Kasus Covid-19 Jatim Naik, BNPB Sebut Masih Terkendali

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rapat koordinasi bersama Forkopimda Jawa Timur di Mapolda setempat, Senin (7/6) malam. SP/PEMPROV JATIM
Rapat koordinasi bersama Forkopimda Jawa Timur di Mapolda setempat, Senin (7/6) malam. SP/PEMPROV JATIM

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kenaikan kasus COVID-19 di sejumlah daerah di Jawa Timur seperti di Bangkalan disebut masih bisa dikendalikan oleh Satgas Penanganan COVID-19. Hal ini diungkap langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Ganip Warsito usai rapat koordinasi bersama Forkopimda Jawa Timur di Mapolda setempat, Senin (7/6) malam.

"Jatim secara konteks nasional untuk perkembangan COVID-19 tidak pada posisi teratas. Tapi terkendali. Ada peningkatan tapi semua masih dapat ditangani dengan baik," ujar Ganip, Senin (7/6) malam.

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19, total terkonfirmasi positif di Jatim sebanyak 156.627 kasus. Dari data itu, 143.142 sembuh, 11.583 meninggal dunia dan 1.902 dirawat. Khusus Bangkalan, sekarang ini ada 115 kasus aktif. 

Terkait Bangkalan, sambung Ganip, berdasarkan informasi yang dari bupati dan gubernur kalau sudah ditangani dengan baik. Seperti disediakannya rumah sakit darurat lapangan untuk menekan tingginya okupansi tempat tidur pasien di RSUD Bangkalan. 

"Operasional rumah sakit sudah mulai baik, kalau diukur dari persentase BOR (Bed Occupancy Rate) cukup, langkah-langkah dari pemprov untuk menyalurkan keterbatasan di sana," ungkapnya. 

Lebih lanjut, Ganip terus memonitor perkembangan COVID-19 di daerah-daerah seluruh Indonesia termasuk Jatim. Dia menginstruksikan, 3T (Testing, Tracing dan Treatment) harus terus ditingkatkan. Tak kalah pentingnya, mengajak masyarakat disiplin protokol kesehatan. 

"Prokes memakai masker ini kuncinya, lalu menjaga jarak, hidup segat mencuci tangan dan menghindari kerumunan ini perlu ditegakan," katanya. 

"(Salah satu yang dilakukan) penyekatan di perbatasan Surabaya untuk mengontrol, menegakan prokes. Karena yang bawa virus ini manusia, mobilitas manusia dikontrol," ujarnya, menambahkan.nt/na

Berita Terbaru

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…