Pemprov Tambah Bed di Sejumlah RS Jatim

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 24 Jun 2021 11:12 WIB

Pemprov Tambah Bed di Sejumlah RS Jatim

i

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. SP/KOMINFO JATIM

SURABAYAPAGI, Surabaya - Bed Okupansi Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di sejumlah Rumah Sakit di Kabupaten/Kota di Jawa Timur mengalami kenaikan, baik BOR ICU, maupun isolasi.  Untuk itu, Pemerintah Provinsi (pemprov) Jatim berencana menambah kapasitas tempat tidur pasien covid-19 di sejumlah RS di Jatim.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, ada Rumah Sakit dengan kategori gawat, yang BORnya diatas 80%. Sedangkan kategori merah, memiliki BOR diatas 60%.  

Baca Juga: BOR Rumah Sakit di Surabaya Naik Tajam

"Kita sudah membuat kategorisasi ini, untuk menyiapkan kontigensi plan. Nah, beberapa kontigensi plan, diikuti action plan," ujarnya, kemarin.  

Khofifah mengatakan,  tempat isolasi Orang Tanpa Gejala (OTG) area BPWS kaki Bangkalan telah dibuka, foodcourt ketiga akan dibuka. Sehingga sudah siap untuk menampung 100 bed. Kemudian dilakukan visitasi pengembangan Rumah Sakit Darurat Lapangan di Ngawi. 

"Saya sudah mengkoordinasikan kepada Bupati/Walikota sedapat mungkin, ditambah tempat tidurnya" tambahnya.  

Baca Juga: BOR RS Covid-19 Surabaya di Bawah 20 Persen

Bahkan, Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura Surabaya (RSLI) juga direncanakan akan menambah sebanyak 50 - 75 tempat tidur. Namun demikian, Khofifah tidak berharap, ketika ditambah, maka bertambah juga pasiennya. "Kesiap siagakan harus dilakukan kita semua," katanya

Sementara itu, Menteri Koodinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (PMK), Muhajir Efendi dalam kunjungannya Senin (21/6/2021) mengaku sudah mendapatkan penjelasan dari Gubernur Khofifah, bahwa akan ada penambahan tempat tidur di RSLI.  

Baca Juga: 110 RS Rujukan di Jatim Nihil Pasien Covid-19

"Tadi yang sudah disampaikan Bu Gubernur, ini semuanya nanti akan ada plan untuk penambahan tempat tidur. Untuk menjaga, mengantisipasi kejadian yang tidak kita inginkan," terangnya.  

"Memang  tidak diinginkan, kalau bisa jangan terjadi, tetapi ada baiknya kalau kita siap siap," tandas mantan Menteri Pendidikan ini. hj/na

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU