Pernah Rugi Rp 1 M, Kini Jadi Juragan Bisnis Kuliner

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Prayogo Pangestu Quddus. SP/ GRT
Prayogo Pangestu Quddus. SP/ GRT

i

SURABAYAPAGI.com, Garut - Prayogo Pangestu Quddus yang akrab disapa Yogo mendulang kesuksesan lewat brand Gorilla Food yang diinisasinya. Dia memulai bisnis kulinernya dengan mendirikan restoran Gorilla Ramen di Garut, Jawa Barat.

Keberhasilan resto miliknya menguatkan Yogo untuk mengembangkan lini bisnisnya ke makanan ringan kemasan melalui brand lain, Mini Gori. Tidak tanggung-tanggung, dia nekat menggelontorkan modal usaha sebesar Rp 1 miliar untuk membesarkan nama brand tersebut.

Namun kenyataan tidak selalu semanis harapan. "Mini Gori dibangun tahun 2017, di awal saya menikah. Sayang, saya bangkrut dan rugi Rp 1 miliar," kata Yogo.

Kerugian besar tersebut memang cukup perih dirasakannya. Namun, dia menganggap nominal tersebut adalah harga yang pantas untuk membeli pengalaman. "Pengalaman ini buat saya belajar kalau setiap jenis usaha memiliki karakter dan tantangan yang berbeda. Kegagalan ini sangat berarti bagi saya, sampai saat ini," ungkapnya.

Di ujung usahanya, Yogo akhirnya memutuskan untuk membangun Ramen Gorilla Instan dalam bentuk kemasan pada tahun 2018. Kali ini, Yogo berhasil membuktikan kerja kerasnya, Ramen Gorilla Instan sukses besar, baik dari segi omset maupun distribusi.

Kini, distribusi Ramen Gorilla Instan tersebar di seluruh nusantara melalui keberadaan agen atau reseller. Meski tidak menyebut angka pasti, Yogo mengatakan omset per bulannya bisa menyentuh angka miliaran rupiah.

Ramen Gorilla Instan ini bisa unggul lantaran tidak banyak pemain bisnis makanan kemasan di Indonesia yang memilih ramen sebagai komoditi utama. Namun Yogo memilih untuk tidak berpuas pada satu titik kesuksesan. Dia akhirnya melakukan pengembangan bisnis dengan membuat makanan kemasan lainnya yang diberi nama Gorilla Baso Aci pada tahun 2020.

Di awal pendiriannya, Gorilla Baso Aci langsung diterpa kendala, yakni pandemi covid-19. Namun, berkat jaringan agen yang mencapai ratusan di seluruh penujuru nusantara, Gorilla Baso akhirnya mampu bertahan dari badai pandemi Covid-19 dan mampu bersaing dengan para pengusaha baso aci yang lebih dulu bermain di segmen ini.

"Saya percaya, di belakang bisnis yang berhasil, ada doa yang ikhlas. Maka saya banyak memberdayakan tenaga kerja yang sebelumnya kurang beruntung. Semoga dengan ini Gorilla Food dapat terus eksis, berkembang, dan berkah," tandasnya. Dsy5

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…