Peduli Rakyat, BEM UNTAG Borong Dagangan UMKM Untuk Bantu Warga Tedampak PPKM Sekitar Kampus

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SurabayaPagi, Surabaya - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang ditetapkan oleh pemerintah berdampak pada perekonomian, khususnya para pedagang.
 
Menanggapai hal tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (BEM Untag) Surabaya menginisiasi program borong dagangan UMKM sekitar kampus dan dibagikan ke masyarakat yang sedang mengais rezeki di jalan.
 
Aksi yang berlangsung sejak Rabu (14/7) dan direncanakan hingga akhir Juli itu bertemakan ‘Dari Untag untuk Rakyat’.
 
Presiden BEM Untag Surabaya, Mahmud mengatakan aksi sosial itu berbekal niat membantu warga yang terdampak pandemi sehingga dilakukan open donasi dari masyarakat umum, lalu hasilnya untuk membeli dagangan UMKM sekitar kampus dan dibagikan ke masyarakat umum.
 
"Di masa PPKM Darurat ini banyak UMKM, khususnya gerobak penjual makanan yang harus tutup pukul 20.00 Wib dan penghasilan menurun. Kami tergerak untuk bantu mereka," kata Mahmud, Kamis (15/7/2021).
 
Program yang diselenggarakan atas kerjasama dengan 21 organisasi kemahasiswaan di lingkungan Untag Surabaya.
 
Mahmud mengaku inisiasi giat sosial ini terbentuk mulai dari tanggal 8 Juli 2021 melalui group chat internal dan berkoordinasi melalui platform virtual setalah itu sebar pamflet.
 
"Tanggal 8 Juli, kami chat di grup lalu rapat di virtual dan coba konfirmasi untuk yang mau kerja sama. Setelah itu share pamflet. Baru seminggu dibuka, donasi sudah mencapai Rp 1,7 juta," urainya.
 
Ketua pelaksana, Kallyana Tantri Neezmadevi menuturkan sebelum menjalankan aksi ini, panitia melakukan survei untuk menentukan dagangan siapa yang mau dibeli dan diprioritaskan untuk dibeli.
 
Jadi setelah donasi tersebut terkumpul langsung dibelikan makanan UMKMyang ada di warung-warung yang ada disekitar kampus.
 
"Biasanya dagangan laris di malam hari, selama PPKM penghasilan mereka berkurang. Kami berupaya membantu mereka dengan memborong dagangan. Kemudian kami salurkan kepada tukang becak, tukang sampah hingga ojek online. Mereka kan bekerja di malam hari," ujar Kallyana.
 
Secara konsisten, seluruh panitia yang turun langsung diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan, diantaranya pembatasan jumlah panitia yang turun di lapangan, memakai masker dobel dan menjaga jarak, tak lupa sebelum dan sesudah menyerahkan dagangan memakai handsanitizer dan mencuci tangan.
 
Ia menyebutkan, program akan dilaksanakan secara berkesinambungan yakni hingga akhir Juli atau dilakukan tiga hingga empat hari sekali.
 
"Rencananya akan berlanjut sampai akhir Juli karena hasil donasi kemarin baru terpakai sepertiganya. Jika PPKM masih terus berlanjut, maka donasi pun akan kami buka terus agar program bisa kami lanjutkan," ungkap mahasiswa manajemen ini.
 
"Memang tidak secara langsung mengubah tatanan kehidupan masyarakat, tapi langkah kecil bisa menumbuhkan kepekaan mahasiswa untuk ikut berbagi dan membangun solidaritas di tengah PPKM. Memberi dampak pada masyarakat sekitar meski efek kecil, setidaknya ada kepedulian," tandasnya. By
Tag :

Berita Terbaru

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Ormas Gerakan Lingkungan Dukung Kortastipidkor Polri Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gerakan untuk Lingkungan, Rusdi Legowo, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Korps Pemberantasan…

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Di Tengah Efisiensi Anggaran, Fraksi DPRD Pertanyakan SILPA Rp154,7 Miliar

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:50 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp154,79 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran …

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Sidang Kasus Maidi: Sekda Soeko Akui Minta Rp.50 Juta ke Thariq Megah 

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 19:11 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto mengakui pernah meminta uang sebesar Rp50 juta kepada mantan Kepala Dinas …

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

APROKI Ungkap Tantangan Sektor Konstruksi Jatim Serap hingga 210 Ribu Pekerja

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Industri konstruksi di Jawa Timur tak hanya menjadi penggerak pembangunan infrastruktur, tetapi juga berperan besar dalam menciptakan…

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

APCI Tolak Kemasan Rokok Seragam, Sebut Ancam Nasib 1,5 Juta Petani Cengkeh

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan penyeragaman kemasan rokok kembali menuai penolakan. Kali ini, keberatan datang dari Asosiasi…

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Reputasi Digital Tak Boleh Jadi Alasan Menghapus Karya Jurnalistik

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

Jumat, 10 Jul 2026 18:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Upaya menjaga reputasi digital semakin marak dilakukan di tengah mudahnya informasi ditemukan melalui mesin pencari. Namun, permintaan …