Surabaya Pagi – Pergelaran Surabaya Vaganza, pawai budaya dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya yang berlangsung pada Sabtu malam (16/5) kemari , mendapat tanggapan antusias dari masyarakat.
Ribuan warga memadati pusat kota. Namun, sejumlah titik taman dan ruang hijau mengalami kerusakan akibat tingginya mobilitas pengunjung. Beberapa kawasan yang terdampak antara lain Alun-Alun Surabaya, Taman Apsari, hingga area sekitar Bambu Runcing.
Pemkot Surabaya lewat Satgas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bergerak cepat. Sejak Minggu pagi (17/5) kemarin melakukan proses perbaikan taman-taman yang rusak tersebut.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Eri Irawan mengapresiasi gerak cepat dalam melakukan pemulihan sejumlah taman kota yang rusak pasca pergelaran Surabaya Vaganza.
“Antusiasme masyarakat terhadap Surabaya Vaganza tentu luar biasa dan menjadi kebanggaan bersama. Tetapi di sisi lain, ada beberapa titik taman yang terdampak tingginya mobilitas pengunjung. Kami mengapresiasi gerak cepat Pemkot Surabaya lewat Satgas DLH yang langsung memulihkan taman-taman yang rusak tersebut,” kata Eri Irawan, Senin (18/5).
Menurut Eri, langkah cepat tersebut menunjukkan komitmen dalam menjaga kualitas ruang terbuka hijau di tengah tingginya aktivitas publik dan penyelenggaraan event besar. Eri meminta proses perbaikan taman tidak sekadar membersihkan area yang terdampak, melainkan juga melalui tahapan teknis pemeliharaan ruang terbuka hijau agar vegetasi dapat kembali pulih optimal.
“Tentu petugas di lapangan sudah memahami bagaimana merapikan bed tanaman, melakukan
penegakan tanaman yang rebah, penyulaman tanaman hias dan groundcover yang rusak, bahkan aspek seperti penggemburan media tanam yang mengalami pemadatan akibat terinjak pengunjung pasti telah diperhatikan,” ujarnya.
Dia menilai, kerja maraton yang dilakukan Satgas DLH patut mendapat apresiasi karena taman kota merupakan aset publik yang sangat penting bagi kualitas lingkungan perkotaan. “Surabaya selama ini dikenal sebagai kota yang konsisten menjaga ruang terbuka hijau. Jadi upaya pemulihan cepat seperti ini penting agar fungsi ekologis dan estetika taman tetap terjaga,” tuturnya.
Eri juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga taman kota saat menghadiri kegiatan besar di ruang publik. Menurutnya, kepedulian semua menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan fasilitas publik. ”Ke depan, kesadaran bersama untuk menjaga taman perlu terus dibangun, misalnya dengan memanfaatkan jalur pedestrian dan tidak menginjak area vegetasi yang sudah ditata,” katanya.
Selain itu, ia menilai kondisi tersebut juga menjadi evaluasi penting bagi penyelenggara kegiatan agar pengaturan event semakin baik, terutama terkait manajemen kerumunan dan perlindungan area taman.
“Ke depan, pengamanan area ruang hijau, pemasangan barrier sementara, hingga pengaturan kantong penonton perlu diperkuat supaya event tetap meriah tetapi taman kota juga tetap terlindungi,” ujar Eri.
Ia menambahkan, komitmen Surabaya terhadap ruang terbuka hijau selama ini terus diperkuat. Selain menjaga minimum luasan ruang terbuka hijau sesuai amanat regulasi yang telah ditentukan pemerintah pusat, DPRD Surabaya juga terus mendorong Pemkot Surabaya meningkatkan keragaman flora dan terus mengembangkan taman kota dan ruang bermain ramah anak.
“Kita mendorong sejumlah taman aktif untuk terus mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai ruang bermain ramah anak. Ini menunjukkan bahwa Surabaya serius membangun kota yang tidak hanya maju secara infrastruktur, tetapi juga ramah lingkungan dengan taman-taman yang inklusif,” pungkasnya.. Alq
Editor : Redaksi