Ciptakan Kemasan Tanpa Pengawet Beromzet Belasan Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Nova Aditya Prambudi memamerkan produk makanan tradisional. SP/ BGR
Nova Aditya Prambudi memamerkan produk makanan tradisional. SP/ BGR

i

SURABAYAPAGI.com, Bogor - Nova Aditya Prambudi berinovasi dengan membuat kuliner kemasan tanpa pengawet bukan mudah. Berawal dari retur cake pelanggan yang kecewa karena camilan manis cakenya terkadang harus dibuang dengan alasan tidak tahan lama.

Wirausaha sudah dijalankan semenjak berkuliah di Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta. Kala itu ia membuat gudek kemasan kaleng. Ingin rasanya membuat produk yang awet, selain gudeg untuk dikembangkan.

Pengusaha muda ini pernah berguru dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (BTN) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Nova mencari tau tips kuliner bisa awet. Contoh mengawetkan kuliner dengan nuklir, tetapi dianggapnya belum cocok dan harganya mahal.

Ia mempelajari bahwa kemasan aluminium foil lebih baik. Dibanding kemasan modern menyerupai kaleng akan lebih baik. Sebuah perusahaan asal Jepang menjawab pedoman tersebut. Kemasan berbahan alumunium foil empat lapis, tahan suhu dan tekenanan.

Nova mencoba menggandakan sistem mesin kemasan perusahaan Jepang. Beruntung beliau rajin mengunjungi aneka pameran perusahaan. Untuk mendukung pengawetan dipakai materi rempah alami pendukung.

"Rempah- rempah itu punya anti- oksidan yang berfungsi sebagai pengawet alami," tuturnya.

Pengusaha muda Nova berhasil menemukan kemasan ajaib. Tinggal mencari nama yang sempurna untuk usahanya ini. Jadilah produk berjulukan Mangano dengan produk awal rendang. Inilah kemasan cara rendang infinit dua tahun.

Nova lalu membagi-bagikan sekitar 200 produk Mangano kepada masyarakat secara gratis. Respons masyarakat sangat baik. Dalam sebulan, ketika permintaan tinggi, Nova mampu menjual hampir 2.000 pieces makanan cepat saji. Nova bahkan sudah bisa menjual produknya ke salah satu perusahaan ritel terbesar.

 Pengusaha muda ini bisa menjual balik 2000 kemasan. Selain itu beliau juga mendapat pesanan dari perusahaan ritel besar. Butuh waktu setahun sampai beliau mendapat ijin BPOM. Sungguh beliau bekerja keras, mengeluarkan banyak modal, waktu, dan tenaga pikiran untuk memasarkan.

Mulai dari rendang sapi, rendang jengkol, sumur daging, kare, dan opor, aneka masakan ini bisa eksklusif dimakan. Kalau mau disimpan bisa bertahan selama 14 bulan dalam suhu normal.

Harga jual antara Rp.30- 40 ribu untuk semua produk. Satu kemasan cukup untuk makan  -3 orang makan. Untuk kedepan ada kemasan irit satu kemasan untuk satu orang, harganya dikisaran Rp.15 ribuan. Omzet dihasilkan perusahaan Nova kini Rp8- 15 juta, saat awal ijin keluar. Kedepan Nova ingin semoga bisa mengekspor dengan produksi Rp.5000 bungkus/hari. Dsy2

Berita Terbaru

Thariq Ungkap Perintah Maidi Berikan Proyek PL kepada Rochim

Thariq Ungkap Perintah Maidi Berikan Proyek PL kepada Rochim

Sabtu, 05 Sep 2026 17:16 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 17:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Kepala Dinas PUPR Kota Madiun, Thariq Megah, mengungkap adanya perintah dari Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, untuk memberikan p…

Komisi A DPRD Jatim Minta PMT Balita Rp4,5 Miliar Tak Sekadar Bagi-bagi Makanan

Komisi A DPRD Jatim Minta PMT Balita Rp4,5 Miliar Tak Sekadar Bagi-bagi Makanan

Sabtu, 05 Sep 2026 15:20 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 15:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Komisi A DPRD Jawa Timur meminta program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi bagi balita dengan anggaran Rp4,5 miliar tidak c…

Tanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini, Anak PAUD Surabaya Belajar Sambil Bermain

Tanamkan Kebiasaan Sehat Sejak Dini, Anak PAUD Surabaya Belajar Sambil Bermain

Sabtu, 05 Sep 2026 11:52 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 11:52 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anak-anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Surabaya diajak membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas bermain, bergerak, dan …

Rapat Kerja Forum APEKSI, Ning Ita Sharing Fleksibilitas TKD dan Harmonisasi Hubungan Pusat Daerah

Rapat Kerja Forum APEKSI, Ning Ita Sharing Fleksibilitas TKD dan Harmonisasi Hubungan Pusat Daerah

Sabtu, 05 Sep 2026 05:57 WIB

Sabtu, 05 Sep 2026 05:57 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto- Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mendorong kebijakan Transfer ke Daerah (TKD) yang lebih fleksibel agar dapat…

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Madiun Kota mendatangi kantor PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun, Jumat (…

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Suasana berbeda terlihat di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo, Jumat (4/9/2026). Puluhan peserta yang datang untuk m…