Covid-19 Naik, Permintaan Peti Mati di Kabupaten Tulungagung Meningkat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Perajin peti mati, Supono (70) di tempat usahanya  rata-rata bisa menjual 5-6 unit peti mati berbagai ukuran.SP/ANT
Perajin peti mati, Supono (70) di tempat usahanya  rata-rata bisa menjual 5-6 unit peti mati berbagai ukuran.SP/ANT

i

SURABAYAPAGI, Tulungagung -  Seiring terjadinya lonjakan kasus Covid-19 yang diiringi angka kematian tinggi di Kabupaten Tulungagung, permintaan peti mati di tingkat perajin di Kabupaten Tulungagung mengalami peningkatan dalam beberapa pekan terakhir.

Seperti yang terjadi pada salah satu pasangan perajin peti mati, Supono (70) dan Suhajar (60), mengungkapkan, saat ini tempat usaha mereka rata-rata bisa menjual 5-6 unit peti mati berbagai ukuran.

"Awalnya kami membuat peti mati untuk memenuhi kebutuhan perkumpulan (Tionghoa), namun sekarang sudah banyak permintaan dari masyarakat umum maupun rumah sakit," kata Suhajar, Rabu (14/7).

Dia sendiri hanya membantu Supono membuat peti mati. Keduanya saling membantu. Suhajar yang menyediakan modal dan akses pemasaran, Supono sebagai tenaga pertukangan yang memproduksi peti mati pesanan pelanggan.

Namun, produk peti mati yang mereka buat memang tidak sebanyak pelaku usaha peti mati di tempat lain. Pasalnya, Supono hanya mengandalkan peralatan tradisional. 

Gergaji, palu, meteran pengukur serta pensil. Satu peti mati yang dibuat dengan bahan partikel setebal 1,5 centimeter, bisa diselesaikan dalam dua jam.

Dalam sehari, Supono yang diberi jasa pembuatan senilai Rp 70 ribu per unit, bisa mengerjakan hingga 5-6 peti mati. Satu peti mati dijual dengan harga Rp 360 ribu.

Harga peti naik sekitar sebulan terakhir, lantaran harga bahan baku partikel naik sekitar Rp 30 ribu per lembarnya. Meski demikian, peti buatannya tak melulu dihargai sebesar itu. Jika pembeli peti mati dari keluarga kurang mampu, dirinya hanya menarik seikhlasnya saja.

"Kalau RT-nya ngomong keluarga enggak mampu, saya berikan saja," kata Suhajar.

Permintaan peti juga mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir. Jika kondisi normal, sehari hanya membuat 2-3 unit peti mati. Namun, dalam sebulan terakhir, permintaan peti mati naik 5-6 peti mati tiap harinya.

Beberapa waktu lalu, lanjut Suhajar, pihaknya sempat menerima pesanan dari RSUD dr. Iskak sebanyak 40 peti mati dalam sehari, namun akhirnya tidak disanggupi karena tidak mampu melayani pesanan tersebut.tg1/na

Berita Terbaru

Desak Audit Total Dana PIP dan Tindak Pejabat Terlibat

Desak Audit Total Dana PIP dan Tindak Pejabat Terlibat

Senin, 12 Okt 2026 07:22 WIB

Senin, 12 Okt 2026 07:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Lamongan akan menggelar aksi demonstrasi jilid II pada Selasa (…

Pedang Pora hingga Reog Ponorogo, Sambut Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko

Pedang Pora hingga Reog Ponorogo, Sambut Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko

Senin, 12 Okt 2026 07:20 WIB

Senin, 12 Okt 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Penyambutan Kapolda Jawa Timur yang baru, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, di Mapolda Jatim, Minggu (11/10/2026), berlangsung…

Brigjen Wira Dicopot, Posisi Dir Tipidum Bareskrim Dijabat Brigjen Susatyo

Brigjen Wira Dicopot, Posisi Dir Tipidum Bareskrim Dijabat Brigjen Susatyo

Senin, 12 Okt 2026 07:16 WIB

Senin, 12 Okt 2026 07:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta — Jabatan Direktur Tindak Pidana Umum (Dir Tipidum) Bareskrim Polri dirombak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Hal tersebut tertuang …

Dicekal, Eks Ketua PWNU Jatim Batal Umroh

Dicekal, Eks Ketua PWNU Jatim Batal Umroh

Senin, 12 Okt 2026 07:13 WIB

Senin, 12 Okt 2026 07:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang – Sebuah unggahan yang menarasikan mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) KH Marzuki Mustamar dicekal ke luar negeri v…

KERAHKAN JUTAAN MASSA DEMI LINDUNGI GIBRAN

KERAHKAN JUTAAN MASSA DEMI LINDUNGI GIBRAN

Senin, 12 Okt 2026 07:10 WIB

Senin, 12 Okt 2026 07:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Koordinator Pasukan Berani Mati Jokowi, Sukodigdo Wardoyo, menyatakan kesiapannya mengerahkan jutaan massa untuk membela Wakil P…

Tembus Rp23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Tembus Rp23,6 Triliun, Investasi Surabaya Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Lapangan Kerja

Senin, 12 Okt 2026 07:04 WIB

Senin, 12 Okt 2026 07:04 WIB

​SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat pertumbuhan positif investasi sepanjang 2026. Hingga semester I 2026, realisasi in…