Selama PPKM, Arus Pengiriman Barang di Pelabuhan Kalimas Turun 60 Persen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Caption: Proses pemindahan peti kemas yang kosong dari kapal ke dalam gudang di pelabuhan Kalimas. SP/Semmy Mantolas
Caption: Proses pemindahan peti kemas yang kosong dari kapal ke dalam gudang di pelabuhan Kalimas. SP/Semmy Mantolas

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Dampak penerapan PPKM baik darurat maupun level 4 selama sebulan terakhir, selain dialami UMKM, juga terjadi pada arus pengiriman barang di Pelabuhan Kalimas Surabaya.

Data yang dikumpulkan Surabaya Pagi di lapangan, terjadi penurunan arus penurunan barang hingga 60 persen, baik yang berasal dari luar Surabaya maupun dari Surabaya menuju ke luar Jawa. Pelabuhan Kalimas sendiri, melayani pengiriman barang dengan rute ke wilayah timur Indonesia.

Adapun penurun arus pengiriman yang sangat signifikan terjadi pada rute pengiriman untuk wilayah Papua dan kalimantan.

"Selam PPKM kami sudah gak kirim barang lagi ke wilayah Papua seperti Jayapura, Biak, Nabire dan Manokwari," kata Kepala pekerja kapal milik perusahaan Bumi Indah, Kusen kepada Surabaya Pagi, Jumat (13/08/2021).

Selain ke Papua, Kusen juga mengaku ada penurunan pengiriman barang ke wilayah Waingapu, NTT. Menurutnya, sebelum PPKM berlangsung 1 kapal barang dapat membawa barang antara 1.300 ton hingga 1.800 ton. Namun pasca PPKM, jumlah tersebut turun menjadi 200 ton hingga 300 ton. 

"Itu pun kita harus nunggu sampe 2 minggu kadang ya 3 minggu. Ini saja dari 5 kapal, hanya 2 yang baru kemarin berangkat, karena ada orderan," katanya.

Sebelum PPKM berlangsung, kapal-kapal di Pelabuhan Kalimas hanya butuh 3 hingga 4 hari saja hingga muatan terisi penuh. Namun kini, mereka harus rela menunggu hingga 1 bulan agar muatan terisi.

"Sekarang penuh gak penuh, kita berangkat. Mau 300 ton atau 200 ton jalan kita. Karna kalau gak gitu, gak bisa makan kita," katanya

Penurunan pengiriman muatan juga dialami oleh perusahaan Anugrah Abadi Permai. Sugito, staf bagian Ekspedisi dan Pelayaran kapal mengaku, selama PPKM berlangsung mereka kesulitan untuk mencari muatan. Hal tersebut terjadi karena, banyak daerah yang menutup dermaga pelabuhan seperti Pontianak, Kalimantan Barat dan Papua.

"Itu kan kebijakan pemerintah daerah. Nah mereka kan ikut apa kata pemerintah pusat. Kalau sudah begitu mau gimana lagi mas," kata Sugito.

Tempat Sugito bekerja, memiliki dua armada kapal yakni kapal Indo Team dan kapal Mitra Anugrah. Saat ini jumlah pengiriman barang dari dua kapal tersebut hanya sekitar 50 persen dari kapasitas. Satu kapal milik anugrah abadi permai, dapat mengakut kurang lebih 1.000 ton barang.

Rute pengiriman dari perusahaan adalah menuju wilayah Kalimantan dan Nusa Tenggara Timur. "Sekarang Pontianak tutup, sementara kita sering kirim barang ke sana. Pelanggan banyak yang komplain tapi mau bagaimana lagi," katanya.

Adapun petikemas yang biasa digunakan untuk mengirim barang nampak terlihat kosong tak berisi. Para ABK dan kapten kapal terlihat memindahkan kembali peti kemas tersebut ke dalam gudang.

"Sepi sekarang, cari muatan susah. Biasanya satu bulan bisa 3 kali berangkat. Sekarang 1 bulan 1 kali, kadang ada yang gak berangkat sama sekali," keluhnya.sem

Berita Terbaru

Transformasi Budaya PLN UID Jatim Raih Juara Umum Culture Festival PLN Group 2026

Transformasi Budaya PLN UID Jatim Raih Juara Umum Culture Festival PLN Group 2026

Rabu, 04 Nov 2026 19:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 19:32 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 semakin memperkuat semangat transformasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa T…

Bupati Madiun Rotasi Enam Pejabat Eselon II, Sejumlah OPD Berganti Pimpinan

Bupati Madiun Rotasi Enam Pejabat Eselon II, Sejumlah OPD Berganti Pimpinan

Rabu, 04 Nov 2026 18:09 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:09 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto melakukan rotasi terhadap enam pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemerintah Ka…

Polres Lumajang Salurkan Ratusan Paket Sembako secara Door to Door kepada Korban Banjir Lahar Semeru

Polres Lumajang Salurkan Ratusan Paket Sembako secara Door to Door kepada Korban Banjir Lahar Semeru

Rabu, 04 Nov 2026 18:07 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:07 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang- Kepedulian terhadap warga terdampak banjir lahar hujan Gunung Semeru ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor (Polres)…

Bupati Fauzi Minta Sukseskan Bakti Sosial Kesehatan Gigi dan Mulut 2026 di Sumenep 

Bupati Fauzi Minta Sukseskan Bakti Sosial Kesehatan Gigi dan Mulut 2026 di Sumenep 

Rabu, 04 Nov 2026 18:03 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:03 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan penekanan khusus yang ditayangkan melalui Videotron yang menegaskan agar seluruh…

Diprotes Puskopkar Jatim, Identifikasi Lapangan Kasus Tanah Perumahan GKSP Sedati oleh Polresta dan BPN Sidoarjo Gagal

Diprotes Puskopkar Jatim, Identifikasi Lapangan Kasus Tanah Perumahan GKSP Sedati oleh Polresta dan BPN Sidoarjo Gagal

Rabu, 04 Nov 2026 17:51 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sengketa tanah di Perumahan Griya Karya Sedati Permai (GKSP), Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, kembali memanas. Upaya…

Ning Ita Raih ATM Award 2026 atas Komitmen Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria

Ning Ita Raih ATM Award 2026 atas Komitmen Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria

Rabu, 04 Nov 2026 16:56 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita menerima penghargaan AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM) Award…