SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto menyinggung nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga tembus Rp 17.500.
Menurutnya saat ini nilai tukar mata uang Garuda itu masih terkendali, mengingat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sampai saat ini masih bisa tersenyum.
"Purbaya sekarang populer banget, Purbaya ini. Selama Purbaya bisa senyum, tenang saja, nggak usah kalian khawatir itu. Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa nggak pakai dolar," kata Prabowo dalam peresmian 1.062 Kopdes Merah Putih seperti dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, fluktuasi nilai tukar dolar AS tak perlu terlalu dikhawatirkan oleh masyarakat, khususnya di desa. Ia menilai dampak pelemahan nilai tukar rupiah lebih banyak dirasakan oleh kelompok yang sering bertransaksi atau bepergian ke luar negeri.
Hari Minggu (17/5) ada reaksi dari pengusaha atas nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terus melemah hingga tembus Rp 17.500. Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp 17.500 per dolar AS memicu tekanan berat bagi dunia usaha. Pelaku bisnis terancam lonjakan biaya produksi dan operasional, khususnya sektor yang bergantung pada bahan baku impor, yang pada akhirnya memicu risiko efisiensi dan ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pengusaha Apindo itu menyebut dampak, dan tantangan yang dihadapi oleh para pengusaha. Antara lain
Lonjakan Biaya Produksi dan Operasional. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebut pelemahan ini membuat struktur biaya dan arus kas perusahaan semakin terjepit. Sekitar 70�han baku industri manufaktur berasal dari impor, yang menyebabkan biaya input membengkak secara drastis. Sektor lain seperti bisnis satelit juga menanggung beban investasi valas yang sangat berat.
Selain dilema Margin Keuntungan
Pengusaha berada dalam posisi sulit untuk menaikkan harga jual produk guna menutupi biaya produksi. Hal ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang masih lemah. Akibatnya, banyak perusahaan terpaksa menanggung beban tersebut, yang berdampak langsung pada tergerusnya margin keuntungan.
Disamping, beban Kewajiban Utang Valas Perusahaan yang memiliki utang dalam denominasi valuta asing (valas) mengalami pembengkakan beban untuk membayar kewajiban pokok dan bunga.
Prabowo Tanya Mbak Titiek
Dalam kesempatan itu Prabowo sempat menyinggung sejumlah Menteri di Kabinet Merah Putih yang juga berstatus sebagai pengusaha karena dinilai banyak berinteraksi atau bepergian ke negara-negara asing.
"Yang pusing yang itu, yang suka ke luar negeri, ayo. Siapa ini? Mbak Titiek ini pusing ini. Mana lagi ini? Menteri tapi pengusaha coba aku cek mana lagi ini, (Menteri Kelautan dan Perikanan) Trenggono? Nah Trenggono! Sudah nggak keluar negeri? Oh, kau ke pulau-pulau. (Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara) Rosan! Tapi nggak dia sudah botak, nggak apa-apa lo duduk saja," ucapnya.
Tak lupa, Prabowo turut menyinggung Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie. Sebab, ia merupakan sosok pengusaha yang seharusnya lebih dipusingkan oleh nilai tukar rupiah saat ini. "Anin! Anin lo pusing boleh. lo pengusaha, Kadin," ujar Prabowo.
Soroti Nilai Tukar Dolar
Meski begitu, ia meyakini saat ini ekonomi domestik masih sangat kuat dalam menghadapi ketidakpastian global. Untuk itu, ia meminta kepada semua menteri dan jajaran pemerintah lainnya untuk bekerja sama menjaga perekonomian Indonesia.
"Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat. "Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat, orang mau ngomong apa, Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya pada rakyat kita, semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat, dari partai mana pun nggak ada urusan, dari semua parti ada patriot, ada juga yang brengsek-brengsek," katanya.
Ketum Gerindra Kapok
Ia juga mengajak seluruh partai bersatu membangun bangsa serta saling mengingatkan dan saling koreksi. "Aku juga sebagai Ketum Gerindra kapok, Gerindra lagi baru menang udah kayak begini, aku pusing. Nggak ada urusan, tindak, hukum, bener kan? Nggak ada eks TNI dia hebat, belum tentu, eks polisi, semua koreksi diri, jaga diri masing-masing, saling menegur, saling ingatkan, saling ingatkan," pungkasnya.
Prabowo menyayangkan adanya pejabat yang diberi kepercayaan tapi justru mencuri uang rakyat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara peresmian Museum Ibu Marsinah dan rumah singgah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
"Saya geleng-geleng kepala, sedih saya, bahwa tiap hari saya dapat laporan pejabat-pejabat yang nyeleweng," kata Prabowo.
"Saya sedih, orang yang saya angkat, orang yang saya bina, orang yang saya kasih kehormatan, diberi jabatan yang penting, begitu dia menjabat, nyeleweng, nyuri uang rakyat," lanjutnya.
Prabowo kemudian menceritakan saat didatangi oleh Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh. Dia menyebut pimpinan lembaga auditor tersebut sempat merasa ragu untuk melaporkan temuan karena melibatkan orang-orang yang dikenal dekat dengan Prabowo.
"Kepala BPKP datang ke saya agak gemeter, karena yang dilaporkan diketahuilah bahwa itu beberapa orang itu dekat sama saya. Dia minta petunjuk apa boleh diteruskan nggak pemeriksaan," cerita Prabowo.
Mendengar hal tersebut, Prabowo langsung memberikan instruksi tegas. Dia menegaskan tidak ada perlakuan khusus bagi siapa pun yang diduga melakukan praktik korupsi, termasuk lingkaran terdekatnya atau anggota partai politiknya sendiri.
"Teruskan pemeriksaan! Tidak ada, nggak ada, mau orang Prabowo, bukan orang Prabowo, dekat sama saya, ya nggak ada urusan. Kalau ada indikasi, terus periksa," tegas Prabowo.
Minta Kepolisian, Kejaksaan Bersih-bersih internal
Prabowo kemudian mengingatkan bahwa jabatan adalah mandat dan tanggung jawab kepada negara. Karena itu, dia meminta seluruh pejabat dan aparat untuk berkaca pada perjuangan sosok Marsinah yang berkorban demi keadilan kaum yang lemah.
"Jangan diberi wewenang kepercayaan malah merasa adigang, adigung, adiguna, merasa di atas dan merasa negara ini bodoh," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga memberi peringatan kepada seluruh aparat penegak hukum, mulai kepolisian, kejaksaan, hingga TNI, untuk bersih-bersih internal. Dia memastikan tak akan menoleransi adanya aparat yang menjadi pelindung atau 'beking' kegiatan ilegal.
"Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan, aparat yang beking penyelewengan, beking penyelundupan, beking narkoba, beking judi. Saya tidak mau dengar lagi ada aparat yang tidak menegakkan hukum, keadilan, dan kebenaran," imbuh Prabowo. n jk, ec, erc, rmc
Editor : Redaksi