PPKM Bukan Jalan Terbaik Redakan Covid-19

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mantan Menkes Siti Fadilah
Mantan Menkes Siti Fadilah

i

Mantan Menkes Siti Fadilah

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Mantan Menteri Kesehatan era SBY, Prof Hj Siti Fadilah mengingatkan PPKM ternyata bukan jalan keluar yang baik ketika terjadi ledakan kasus covid-19 yang sampai menyebabkan sehari ada 1.700 rakyat meninggal.

Peringatan Siti Fadilah setelah ia meneliti sejak Maret 2020. Siti mencatat sudah berapa kali lockdown, PSBB, PPKM, mikro, PPKM darurat. “Tujuan cuma satu hilangkan kerumunan," ucapnya. "Kalau tujuan batasi human contact, sudah dapat. Sudah dapat batasi pergerakan, tapi kasus masih tinggi.

Saya mendesak sudah seharusnya pemerintah meneliti mengenai virus corona. Ia menilai pemerintah salah jika terus fokus pada protokol menghilangkan kerumunan sampai kebijakan PPKM. Pasalnya, semua cara dan kebijakan di atas tetap tidak bisa membendung kasus Covid-19. Siti meyakini jika masalah sebenarnya lebih luas dan tidak bisa hanya fokus pada PPKM.

"Kalau tujuan batasi human contact, sudah dapat. Sudah dapat batasi pergerakan, tapi kasus masih tinggi. Artinya, PPKM ternyata bukan jalan keluar yang baik ketika terjadi ledakan," tegasnya di akun YouTube Karni Ilyas Club, dikutip Minggu (8/8/2021).

 

Manfaatkan Virolog-virolog Eijkman

Siti menjelaskan, Indonesia memiliki sejumlah ahli yang bisa meneliti virus corona. Ia menilai keterlaluan jika virus yang memicu ledakan kasus Covid-19 di sejumlah negara itu sama. "Mestinya kita manfaatkan itu virolog-virolog Eijkman untuk mengeksplorasi virus pada waktu meledak itu berkarakter seperti apa, dari mana dia datang, ke mana dia pergi," saran Siti.

"Kira-kira sama gak (karakter virus) yang ada di Singapura, sama gak dengan di Amerika, kalau sama ya kebangetan. Wong dunia segini lebarnya, hawa berbeda, lah kok bisa agak sama," lanjutnya.

Terakhir, Siti mengakui tidak tahu apakah masih akan terjadi outbreak lagi. Ia menegaskan jika tidak ada yang meneliti virus corona, maka Indonesia tinggal menanti outbreak selanjutnya.

"Belum tahu jawabnya, wong tidak ada yang mengeksplorasi virus-virus yang ketika meledak itu. Kalau ini bikinan, sampai kapan pun kita hanya akan menunggu outbreak-outbreak berikutnya," pungkasnya.

"Kalau natural, mestinya perjalanannya tidak seperti itu. Ini loh yang akhir-akhir ini, India, Indonesia, Singapura, nah itu rada aneh," kata Siti.

Menurut Siti, jika virus corona merupakan hasil rekayasa, selalu ada pihak-pihak yang diuntungkan. Ia bahkan menyebut Amerika Serikat merupakan negara yang menjadi korban jika benar Covid-19 adalah rekayasa.

"Kalau masih punya kepentingan ya pandemi terus. Pasti ada untungnya, kalau tidak menguntungkan buat apa. Amerika Serikat saya pikir adalah korban," ujar Siti.

 

Virus Corona Diduga Buatan

Siti juga mengungkap keanehan karena ledakan kasus di beberapa negara dipicu oleh varian Covid-19 yang sama, yakni varian Delta. Hal itu membuatnya mengaku kerap memikirkan asal mula virus corona. Siti menyebut, virus corona bisa dipicu secara natural, juga buatan. Ia memiliki pandangan tersendiri mengenai hal tersebut.

Menurutnya, virus corona jika natural tidak akan terjadi seperti ledakan di beberapa negara. Ia pun menilai hal itu aneh sehingga menyinggung soal kemungkinan Covid-19 merupakan virus buatan. n erc/rmc

Berita Terbaru

Jatim Siap Gelar Kurban 2026, Gubernur Khofifah Pastikan Stok Ternak Surplus dan Aman

Jatim Siap Gelar Kurban 2026, Gubernur Khofifah Pastikan Stok Ternak Surplus dan Aman

Senin, 27 Apr 2026 16:16 WIB

Senin, 27 Apr 2026 16:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan kesiapan pelaksanaan pemotongan hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah/2026 M…

Doktor ITS Kembangkan Model Evaluasi dan Mitigasi Risiko Proses Bisnis Pemda

Doktor ITS Kembangkan Model Evaluasi dan Mitigasi Risiko Proses Bisnis Pemda

Senin, 27 Apr 2026 16:12 WIB

Senin, 27 Apr 2026 16:12 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Lulusan doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengusulkan kerangka kerja untuk mendukung evaluasi, pengembangan, serta p…

Diduga Berkaitan Kenaikan Harga Plastik, DLH Kota Surabaya Lakukan Penertiban Pemulung yang Membludak di TPS

Diduga Berkaitan Kenaikan Harga Plastik, DLH Kota Surabaya Lakukan Penertiban Pemulung yang Membludak di TPS

Senin, 27 Apr 2026 15:49 WIB

Senin, 27 Apr 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Demi menjaga kebersihan kota, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mulai melakukan…

Peringati Hari Pers Nasional, KWGe Gresik Gelar Bakti Sosial untuk Warga

Peringati Hari Pers Nasional, KWGe Gresik Gelar Bakti Sosial untuk Warga

Senin, 27 Apr 2026 15:41 WIB

Senin, 27 Apr 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peringatan Hari Pers Nasional di Kabupaten Gresik tahun ini diwarnai kegiatan sosial yang melibatkan ratusan masyarakat. Komunitas W…

Peringati Hari Otonomi Daerah, Bupati Lamongan Ajak Aparatur Wujudkan Asta Cita

Peringati Hari Otonomi Daerah, Bupati Lamongan Ajak Aparatur Wujudkan Asta Cita

Senin, 27 Apr 2026 15:34 WIB

Senin, 27 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Tanggal 27 April menjadi hari lahir otonomi daerah, dan setiap tahunya selalu diperingati oleh seluruh daerah, tak terkecuali di…

Gresik Masuk 6 Besar Nasional, Raih Predikat Kinerja Tinggi EPPD 2026

Gresik Masuk 6 Besar Nasional, Raih Predikat Kinerja Tinggi EPPD 2026

Senin, 27 Apr 2026 15:30 WIB

Senin, 27 Apr 2026 15:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Pemerintah Kabupaten Gresik kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih predikat Kinerja Tinggi dalam Evaluasi…