidaritas keagamaan untuk kawan yang katanya tertindas, ini merupakan faktor emosi keagamaan tapi ingat bukan dasar agama," terang Muhamad Arifin.

Pembinaan takmir masjid yang tetap lakukan prokes itu di awali pukul .08.00 dan berakhir jelang sholat dzuhur, dalam penutupan Kasubdit Binmas Polda Jawa,Timur AKBP Sujiono menerangkan, untuk pencerahan wawasan kebangsaan untuk memotivasi dan mengantisipasi berbagai dinamika di tengah masyarakat untuk deteksi dini masalah radikalisme dan terorisme perlu ditingkatkan

" Proses Radikalisme mulai dari pra radikalisasi, identifikasi diri, indoktrinasi juga Jihadisasi dengan ciri ciri orang terjangkit virus Radikalisme antara lain, memisahkan diri dari masyarakat, intoleran, mudah mengkafirkan orang lain,untuk itu mari bersama sama mewaspadai radikalisme dan intoleransi  juga terorisme di lingkungan kita," pungkas AKBP Sujiono dalam paparanya.Les

 

Berita Terbaru

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Penolakan eksepsi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjadi pintu masuk bagi perkara dugaan pelanggaran ketentuan …

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Besarnya nilai kerugian perusahaan belum serta-merta dapat menjadi dasar untuk menyatakan seorang direksi melakukan kesalahan atau …

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Sengketa dugaan ketidakabsahan ijazah yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sukur Prijanto memasuki babak penting di P…

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Jembatan Garuda yang dibangun di beberapa wilayah di kabupaten Madiun tak hanya diuji kekuatan konstruksinya. Korem 081/DSJ…

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto bersama DPRD Kota Mojokerto menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan …

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menegaskan sikap organisasi terhadap sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan k…