Waspadai Gejala Covid-19 Happy Hypoxia yang Mematikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Seseorang yang sedang merasakan gejala sesak nafas diakibatkan Happy Hypoxia. SP/ SBY
Seseorang yang sedang merasakan gejala sesak nafas diakibatkan Happy Hypoxia. SP/ SBY

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Salah satu gejala Covid-19 yang kerap tak disadari masyarakat, yaitu happy hypoxia atau silent hypoxia. Padahal, gejala yang satu ini patut diwaspadai karena dapat berisiko fatal dan membahayakan nyawa.

Happy hypoxia adalah penurunan kadar oksigen dalam darah. Kondisi tersebut membuat seseorang mengalami masalah dalam pernapasan berupa sesak napas atau dispnea. Namun, studi terbaru dari Loyola University Health System mengungkapkan fakta terbaru.

Studi ini menyatakan, pengidap Covid-19 yang mengalami happy hypoxia masih bisa beraktivitas tanpa masalah dan tidak mengalami sesak napas. Menurut penulis dari penelitian tersebut, kondisi tersebut masih sangat membingungkan para dokter karena dianggap bertentangan dengan biologi dasar.

Pasien dapat mengalami kekurangan kadar oksigen meski sekilas terlihat normal. Umumnya, orang yang saturasi oksigennya menurun akan mengalami sejumlah tandas, seperti sesak napas, terengah-engah, sakit kepala dan gelisah, dan lainnya.

Kondisi ini yang menyebabkan pasien mengalami kondisi fatal secara tiba-tiba, karena tidak mengalami gejala apapun sebelumnya. Hal ini karena adanya kerusakan saraf yang mengantarkan sensor sesak ke otak, sehingga menyebabkan otak tak mampu memberikan respons untuk mengenali kekurangan oksigen di dalam darah.

Oleh karena itu, tidak heran apabila pasien tidak merasakan gejala sesak, bahkan ketika saturasi oksigen mengalami penurunan. Meskipun gejala Covid-19 happy hypoxia berbahaya karena tidak menunjukkan gejala sesak napas, namun sebetulnya ada beberapa ciri yang bisa diwaspadai.

Penyebab happy hypoxia pada penderita Covid-19 utamanya karena pengentalan darah atau koagulasi yang meluas di jaringan pembuluh darah paru-paru. 

Kondisi ini menyebabkan peradangan dalam tubuh karena infeksi virus SARS-CoV-2. Ketika tubuh mengalami peradangan, protein seluler akan membentuk bekuan darah sebagai respons alami kekebalan tubuh. 

Apabila berlebihan, sel di jaringan paru-paru tidak bisa menerima pasokan oksigen yang memadai. Kondisi happy hypoxia yang tidak segera ditangani dapat berbahaya. 

Pasalnya, pengentalan darah tidak hanya terjadi di paru-paru, tapi bisa merembet ke organ vital lain seperti ginjal dan otak yang bisa menyebabkan kematian. 

Mengutip dari laman covid19.go.id, berikut 4 tanda happy hypoxia yang harus diwaspadai, diantaranya, bila gejala Covid-19 bertambah, bila batuk menetap atau justru semakin parah, bila mengalami keluhan tubuh yang makin melemas atau kesadaran yang makin menurun, bila warna bibir atau ujung jari mulai kebiruan dan saturasi oksigen berada di bawah kisaran normal, yakni di bawah 95 persen

Penderita Covid-19 dapat mencegah terjadinya happy hypoxia dengan mengecek kadar saturasi oksigen menggunakan alat pulse oximeter secara berkala. Dsy5

Berita Terbaru

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pasar kendaraan listrik di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi produsen motor listrik, seiring meningkatnya pemanfaatan k…

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Seorang bocah berusia lima tahun, Muhammad Tohip Sabilulhaq, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Desa N…

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Orang Tua Grub (OT Group) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan berpartisipasi pada ajang P…

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polsek Panggungrejo, Polres Blitar, terus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Suling Kamtibmas "Subuh…

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kota Mojokerto meraih dua penghargaan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas upaya pengembangan sektor t…

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui program Teman Lansia yang merupakan gerakan memberikan pendampingan kepada mereka, sehingga Pemerintah Kabupaten…