Direktur RSUD Srengat Mengundurkan Diri Secara Mendadak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Direktur RSUD Srengat Kabupaten Blitar dr Pantjarara Budi saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan. SP/Hadi Lestariono
Direktur RSUD Srengat Kabupaten Blitar dr Pantjarara Budi saat memberikan keterangan resmi kepada wartawan. SP/Hadi Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Diduga mendapat teguran dari Menteri Kesehatan melalui Wakil Bupati Blitar Rahmad Santoso terkat pembelanjaan pengadaan mesin PCR senilai Rp 2,3 M untuk RSUD Srengat, Direktur RSUD Srengat Kabupaten Blitar dr Pantjarara Budi mendadak mengundurkan diri.

Namun hal itu masih dilakukan secara lisan, namun menurut sumber resmi dari BKPSDM Pemkab Blitar rencana pengunduran diri dr Pancarara sebagai Direktur RSUD Srengat  sudah disetujui Bupati Blitar Rini Syarifah.

Hal itu juga dibenarkan oleh dr Pancarara kepada wartawan, atas persetujuan Bupati.

"Secara lisan memang beliau (Bupati Blitar Mak Rini Syarifah) sudah menyetujui, tinggal kami untuk  pengajuan secara tertulis saja," ujar Pantjarara Budi resmi kepada wartawan, Selasa (14/6/2021).

Kemelut pembelian alat mesin PCR era Bupati Blitar (2020) sempat menjadi polemik, sehingga  dokter Spesialis Patologi ini sempat dimintai keterangan anggota DPRD Kabupaten Blitar pada Kamis (3/6) lalu.

Komisi IV DPRD juga sempat melakukan Sidak (Inspeksi mendadak) ke RSUD Srengat.

Polemik pembelian alat mesin PCR senilai Rp 2,3 Miliar  berawal dari teguran Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kepada Wabup Blitar Rahmat Santoso saat di Jakarta. Mesin PCR Cobaz Z 480 merk Roche buatan Jerman yang ada di RSUD Srengat, menurut sang menteri dianggap terlalu mahal, dan masih menurut Menkes, bahwa mesin PCR juga tidak bisa menerima reagen sembarangan. Terutama reagen yang datang dari bantuan pemerintah. 

Saat diklarifikasi di depan Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar, dr Pantjarara menjelaskan secara gamblang, mengapa mesin PCR Roche tersebut yang dipilih. Pengadaan PCR di era Bupati Rijanto (tahun 2020) tersebut, kata Pantjarara juga sudah melalui dan mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Termasuk BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) juga sudah melakukan audit dan disana tidak ditemukan persoalan. 

Mengenai pengunduran dirinya sebagai Direktur RSUD Srengat, sosok ibu dengan ramah menyatakan, pengunduran dirinya tidak berkaitan dengan polemik yang terjadi yakni masalah pembelian alat mesin PCR.

Dr Pantjarara yang dilantik oleh Bupati Blitar ( Riyanto) pada April 2021 lalu, mengaku sebelum muncul polemik mesin PCR, Pantjarara mengaku sudah berniat mundur karena alasan sakit yang diidapnya. "Agar bisa fokus pada kesehatan saya," kata Pantjarara tanpa menjelaskan penyakit apa yang diderita.

Dan sebelum menjabat Direktur RSUD Srengat yang beroperasi mulai Oktober 2020, dr Pantjarara Budi Resmi sebagai Kepala  Puskesmas Srengat, juga merupakan salah satu dokter spesialis di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar.

Ia dilantik sebagai Direktur RSUD Srengat mulai Januari 2020.

Lebih lanjut dr Pantjarara mengatakan, bahwa dalam proses pengunduran dirinya, juga  sudah berkoordinasi dengan Sekretaris Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan serta Kepala BKPSDM Kabupaten Blitar. Meski nanti sudah tidak lagi menjabat direktur, ia berharap tetap bekerja sebagai tenaga fungsional. "Karena sesuai dengan bidang saya (Spesialis patologi klinis)," tambahnya. 

Sementara Kepala BKPSDM Kabupaten Blitar Mashudi membenarkan atas pengunduran diri Direktur RSUD Srengat, atas keinginan meletakkan jabatan tersebut sudah disampaikan secara lisan. "Namun secara tertulis belum," ujar Mashudi.

Sesuai prosedur yang berlaku, keinginan pengunduran diri tersebut harus disampaikan tertulis. Pengajuan mundur ditujukan langsung kepada Bupati Blitar selaku pejabat pembina kepegawaian. 

"Nantinya bila telah disetujui bupati, langsung diproses sesuai prosedur dan aturan yang ada," kata Mashudi pada wartawan. Les

Berita Terbaru

Lewat Festival Literasi 2026, Pemkab Madiun Dorong Minat Baca Siswa SD dan SMP

Lewat Festival Literasi 2026, Pemkab Madiun Dorong Minat Baca Siswa SD dan SMP

Kamis, 29 Okt 2026 11:31 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Lewat kegiatan Festival Literasi tahun 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, berupaya mendorong minat baca siswa SD dan SMP,…

Pembangunan 129 Unit KDKMP di Kabupaten Jember Rampung 100 Persen

Pembangunan 129 Unit KDKMP di Kabupaten Jember Rampung 100 Persen

Kamis, 29 Okt 2026 11:24 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Progres pembangunan koperasi desa/kelurahan merah putih (KDKMP) di Kabupaten Jember kini telah rampung. Sebanyak 129 unit KDKMP…

Pembebasan Lahan ‘Flyover’ Gedangan, Pemkab Sidoarjo Siapkan Rp450 Miliar

Pembebasan Lahan ‘Flyover’ Gedangan, Pemkab Sidoarjo Siapkan Rp450 Miliar

Kamis, 29 Okt 2026 11:14 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sesuai tahapan dan ketentuan perundang-undangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo telah menyiapkan anggaran Rp450 miliar…

Langgar Ketentuan Ijin Tinggal di Indonesia, Imigrasi Blitar Deportasi Dua Warga Negara Thailand

Langgar Ketentuan Ijin Tinggal di Indonesia, Imigrasi Blitar Deportasi Dua Warga Negara Thailand

Kamis, 29 Okt 2026 11:12 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kantor Imigrasi Blitar mendeportasi dua warga negara Thailand yakni AD (20) dan FK (19), keduanya dipulangkan ke negara asal setelah…

Buntut Antrean Panjang BBM, Polres Blitar Bekuk Penimbun BBM Jenis Pertalite dan Solar

Buntut Antrean Panjang BBM, Polres Blitar Bekuk Penimbun BBM Jenis Pertalite dan Solar

Kamis, 29 Okt 2026 11:10 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 11:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Akal licik MSS 40 warga Desa Sumberjati Kec.Kademangan Kab. Blitar pelaku penimbum BBM Solar dan Pertalite bersubsidi harus…

Dinkes Situbondo Catat Kasus Influenza-Like Illness Alami Penurunan 22 Persen

Dinkes Situbondo Catat Kasus Influenza-Like Illness Alami Penurunan 22 Persen

Kamis, 29 Okt 2026 10:52 WIB

Kamis, 29 Okt 2026 10:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Situbondo mencatat kasus Influenza-Like Illness atau ILI di daerah itu mulai mengalami…