Respon PPKM, Sementara PPSD Tiadakan Kunjungan Wali Santri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pintu masuk PPSD Paciran Lamongan terlihat sepi aktivitas menyusul penutupan berkunjung.SP/MUHAJIRIN KASRUN
Pintu masuk PPSD Paciran Lamongan terlihat sepi aktivitas menyusul penutupan berkunjung.SP/MUHAJIRIN KASRUN

i

 SURABAYA PAGI, Lamongan – Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) Paciran Lamongan terus menunjukan komitmennya dalam ikut memutus rantai penyebaran covid-19, dengan meniadakan kunjungan wali santri, merespon kebijakan pemerintah yang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Keputusan meniadakan kunjungan  bagi wali santri ini seperti disampaikan oleh Hasbullah Arif M.Pd, Kepala Bidang Humas Pondok Pesantren Sunan Drajat, adalah sesuai dengan arahan dari pengasuh Prof. Dr. KH Abdul Ghofur, sebagai tanggung jawab bersama dan menghormati pemerintah untuk bersama-sama ikhtiar agar wabah virus Corona ini segera berakhir.

"Keputusan pelarangan bagi wali murid untuk berkunjung dan sambang anak nya ini, sebagai langkah antisipasi atas merebaknya virus Corona, dan upaya pondok merespon adanya PPKM darurat ini," kata Hasbullah kepada surabayapagi.com Kamis (8/7/2021).

Larangan kunjungan (sambang) yang dibuktikan dengan adanya Surat Maklumat Nomor A-1/334/PPSD/VI/2021 yang diterbitkan oleh PPSD tersebut lanjut Hasbullah, hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan, menunggu Covid-19 benar-benar aman dan terkendali.

Meski melarang wali santri berkunjung (sambang), pihak Pondok memberikan layanan siap mengantar barang titipan dari wali santri melalui pos satpam di pintu masuk dan keluar pondok, dan juga membuka layanan uang saku melalui transfer.

"Jika mau titip barangnya, ditulis nama santri dan asrama untuk diserahkan ke pos yang ada di Pondok. Nanti petugas keamanan mengantarkan ke anak atau santri tersebut. Terkait uang saku bisa langsung ditransfer melalui pengurus asrama atau kamar Pondok," terangnya.

Hasbullah Arif Humas PPSD Paciran Lamongan.SP/MUHAJIRIN KASRUN

Meski demikian, Pihak PPSD juga masih berupaya memberikan sedikit kelonggaran walaupun hanya untuk kepentingan yang sangat mendesak, itupun dibatasi petugas gerbang dan tidak boleh melebihi pukul 17.00 Wib. "Maklumat tersebut, kita berlakukan bagi seluruh wali santri, kita tidak tebang pilih, semua wali santri dari sabang sampai merauke tidak diberi izin dulu," sambungnya.

Tak hanya itu, dalam menjalankan aktifitas keseharian para santri, pihak PPSD juga terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) sesuai anjuran, dan  menyediakan alat-alat pendukung yang lain, seperti hand sanitizer, disinfektan, dan masker serta beberapa kelengkapan lainnya.

Selain itu pihak PPSD juga punya klinik dengan petugas kesehatan yang mumpuni. "Jadi, kalau ada yang terlihat salah satu santri sakit dan sebagainya. Kita koordinasikan langsung dengan pihak asrama untuk segera mengambil tindakan dan diantarkan ke Klinik agar segera dilakukan perawatan di klinik Pondok Sunan Drajat," jelasnya.

Terkait dengan ini semua, pada prinsipnya, pihaknya mengaku sangat mendukung penuh PPKM Darurat di Kabupaten Lamongan. Dengan begitu, ia menghimbau kepada masyarakat dan mengajak seluruh pesantren di wilayah Lamongan, agar bersama-sama mematuhi prokes Covid-19.

"Insya Allah dalam beberapa pekan ke depan ini, kalau kita semua taat prokes Covid-19, itu akan berhasil seperti yang kita inginkan bersama. Lalu semisal jam sambang sudah dibuka, itupun wali santri harus mematuhi prokes, surat pengantar dari petugas kesehatan dan sudah divaksin," timpalnya.

Sebelumnya, demi mendukung percepatan vaksinasi dan mewujudkan herd immunity, di Pesantren Sunan Drajat juga telah digelar kegiatan vaksinasi. Saat ini terdapat 930 guru yang sudah tervaksin di PPSD, masing-masing terdiri dari guru Madin, MI, SMP Negeri, MTs, SMK, dan MA, termasuk juga para dosen Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD).

"Vaksinasi ini atas perintah Abah Yai Ghofur, upaya sehat, lebih bisa fokus dalam mengajar, dan tetap produktif meski Pandemi. Ini merupakan ikhtiar demi keselamatan kita semua. Secara bertahap, nantinya para santri Sunan Drajat juga divaksin semua,"pungkasnya.jir

Berita Terbaru

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

100 Ton Pupuk Ilegal Dimusnahkan, Kejari Tanjung Perak Bongkar Ancaman Nyata bagi Petani

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Langkah tegas ditunjukkan Kejaksaan Negeri Tanjung Perak dengan memusnahkan 100 ton pupuk ilegal dari dua perkara pidana berbeda.…

Warga Kota Mojokerto Bisa Akses Informasi Lebih Mudah, Lewat PPID

Warga Kota Mojokerto Bisa Akses Informasi Lebih Mudah, Lewat PPID

Selasa, 07 Apr 2026 17:15 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Warga Kota Mojokerto kini semakin mudah mengakses informasi publik. Pemerintah Kota Mojokerto memastikan berbagai informasi resmi…

Komplotan Pencuri Kabel PLN Dibekuk di Ngawi, Polres Gresik Ungkap Aksi Lintas Wilayah

Komplotan Pencuri Kabel PLN Dibekuk di Ngawi, Polres Gresik Ungkap Aksi Lintas Wilayah

Selasa, 07 Apr 2026 16:40 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 16:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Aksi komplotan pencuri kabel milik PT PLN yang meresahkan akhirnya berhasil dihentikan. Tim Satreskrim Polres Gresik menangkap lima p…

Warga Miskin Kehilangan Bansos, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Data Kemiskinan Berbasis Desil

Warga Miskin Kehilangan Bansos, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Data Kemiskinan Berbasis Desil

Selasa, 07 Apr 2026 16:16 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 16:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - CJ –DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ) kota Surabaya menyoroti penentuan kategori kemiskinan berbasis desil di Kota S…

Kapolres Gresik Lakukan Sidak Layanan Publik, Tegaskan Komitmen Bebas Pungli

Kapolres Gresik Lakukan Sidak Layanan Publik, Tegaskan Komitmen Bebas Pungli

Selasa, 07 Apr 2026 16:13 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 16:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik terus dilakukan oleh Polres Gresik. Salah satunya melalui inspeksi mendadak (sidak) y…

Usai Diblokade Warga, TPA Klotok Kota Kediri Kembali Beroperasi, Tuntutan Kompensasi Masih Dikaji Tim ITS

Usai Diblokade Warga, TPA Klotok Kota Kediri Kembali Beroperasi, Tuntutan Kompensasi Masih Dikaji Tim ITS

Selasa, 07 Apr 2026 16:08 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 16:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Usai diblokade warga akses Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok Kota Kediri akhirnya dibuka setelah adanya kesepakatan antar warga…