Ekspor Porang Tembus Pasar Asia Senilai Rp 924,3 M

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kementan saat meninjau budidaya porang. SP/ SBY
Kementan saat meninjau budidaya porang. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat mengunjungi Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun dalam rangka Gerakan Panen Porang menyampaikan bahwa pertanian adalah sesuatu yang menjanjikan.

Bahkan saat ini porang Indonesia berhasil menembus pasar Tiongkok, Jepang, Taiwan, hingga Korea Selatan. Sepanjang 2019, nilai ekspor porang ditaksir sebesar 11.721 ton dengan nilai Rp. 644 miliar. Sementara di 2020, nilai ekspornya sebesar 20.476 ton dengan nilai Rp. 924,3 miliar. 

Meskipun demikian, selama ini Indonesia baru bisa memenuhi 20 persen dari kebutuhan porang dunia. Dalam beberapa waktu mendatang, peluang dan potensi ekspor porang ke pasar global kian membesar. 

"Saat Covid-19, pertanian tumbuh 16,4%. Tahun lalu, ekspor pertanian 15,4%. Sekarang ini, di triwulan satu, 16,3%," ungkapnya, Jumat (18/6/2021).

Sementara itu, Khofifah menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan Kementan dalam rangka pengembangan porang di Jatim.

"Support Kementan sangat besar. Kita disiapkan KUR. Tahun ini alokasi KUR cukup besar. Dan kita sudah launching KUR untuk petani porang di pendopo Kabupaten Madiun," kata Khofifah dalam kesempatan yang sama.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan pengembangan porang di sektor hilirisasi dibawah koordinasi Universitas Brawijaya sebagai Center of Excellence (CoE). Harapannya, ada teknologi pangan baru sehingga bisa membuka akses pasar lebih luas lagi.

Sementara itu, Menteri Pertanian juga menyampaikan larangan ekspor umbi porang. Ia meminta ekspor porang sudah dalam bentuk olahan.

"Kita ingin umbi tidak dijual di luar negeri karena orang lain dapat (keuntungan) lebih besar dari kita," ujar Mentan.

Larangan ekspor umbi porang tersebut, kata Yasin, juga permintaan Presiden Joko Widodo. Ekspor porang bisa dilakukan dalam bentuk olahan cip.

"Presiden minta hilirisasi umbi tidak dijual di luar, karena orang lain dapat lebih besar dari kita (keuntungan). Dibawa ke luar bentuk cip saja," kata Yasin. Dsy9

 

Berita Terbaru

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alangkah terkejutnya Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat melakukan sidak ke TPS Rungkut Menanggal. Pimpinan Dewan…

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil DPRD Surabaya Laila Mufidah langsung melakukan sidak atau turun ke lapangan usai mendengar keluhan Warga di Gunung Anyar…

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…