Biang Keladi Kegagalan Jerman, Toni Kroos Akan Pensiun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Toni Kroos. SP/ UEFA
Toni Kroos. SP/ UEFA

i

SURABAYAPAGI.com, Munich – Timnas Jerman yang menjadi salah satu kandidat juara Euro 2020 harus gugur di babak 16 besar karena kalah 0-2 dari Inggris. Kegagalan tersebut tak lepas dari Toni Kroos yang menjadi biang keladi kegagalan Jerman tersebut.

Legenda Jerman sekaligus mantan Presiden Bayern Munich, Uli Hoeness menilai Kroos menghambat serangan Jerman. Menurutnya, gaya main Kroos yang sering melepas umpan ke sisi lapangan tak cocok dengan sepakbola modern yang bermain lebih direct mengandalkan kecepatan.

"Saya sangat menyukai Kroos, dia menampilkan beberapa penampilan kelas dunia dan hebat di Bayern, tetapi gaya permainannya sudah ketinggalan zaman. Harus dikatakan bahwa Kroos tidak cocok dalam sepakbola modern dengan umpan horizontalnya," ujar Hoeness, Senin (12/7/2021).

"Sepakbola sekarang dimainkan secara vertikal. Pemain mengambil bola dan membawanya ke depan dengan kecepatan."

"Itu terlihat mengerikan saat menghadapi Inggris. Kami tertinggal 1-0 di 15 menit terakhir laga dan Kroos berhenti melewati garis tengah."

"Gaya mainnya benar-benar sudah tak terpakai. Dia mengirim bola ke samping lagi, ke samping lagi, dan kemudian pertahanan lawan sudah terorganisir," tambahnya.

Hoeness juga menyebut formasi 3-4-2-1 yang dikembangkan oleh pelatih Jerman, Joachim Loew, hanya untuk mengakomodir peran Kroos. Bagi Hoeness, ini adalah blunder besar dari Loew karena Jerman dianggapnya bakal lebih baik jika bermain dengan empat bek tanpa Kroos di lini tengah.

Kritik Hoeness ini ternyata membuat kuping Kross panas. Gelandang 31 tahun ini mengecam balik Hoeness lewat kicauan di akun Twitter. Ia menyinggung Hoeness yang disebutnya tak kompeten sebagai di saluran TV Jerman, RTL.

"Uli Hoeness adalah seorang pria dengan pengetahuan soal sepakbola yang hebat (bahkan jika itu tidak cukup baik untuk RTL), dengan sedikit ketertarikannya pada kontroversi dan berusaha untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Itu mirip dengan orang yang mengurus lapangannya," tulis Kroos.

Hoeness dipastikan takkan melihat Kroos lagi berseragam Jerman lantaran Toni Kroos juga belum lama ini berbicara soal rencana pensiun sebagai pemain sepak bola professional.

Dirinya baru saja mengaku kalau kariernya sebagai pemain sepak bola profesional tidak akan lama lagi. Di usia yang masih menginjak 31 tahun, dirinya mengaku bakal pensiun pada 2023 mendatang. Dsy6

Berita Terbaru

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

300 Warga Ponorogo Datangi Pengadilan Tipikor Surabaya, Beri Dukungan Penuh untuk Sugiri Sancoko

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:49 WIB

SURABAYA- Ratusan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Ponorogo mendatangi Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya guna memberikan dukungan moral…

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Ketika Hubungan Pribadi Bersinggungan dengan Kekuasaan

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 16:31 WIB

‎ADA satu fakta dalam persidangan kesembilan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi. Sekilas mungkin terlihat sederhana, tetapi m…

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Pemkot Surabaya Ambil Langkah Tegas Pecat Raka Jatim yang Minta Pacar Aborsi

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti Tio Ferdian Rahmana, runner up Raka Raki Jawa Timur 2026 yang menjadi sorotan setelah muncul dugaan dirinya…

Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

Pemkab Mulai Bidik Mangrove Pesisir Sidoarjo Jadi Aset Ekonomi Karbon

Selasa, 11 Agu 2026 15:24 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Untuk menjaga kawasan pantai, sekaligus mendorong kawasan tersebut sebagai aset ekonomi baru bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten…

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Perajin Tempe Kampung Sanan Kota Malang Menjerit, Biaya Produksi Naik hingga Rp12.500

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:13 WIB

SURABAYAPAGI.comn, Malang - Selain bahan pangan dan sejumlah kebutuhan lain yang juga naik, turut mempengaruhi kenaikan harga kedelai membuat perajin tempe di…

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Bikin Bocah Gatal-gatal, DLH Kota Malang Batasi Operasional Air Mancur Alun-alun Merdeka

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

Selasa, 11 Agu 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti peristiwa gatal-gatal pada anak-anak, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui DLH setempat telah membatasi…