Melongok Sentra Wisata Kuliner Binaan Pemkot (5)

SWK Penjaringan Sari, Sepi karena Kurang Strategis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana SWK di Penjaringan Sari, kemarin. Terlihat sepi dan beberapa stan juga tutup. SP/Arlana
Suasana SWK di Penjaringan Sari, kemarin. Terlihat sepi dan beberapa stan juga tutup. SP/Arlana

i

Dalam beberapa tahun terakhir, Sentra Wisata Kuliner (SWK) mulai bermunculan di kota Surabaya. Namun, hingga kini para pelaku UMKM yang berdagang di SWK binaan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih belum semua merasakan fasilitas yang diberikan. Hal ini terlihat ada beberapa SWK yang kurang terurus. Bahkan cenderung "pilih kasih".

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Seperti di SWK Penjaringan Sari, yang terletak di Jalan Pandugo Surabaya. Sudah didirikan 13 tahun lalu, dengan kapasitas menampung 100 orang, dari total 30 stand, hanya enam stand yang buka.

Sebut saja, Mbok Darmi, (yang dirinya menolak namanya dikorankan), salah satu pelaku UMKM yang terletak di SWK Penjaringan Sari, menyebut, selama 3,5 tahun, ia harus mengeluarkan biaya kebersihan Rp 17,500 untuk satu stand. Sedangkan, Mbok Darmi sendiri memiliki dua stand.

“Saya disini sudah 3,5 tahunan dan selama saya disini sudah sekitar 30 orang yang datang dan keluar menyewa stand disini. Alasan mereka tidak kuat bayar sewanya, karena sepi," kata Mbok Darmi.

Karena banyaknya pelaku UMKM keluar masuk, pendapatan yang didapat pun tak sesuai dengan pengeluaran. "Padahal saya dulu masuk disini, tidak membayar apapun. Hanya keperluan berjualan, semua disediakan oleh Pemerintah Kota. Tapi untuk satu hari, kami diwajibkan membayar Rp. 17.500 untuk kebersihan. Selain gaji karyawan yang menjaga dan lain-lain. Padahal dari Pemerintah Kota kami hanya diwajibkan untuk membayar Rp. 2.500 saja, ya mungkin karena dikelola oleh koperasi, jadi mungkin harganya berbeda,” ujarnya.

Dari pantauan Surabaya Pagi, SWK Penjaringan Sari dikelola oleh Koperasi Bumi Sembada. Nampak tidak ada pengunjung yang datang ketika Tim Surabaya Pagi menyambangi sentra kuliner tersebut.

Hanya nampak 4 penjual yang sedang menyiapkan dagangan mereka serta beberapa anak-anak rusun yang memanfaatkan fasilitas Wifi yang disediakan tanpa pasword.

Di bagian depan nyaris tidak ada penjual. Hanya tampak beberapa stand yang mangkrak dan tidak dihuni oleh penjual, kursi dan meja yang dibiarkan berhamburan seperti tidak digunakan untuk berjualan.

“Rata-rata sekarang para penjual disini berani buka bila diatas jam 5 sore, karena kalo siang sepi, hampir tidak ada pengunjung. Jadi harus putar otak agar jualan laku dan berani menyediakan menu baru. Bila tidak, mungkin nasib saya juga akan sama dengan para penjual makanan yang lain," ucap Mbok Darmi.

Menurutnya, sepinya di SWK Penjaringan Sari, dikarenakan lokasi yang kurang strategis. "Tolong Pemkot bisa bantu agar disini bisa ramai. Kayaknya lokasi kurang strategis, sampingnya perumahan. Karyawan kantor pun gak banyak. Jadi mungkin bisa bantu Pemkot untuk menata ulang manajemennya," harapnya.

Dilain sisi, SWK Penjaringan Sari ini yang dilengkapi oleh akses Wifi dan hiburan elektone yang bisa dinikmati oleh para pengunjung pada malam hari. Bahkan, uang iuran bisa digunakan untuk membayar pemain elektone setiap malam untuk menarik pelanggan. byb/cr3/rmc

 

Berita Terbaru

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…