Dewan Kota Kediri Bahas Perda Dana Banpol

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Kepastian terkait penyaluran dana bantuan keuangan partai politik (Banpol) agaknya semakin menemui titik terang.

Tahun ini, rancangan peraturan daerah (raperda) dana bantuan politik mulai dibahas sebagai salah satu raperda prioritas di DPRD Kota Kediri. 

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri Afif Fachrudin Wijaya mengatakan, total ada tiga raperda yang dibahas tahun ini. Salah satunya raperda terkait dana bantuan keuangan parpol. 

“Mungkin nilainya ada yang berubah atau penyesuaian peraturan lainnya, mengikuti Pusat. Tetapi ini belum kami jadwalkan (pembahasan dalam pansus, Red),” kata Afif, Rabu (13/5/2026).

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Kediri Syamsul Bahri mengatakan, draft raperda sudah selesai disusun. Dan saat ini sudah diserahkan ke DPRD.

Untuk diketahui, pencairan dana bantuan keuangan parpol belum bisa dilakukan karena masih menunggu perda yang baru. Sebab perda yang lama sebagai dasar hukum pengalokasian APBN maupun APBD itu sudah dicabut oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Penyesuaian itu juga berlaku di pemerintah daerah lainnya di luar Kota Kediri.

“Draftnya sudah selesai melalui tahapan harmonisasi di Kanwil Kemenkumham yang ada di Provinsi Jatim. Lalu sudah kami kirim ke DPRD. Tinggal DPRD mengagendakan kapan, kami siap untuk paparan,” imbuhnya.

Adapun dana bantuan keuangan partai politik itu selama ini diberikan secara proporsional kepada partai yang memiliki kursi di DPRD. Saat ini, ada sembilan partai politik yang menduduki kursi legislatif di DPRD.

Selain raperda tentang dana bantuan Banpol, DPRD Kota Kediri tahun ini juga menggodok dua raperda lainnya. Yaitu, raperda tentang ketahanan pangan dan raperda penyelenggaraan jalan kota. Ketiga raperda itu merupakan usulan eksekutif yang akan segera dimulai pembahasannya mulai Mei ini. Can

Berita Terbaru

Semoga ini jadi Momentum untuk Bangkit" harap Leo Rolly/Daniel, Juara Thailand Open 2026

Semoga ini jadi Momentum untuk Bangkit" harap Leo Rolly/Daniel, Juara Thailand Open 2026

Senin, 18 Mei 2026 05:25 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:25 WIB

SURABAYAPAGI.com : Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juara Thailand Open 2026! Leo/Daniel mengalahkan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dua gim langsung,…

Gus Fawait Ajak ASN Olah Raga Sore Bareng Perkuat Soliditas Program Jember Maju

Gus Fawait Ajak ASN Olah Raga Sore Bareng Perkuat Soliditas Program Jember Maju

Senin, 18 Mei 2026 05:20 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pemerintah Kabupaten Jember kembali melaksanakan kegiatan rutin Olahraga Sore Bersama (OSMA) yang digelar di Jember Sport Garden, Rabu…

Puluhan Ribu Warga Jember Serbu Karnaval SCTV 2026, Gus Fawait : Berdampak Ekonomi

Puluhan Ribu Warga Jember Serbu Karnaval SCTV 2026, Gus Fawait : Berdampak Ekonomi

Senin, 18 Mei 2026 05:18 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:18 WIB

surabayapagi.com :  Karnaval SCTV 2026 di Kabupaten Jember sukses menyedot perhatian puluhan ribu warga. Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa gelaran …

Prabowo Tenang Dolar Meroket, karena Purbaya Tersenyum

Prabowo Tenang Dolar Meroket, karena Purbaya Tersenyum

Senin, 18 Mei 2026 05:16 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto menyinggung nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga tembus Rp…

10 Menit Baca Jurnal Harian, Raih Wisudawan Terbaik UPI

10 Menit Baca Jurnal Harian, Raih Wisudawan Terbaik UPI

Senin, 18 Mei 2026 05:15 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Siti Annisafa Oceania menjadi sorotan dalam momen wisuda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 12-13 Mei 2026 lalu. Ia menjadi…

Indonesia ,Peringkat 19 Penegakan Hukum Terburuk di Asia

Indonesia ,Peringkat 19 Penegakan Hukum Terburuk di Asia

Senin, 18 Mei 2026 05:10 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Dalam OC Index 2025, Indonesia menempati peringkat 19 penegakan hukum terburuk di Asia dengan skor 4,0. Indonesia kalah jauh dari Thailand…